Musrikah Musrikah
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Penilaian Autentik (Authentic Assessment) dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Reni Sangadah; Musrikah Musrikah; Chusnul Chotimah
Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 3, No. 1 : Madrasah (January –June 2026)
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/mad.v3i1.226

Abstract

Learning Indonesian in elementary schools or madrasah ibtidaiyah requires an effective approach to comprehensively assess students’ abilities. One method that can be applied is authentic assessment, which emphasizes evaluation based on real-world contexts and students’ practical skills. Authentic assessment is becoming increasingly relevant in the context of Indonesian language learning. The Merdeka Curriculum encourages a more flexible and contextual approach, so authentic assessment can play a significant role in enhancing students’ understanding. The objective of this study is to identify authentic assessment strategies to improve Indonesian language learning in elementary schools/madrasah ibtidaiyah. The methodology used in this study is a qualitative approach employing library research. The results of the study indicate that authentic assessment has great potential to improve the quality of Indonesian language learning in elementary schools. Realistic and contextual implementation encourages students to think critically and creatively. Support from various parties is needed so that authentic assessment can be implemented effectively and bring about positive changes in education in Indonesia.
Pendekatan Inovatif dalam Pengajaran Keterampilan Berbicara SD/MI Shafa Qurratu A'yun; Maungi Dhotul Khasanah; Chusnul Chotimah; Musrikah Musrikah
Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 2, No. 2 : Madrasah (Juli - Desember 2025)
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/mad.v2i2.222

Abstract

Speaking skills are basic skills that are important to develop early on because they play a major role in the communication process, academic success, and social development of students. However, teaching speaking skills at the elementary school level is still less than optimal and tends to be monotonous. This article discusses innovative approaches in teaching speaking skills in elementary schools, such as aesthetic speaking, conversation, purposeful speaking, and drama activities. Through a literature review, it was found that the application of creative learning strategies can increase students' active participation, self-confidence, and verbal expression skills. Teachers act as facilitators in creating a fun, interactive, and communicative learning atmosphere. Innovation in teaching speaking skills is a strategic step in strengthening students' communication competencies as a whole.
Analisis Butir Soal Sumatif Akhir Semester (SAS) Mata Pelajaran Matematika MTs Maftahul Ulum Karangsono Risa Erviana; Anisa'ul Fadilla; Sutopo Sutopo; Musrikah Musrikah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.3529

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis soal sumatif akhir semester siswa kelas VII MTs Maftahul Ulum Karangsono terkait uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan pemberian sumatif akhir semester kepada sampel. Soal yang diberikan terdiri atas 20 butir soal pilihan ganda, 15 butir soal pilihan ganda kompleks, dan 5 butir soal benar-salah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sejumlah 15 butir soal (37,5%) kategori valid. Adapun instrumen butir SAS jenis pilihan ganda merupakan data reliabel. Dari analisis tingkat kesukaran diperoleh 17 butir soal bernilai sukar, 22 butir soal bernilai sedang, dan 1 soal bernilai mudah. Analisis daya pembeda SAS diperoleh 3soal memiliki daya beda sangat baik, 12 soal baik, 16 soal cukup, 7 soal  rendah, dan 2 soal memiliki daya pembeda negatif / tertolak. Sedangkan efektivitas pengecoh butir soal pilihan ganda memiliki 10 butir soal pengecoh sangat baik, 4 butir soal pengecoh baik, 2 butir soal pengecoh cukup, 1 butir soal pengecoh buruk, dan 3 butir soal pengecoh sangat buruk.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Fungsi Berdasarkan Hasil Asesmen Diagnostik Nanda Nur Indah Kamilatur Rosidah; Lutfi Fatma Hilmasari; Vina Shofwatul Munawaroh; Sutopo Sutopo; Musrikah Musrikah
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui asesmen diagnostik materi relasi dan fungsi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab Pethuk dengan subjek penelitian kelas VIII. Metode yang digunakan adalah diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan observasi, tes serta wawancara. Instrumen penelitian ini adalah soal asesmen diagnostik, soal tes, dan pedoman wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis yang berbeda pada tiga subjek penelitian. siswa tingkat kognitif tinggi telah menguasai semua indikator pemecahan masalah matematis. Siswa dengan tingkat kognitif sedang memenuhi tiga indikator pemecahan masalah matematis, kemudian siswa dengan tingkat kognitif rendah tidak memenuhi semua indikator pemecahan masalah matematis.