Rendahnya keberlanjutan pendidikan anak di wilayah pesisir menjadi persoalan penting karena dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang didominasi oleh sektor informal, serta kuatnya pengaruh budaya dan lingkungan sosial dalam pengambilan keputusan keluarga terkait pendidikan. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya informatif, tetapi juga persuasif, kontekstual, dan selaras dengan nilai-nilai religius masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak pesisir dan masyarakat di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram tentang pentingnya melanjutkan pendidikan melalui pendekatan berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Mitra pengabdian meliputi anak-anak pesisir dan ibu posyandu setempat yang berperan sebagai penguat nilai dalam keluarga sekaligus agen perubahan sosial di masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui sosialisasi dan ceramah interaktif, diskusi dan tanya jawab, motivational sharing, pendekatan keagamaan, serta bermain sambil belajar melalui aktivitas Papan Harapan Anak Pesisir (Gantungkan Cita-Cita). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Integrasi nilai-nilai AIK terbukti memperkuat penerimaan masyarakat terhadap pesan edukatif, mendorong perubahan pola pikir secara lebih persuasif, serta membangun kesadaran kolektif untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Oleh karena itu, pendekatan religius berbasis AIK disarankan untuk terus dikembangkan sebagai strategi untuk memperkuat kesadaran pendidikan di masyarakat pesisir.
Copyrights © 2026