Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Urgensi Pemahaman Moderasi Beragama Kepada Tenaga Pendidik dan Kependidikan Di MIS Al-Hidayah Ciputat Timur Tangerang Selatan Sri Imawati; Sholehuddin; Pratiwi Kartika Sari; Sularno; Sarli Amri TP
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i5.1057

Abstract

Lembaga Pendidikan merupakan sarana yang paling tepat untuk memberikan dan menyebarkan pemahaman keagamaan yang damai, saling menghormati dan menolak segala pemahaman, sikap dan tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama melalui proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Pemahaman itulah yang kemudian termaktub dalam konsepsi moderasi beragama. Moderasi beragama merupakan proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya. Setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta memiliki peningkatan pemahaman tentang moderasi beragama dan cara-cara transformasinya kepada para peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan hasil pre test, dengan 13 pertanyaan, jawaban benar 35,3% sedangkan jawaban salah mencapai 64,7 %. Untuk Post Test, jawaban Benar 72,9 % sedangkan jawaban yang Salah 27,1 %.  Berdasarkan data di atas, terdapat peningkatan pemahaman dari 35,3 % menjadi 72,9 %.  Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan Moderasi Beragama tersebut dapat dikatakan berhasil. Dengan demikian, diharapkan para tenaga pendidik dan kependidikan mampu mentransformasikan pemahaman tersebut kepada para peserta didik baik di dalam maupun di luar kelas sehingga para peserta didik diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang inklusif dan moderat dalam menjalankan ajaran agamanya, mampu menghargai pemahaman keagamaan orang lain dan tidak merasa benar sendiri dengan pemahamannya.
Studi Perbandingan Implementasi Kegiatan Ektrakurikuler Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri di Jakarta Barat Eka Susanti; Sholehuddin
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.6020

Abstract

This study aims to analyze the differences in the implementation of extracurricular activities at SDN Tomang 01 Jakarta, a public school, and SD Muhammadiyah 27 Jakarta, a private school. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The focus of the study included aspects of planning, implementation, supporting facilities, obstacles encountered, and achievements achieved through extracurricular activities. The results show that both schools share the same commitment to supporting the development of student potential through extracurricular activities, but there are differences in program variety, facility availability, and funding sources. SD Muhammadiyah 27 has a more diverse range of extracurricular activities, including archery, which is supported by school funding sources and parental participation. Meanwhile, SDN Tomang 01 is more dependent on government support, resulting in relatively limited program variety. These differences have implications for student achievement, with private schools demonstrating success at the national level. The research findings confirm that optimal resource support and extracurricular management play an important role in the development of character and student achievement in elementary schools.
Transformasi Kesadaran Pendidikan Anak Pesisir melalui Edukasi Religius: Studi Pengabdian Berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Rina Gustina; Dien Nurmarina Malik Fadjar; Sholehuddin
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/annas.6.1.23-30

Abstract

Rendahnya keberlanjutan pendidikan anak di wilayah pesisir menjadi persoalan penting karena dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang didominasi oleh sektor informal, serta kuatnya pengaruh budaya dan lingkungan sosial dalam pengambilan keputusan keluarga terkait pendidikan. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya informatif, tetapi juga persuasif, kontekstual, dan selaras dengan nilai-nilai religius masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak pesisir dan masyarakat di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram tentang pentingnya melanjutkan pendidikan melalui pendekatan berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Mitra pengabdian meliputi anak-anak pesisir dan ibu posyandu setempat yang berperan sebagai penguat nilai dalam keluarga sekaligus agen perubahan sosial di masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui sosialisasi dan ceramah interaktif, diskusi dan tanya jawab, motivational sharing, pendekatan keagamaan, serta bermain sambil belajar melalui aktivitas Papan Harapan Anak Pesisir (Gantungkan Cita-Cita). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Integrasi nilai-nilai AIK terbukti memperkuat penerimaan masyarakat terhadap pesan edukatif, mendorong perubahan pola pikir secara lebih persuasif, serta membangun kesadaran kolektif untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Oleh karena itu, pendekatan religius berbasis AIK disarankan untuk terus dikembangkan sebagai strategi untuk memperkuat kesadaran pendidikan di masyarakat pesisir.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KURIKULUM OPERASIONAL (STUDI KOMPARASI SDIT AT-TAUBAH BATAM DAN SD MUHAMMADIYAH PLUS BATAM) Kasmawati; Sholehuddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16069

Abstract

This study analyzes the effectiveness of operational curriculum management at SDIT At-Taubah Batam and SD Muhammadiyah Plus Batam and compares its impact on the achievement of educational goals. Using a qualitative approach with a comparative study method, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results showed that SDIT At-Taubah Batam excels in program diversity but is hindered by the standardization of tahfidz methods, educator qualifications, and documentation. SD Muhammadiyah Plus Batam excels in program structuring, differentiated instruction, and measurable memorization achievement. The study concludes that the effectiveness of curriculum management is determined by methodological consistency, teacher competence, and support systems. Recommendations include method standardization, improvement of teacher competence, and optimization of program evaluation.
EKSPLORASI POLA PEMBELAJARAN BERBASIS DIFERENSIASI: STUDI KOMPARATIF ANTARA SDN 15 PARIT BINTANG DAN SDN 05 SUNGAI PADUAN Tutin Darisa; Sholehuddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.16631

Abstract

This study aims to explore and compare the patterns of implementing differentiated instruction in two elementary schools, namely SDN 15 Parit Bintang and SDN 05 Sungai Paduan. The background of this research is based on the demands of 21st-century education, which require learning to be adaptive to the diverse characteristics of students. This study employed a qualitative approach with a descriptive comparative design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, involving school principals and teachers as participants. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that the implementation of differentiated instruction at SDN 05 Sungai Paduan is more systematic and integrated compared to SDN 15 Parit Bintang. SDN 05 Sungai Paduan has implemented diagnostic assessment, a variety of instructional strategies, differentiation of process and product, as well as continuous formative assessment. In contrast, SDN 15 Parit Bintang still demonstrates partial implementation, characterized by uniform learning practices, limited mapping of students’ needs, and less varied use of strategies and learning media. These findings indicate that the success of differentiated instruction is highly influenced by teachers’ pedagogical readiness and the support of the school system. Therefore, strengthening teacher competencies and institutional support is necessary to create adaptive, inclusive, and student-centered learning.