Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

A COMPARATIVE STUDY BETWEEN THE CUSTOMARY INHERITANCE LEGAL SYSTEM OF THE COMMUNITY AND THE ISLAMIC INHERITANCE LEGAL SYSTEM ON INHERITANCE DISTRIBUTION IN MUKOMUKO CITY DISTRICT OF MUKOMUKO REGENCY Vidyadhara Prawiratama Nugraha; Andry Harijanto; Akhmad Muslih
Bengkoelen Justice : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 13 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jbengkoelenjust.v13i1.27804

Abstract

The writing of this research aims to: (1) understand and explain the inheritance distribution system according to the customary inheritance law of the Mukomuko community; (2) understand and explain the inheritance distribution system according to the Islamic inheritance law; (3) understand, study, and compare between the customary inheritance system of the community and the Islamic inheritance legal system on the inheritance distribution. This research used a normative research method with a comparative approach. A comparative approach is an approach to investigate the similarities and differences in things, people, work procedures, ideas, and critics towards other people, groups, and people’s perspectives on a group, a country, or an event. This research revealed that: (1) the inheritance distribution system according to the clan customary inheritance law, either high heirloom property (known as Harta Pusaka Tinggi) or matrimonial property, is subjected to matrilineal principles (the inheritance right of daughters are greater than the sons); (2) the inheritance distribution system according to the Islamic inheritance system is subjected to Qur’an with patrilineal principles (the inheritance right of sons are greater than the daughters); (3) the comparison of inheritance distribution according to the customary legal system of the community and the Islamic inheritance legal system have some similarities and differences. Both systems have tangent points in which the customary law of the community is individual-collective which is under the matrilineal principles while the Islamic inheritance law is individual-bilateral which is under the patrilineal principles. Keywords: A comparative study, the customary inheritance law of the community, the Islamic inheritance law.
Kriminalisasi Jabatan Notaris: Telaah Terhadap Kesalahan dalam Pembuatan Akta Otentik: The Criminalization of the Notary Profession: An Analysis of Errors in the Preparation of Authentic Deeds Rachmat Akbar; Edytiawarman; Vidyadhara Prawiratama Nugraha
Jurnal Hukum Pidana Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Asosiasi Pengajar Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (ASPERHUPIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67468/jhpi.v3i1.49

Abstract

Perkembangan praktik kenotariatan modern menunjukkan adanya peningkatan risiko kriminalisasi terhadap jabatan notaris akibat perluasan penggunaan instrumen hukum pidana dalam sengketa yang berkaitan dengan akta autentik. Persoalan utama dalam penelitian ini terletak pada ketidakjelasan batas antara tanggung jawab administratif, etik, perdata, dan pidana notaris, khususnya ketika akta autentik digunakan dalam tindak pidana oleh para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif-doktrinal konsep kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap jabatan notaris dalam kaitannya dengan risiko kriminalisasi atas akta autentik, serta mengkaji batas pertanggungjawaban pidana notaris berdasarkan prinsip kesalahan, kewenangan formal, dan fungsi pembuktian akta autentik dalam sistem hukum Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan futuristik. Analisis dilakukan terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, KUHP Nasional, Undang-Undang Jabatan Notaris, serta doktrin dan teori hukum yang berkaitan dengan kepastian hukum, perlindungan hukum, kriminalisasi, dan pertanggungjawaban pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalisasi terhadap notaris lahir dari ketegangan antara hukum kenotariatan yang berbasis formalitas dengan hukum pidana yang cenderung memperluas pertanggungjawaban berdasarkan akibat hukum yang ditimbulkan oleh akta autentik. Notaris pada dasarnya hanya bertanggung jawab terhadap aspek formal akta dan tidak memiliki kewajiban untuk menjamin kebenaran materiil dari keterangan para penghadap. Namun, dalam praktik penegakan hukum, batas tersebut sering diabaikan sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan ketakutan profesi. Penelitian ini menemukan bahwa perlindungan hukum terhadap notaris harus ditempatkan dalam kerangka proporsionalitas antara kewenangan, tanggung jawab, dan fungsi sosial notaris guna menjaga kepastian hukum serta stabilitas sistem pembuktian hukum nasional.
LEGAL RECOGNITION OF METAVERSE PROPERTY RIGHTS AND THE TRANSFER OF VIRTUAL ASSETS IN INDONESIAN PRIVATE LAW Zico Junius Fernando; Mas Putra Zenno Januarsyah; Firdaus Arifin; Vidyadhara Prawiratama Nugraha; Fardana Kusumah
Indonesia Private Law Review Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/iplr.v7i1.5183

Abstract

Metaverse has transformed virtual assets into economically valuable objects that challenge conventional concepts of property under Indonesian private law. Although virtual assets such as cryptoassets, non-fungible tokens (NFTs), and metaverse property are widely traded, their legal status remains uncertain, creating ambiguity regarding ownership, transfer, and legal protection. This study examines the normative basis for recognizing virtual assets as objects of property rights within Indonesia's civil law system. Using a normative juridical method with a comparative approach, the study analyzes Indonesian private law alongside developments in England and Wales, Singapore, Japan, and the European Union. The findings demonstrate that virtual assets satisfy the defining characteristics of intangible property, including identifiability, exclusive control, transferability, and economic value, making them capable of recognition as objects of proprietary rights. The study further argues that blockchain-based transfers and smart contracts can operate as legally valid mechanisms for transferring ownership when supported by appropriate legal recognition. To strengthen legal certainty, Indonesia should recognize virtual assets as a distinct category of intangible property, adapt property law to digital transactions, strengthen proprietary remedies, and modernize dispute resolution and cross-border enforcement. These reforms would provide a coherent legal framework for protecting virtual assets and support the development of Indonesia's digital economy.
SOSIALISASI STRATEGI BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN BAGI SISWA SD DI PADEMAWU-PAMEKASAN Muhammad Darrin Zuhri; Moh Kamaluddin; Irfan Yafie Muhariza; Rachmat Akbar; Vidyadhara Prawiratama Nugraha
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.9227

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris pada jenjang sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membangun kemampuan bahasa asing siswa di masa depan. Namun, proses pembelajaran di banyak sekolah dasar masih cenderung konvensional, berpusat pada guru, dan kurang memanfaatkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan strategi belajar Bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas IV dan V dengan melibatkan guru kelas melalui metode penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, permainan edukatif, dan evaluasi sederhana. Strategi yang diperkenalkan meliputi metode Total Physical Response (TPR), pembelajaran berbasis permainan (game-based learning), serta pemanfaatan media visual dan audio. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengenali dan mengucapkan kosakata dasar Bahasa Inggris. Selain itu, guru memperoleh wawasan baru mengenai variasi metode pembelajaran yang mudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih komunikatif, aktif, dan menyenangkan di sekolah dasar.