Dien Nurmarina Malik Fadjar
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN ASESMEN SUMATIF MATEMATIKA KELAS V SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI ASPEK MATERI, KONSTRUKSI, BAHASA, DAN KOGNITIF Rina Gustina; Sholehuddin Sholehuddin; Dien Nurmarina Malik Fadjar
Jurnal Elementary:Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 9, No 2: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/elementary.v9i2.40308

Abstract

Kualitas instrumen asesmen sumatif menjadi aspek penting dalam pembelajaran Matematika sekolah dasar karena menentukan ketepatan informasi tentang capaian belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas instrumen asesmen sumatif Matematika kelas V sekolah dasar ditinjau dari aspek materi, konstruksi, bahasa, dan kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi soal, observasi, dan wawancara guru. Data dianalisis melalui telaah butir soal berdasarkan aspek materi, konstruksi, bahasa, dan tingkat kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek materi telah sesuai dengan pokok bahasan pecahan dan bangun datar, aspek konstruksi secara umum jelas meskipun masih memerlukan perbaikan teknis, aspek bahasa tergolong komunikatif, sedangkan aspek kognitif didominasi level C3 dengan keterwakilan C4 yang masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa instrumen asesmen sumatif Matematika kelas V cukup layak digunakan, tetapi masih perlu diperkuat melalui penyusunan kisi-kisi, telaah butir soal, penyuntingan bahasa, dan pengembangan soal penalaran sederhana.
Transformasi Kesadaran Pendidikan Anak Pesisir melalui Edukasi Religius: Studi Pengabdian Berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Rina Gustina; Dien Nurmarina Malik Fadjar; Sholehuddin
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/annas.6.1.23-30

Abstract

Rendahnya keberlanjutan pendidikan anak di wilayah pesisir menjadi persoalan penting karena dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang didominasi oleh sektor informal, serta kuatnya pengaruh budaya dan lingkungan sosial dalam pengambilan keputusan keluarga terkait pendidikan. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya informatif, tetapi juga persuasif, kontekstual, dan selaras dengan nilai-nilai religius masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak pesisir dan masyarakat di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram tentang pentingnya melanjutkan pendidikan melalui pendekatan berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Mitra pengabdian meliputi anak-anak pesisir dan ibu posyandu setempat yang berperan sebagai penguat nilai dalam keluarga sekaligus agen perubahan sosial di masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui sosialisasi dan ceramah interaktif, diskusi dan tanya jawab, motivational sharing, pendekatan keagamaan, serta bermain sambil belajar melalui aktivitas Papan Harapan Anak Pesisir (Gantungkan Cita-Cita). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Integrasi nilai-nilai AIK terbukti memperkuat penerimaan masyarakat terhadap pesan edukatif, mendorong perubahan pola pikir secara lebih persuasif, serta membangun kesadaran kolektif untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Oleh karena itu, pendekatan religius berbasis AIK disarankan untuk terus dikembangkan sebagai strategi untuk memperkuat kesadaran pendidikan di masyarakat pesisir.
Implementasi Play-Based Learning Dalam Kurikulum Merdeka Untuk Meningkatkan Literasi Dan Numerasi Di Sekolah Dasar Nurul Nujum; Sri Imawati; Muhamad Sofian Hadi; Dien Nurmarina Malik Fadjar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/9st3ep83

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah, masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan Indonesia. Kondisi ini semakin krusial pada masa transisi siswa dari pendidikan anak usia dini ke sekolah dasar yang menuntut pendekatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Kurikulum Merdeka hadir dengan penekanan pada penguatan literasi dan numerasi melalui pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik, salah satunya melalui pendekatan Play-Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Play-Based Learning dalam Kurikulum Merdeka serta menganalisis perannya dalam menguatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas I Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas I, siswa kelas I, dan kepala sekolah di SD Negeri 13 Kota Sorong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sebagai upaya menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Play-Based Learning dalam Kurikulum Merdeka dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang kontekstual, penggunaan aktivitas bermain yang terstruktur, serta peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Play-Based Learning terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif, menumbuhkan minat belajar, serta mendukung perkembangan literasi melalui aktivitas membaca, menulis, dan berkomunikasi, serta penguatan numerasi melalui pemahaman konsep angka dan operasi sederhana secara konkret. Faktor pendukung utama implementasi Play-Based Learning meliputi fleksibilitas kurikulum, kreativitas guru, dan lingkungan belajar yang kondusif, sementara keterbatasan waktu dan variasi kemampuan siswa menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Play-Based Learning merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam mendukung penguatan literasi dan numerasi siswa kelas I SD dalam konteks Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna serta menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengkaji implementasi Play-Based Learning pada konteks dan jenjang pendidikan yang lebih luas.
Kesiapan Masuk SD dalam Kebijakan SPMB: Sintesis Ekologis tentang Transisi PAUD-SD Dien Nurmarina Malik Fadjar; Maila Dinia Husni Rahiem
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1682

Abstract

Transisi PAUD-SD penting dibahas karena keputusan masuk sekolah memengaruhi hak anak, kesejahteraan psikologis, dan mutu pembelajaran kelas awal. Artikel ini bertujuan mensintesis konsep kesiapan masuk SD dalam kebijakan SPMB serta merumuskan implikasi transisi berbasis ekosistem perkembangan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif-integratif; subjek kajian berupa 48 sumber yang mencakup artikel jurnal, buku teori perkembangan, dokumen kebijakan, dan pedoman lembaga internasional. Data dikumpulkan melalui penelusuran terarah pada Scopus, Google Scholar, DOAJ, laman regulasi, dan situs lembaga internasional menggunakan matriks ekstraksi literatur dengan indikator dimensi anak, keluarga, sekolah, asesmen, dan kebijakan. Analisis dilakukan dengan pengkodean tematik dan sintesis komparatif. Hasil menunjukkan bahwa kesiapan sekolah mencakup regulasi diri, sosial-emosional, bahasa, motorik, kognitif, dukungan keluarga, dan kesiapan sekolah menerima keragaman anak. Implikasinya, SPMB perlu menegaskan asesmen multidimensi, masa transisi ramah anak, serta larangan calistung sebagai syarat penerimaan SD