Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Penegakan Hukum Pidana Pemilu dalam Mewujudkan Pemilu Jujur, Adil, dan Berintegritas: Optimising the Enforcement of Electoral Criminal Law to Achieve Honest, Fair and Integrity-Based Elections Irfan Yafie Muhariza; Siti Naidah; Yemima Hotmaria Purba
Jurnal Hukum Pidana Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Asosiasi Pengajar Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (ASPERHUPIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67468/jhpi.v3i1.50

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran hukum pidana dalam upaya mewujudkan pemilu yang jujur dan adil di Indonesia, sebuah pilar krusial bagi tegaknya demokrasi konstitusional yang berintegritas. Permasalahan fundamental yang kerap muncul dalam setiap gelaran pesta demokrasi seringkali berkaitan dengan berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi mencederai prinsip-prinsip keadilan dan kejujuran, mulai dari politik uang, kampanye hitam, hingga manipulasi suara. Oleh karena itu, kerangka hukum pidana menjadi instrumen esensial dalam menanggulangi dan memberikan efek jera terhadap perilaku-perilaku yang melanggar tersebut. Menggunakan metode penelitian hukum normatif, studi ini menganalisis regulasi terkait tindak pidana pemilu serta efektivitas penegakannya dalam praktik. Sumber data utama meliputi undang-undang, putusan pengadilan, dan literatur akademik yang relevan, guna mengidentifikasi celah hukum dan tantangan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perangkat hukum pidana telah tersedia, kompleksitas kasus dan tantangan koordinasi antarlembaga penegak hukum masih menjadi hambatan signifikan dalam optimalisasi penegakan hukum pidana pemilu. Lebih lanjut, kesadaran hukum masyarakat dan partisipasi aktif dalam mengawasi jalannya pemilu juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas aparat penegak hukum, revisi regulasi yang lebih adaptif terhadap modus operandi kejahatan pemilu yang terus berkembang, serta peningkatan pendidikan politik bagi masyarakat adalah langkah-langkah strategis yang harus ditempuh demi mencapai cita-cita pemilu yang benar-benar bersih, transparan, dan berintegritas.
SOSIALISASI STRATEGI BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN BAGI SISWA SD DI PADEMAWU-PAMEKASAN Muhammad Darrin Zuhri; Moh Kamaluddin; Irfan Yafie Muhariza; Rachmat Akbar; Vidyadhara Prawiratama Nugraha
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.9227

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris pada jenjang sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membangun kemampuan bahasa asing siswa di masa depan. Namun, proses pembelajaran di banyak sekolah dasar masih cenderung konvensional, berpusat pada guru, dan kurang memanfaatkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan strategi belajar Bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas IV dan V dengan melibatkan guru kelas melalui metode penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, permainan edukatif, dan evaluasi sederhana. Strategi yang diperkenalkan meliputi metode Total Physical Response (TPR), pembelajaran berbasis permainan (game-based learning), serta pemanfaatan media visual dan audio. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengenali dan mengucapkan kosakata dasar Bahasa Inggris. Selain itu, guru memperoleh wawasan baru mengenai variasi metode pembelajaran yang mudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih komunikatif, aktif, dan menyenangkan di sekolah dasar.