Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENUNDAAN EKSEKUSI PUTUSAN PIDANA DAN PROBLEMATIKA KESETARAAN DI HADAPAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF TEORI KEADILAN JOHN RAWLS Novellita Sicillia Anggraini; Lily Solichul Mukminah Solichul Mukminah; Moh kamaluddin
Jurnal Yustitia Vol. 27 No. 1 (2026): YUSTITIA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penundaan hukuman mati yang mempunyai kekuatan hukum tetap menjadi salah satu isu dalam penegakan hukum pidana di Indonesia karena berkaitan dengan kepastian hukum dan prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law ). Praktik tersebut menimbulkan perhatian ketika terjadi perbedaan waktu atau mekanisme eksekusi terhadap terpidana yang memiliki status hukum yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan melakukan keterlambatan eksekusi kriminal dengan prinsip kesetaraan di hadapan hukum serta menilai legitimasi dan keadilannya berdasarkan teori keadilan John Rawls. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif dan sifat deskriptif analitis. Data penelitian diperoleh melalui kajian kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan doktrin hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pelaksanaan pidana pada dasarnya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu yang menyangkut aspek hukum, administratif, maupun kondisi tujuan terpidana. Namun, ketiadaan parameter yang jelas mengenai alasan, batas waktu, dan mekanisme tertundanya eksekusi berpotensi menimbulkan izin hukum serta memunculkan persepsi adanya perlakuan yang berbeda dalam pelaksanaan hukuman pidana. Dalam perspektif teori keadilan John Rawls, praktik berkepanjangan eksekusi dijelaskan melalui konsep keadilan sebagai fairness, original position, hijab of ketidaktahuan, prinsip kesetaraan kebebasan, kesetaraan kesempatan yang adil, dan prinsip perbedaan untuk menilai kesesuaian penggunaan kewenangan negara dengan prinsip kesetaraan, objektivitas, dan keadilan dalam penegakan hukum pidana. Kata kunci: . Eksekusi putusan, Penegakan hukum, Keadilan, Persamaan di depan hukum,
SOSIALISASI STRATEGI BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN BAGI SISWA SD DI PADEMAWU-PAMEKASAN Muhammad Darrin Zuhri; Moh Kamaluddin; Irfan Yafie Muhariza; Rachmat Akbar; Vidyadhara Prawiratama Nugraha
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.9227

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris pada jenjang sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membangun kemampuan bahasa asing siswa di masa depan. Namun, proses pembelajaran di banyak sekolah dasar masih cenderung konvensional, berpusat pada guru, dan kurang memanfaatkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan strategi belajar Bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas IV dan V dengan melibatkan guru kelas melalui metode penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, permainan edukatif, dan evaluasi sederhana. Strategi yang diperkenalkan meliputi metode Total Physical Response (TPR), pembelajaran berbasis permainan (game-based learning), serta pemanfaatan media visual dan audio. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengenali dan mengucapkan kosakata dasar Bahasa Inggris. Selain itu, guru memperoleh wawasan baru mengenai variasi metode pembelajaran yang mudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih komunikatif, aktif, dan menyenangkan di sekolah dasar.