Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Penanganan Stress Akademik pada Siswa SMA Negeri 1 Panyabungan Melalui Bimbingan dan Konseling Islam Febri Yanti Damayanti Nasution; Fitria Zalzabila; Laila Nur Sahwa; Nasli Agusti Sikumbang; Nur Saadah Lubis; Rizki Amanda
Simpati Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v4i2.2032

Abstract

Academic stress is one of the common problems students face due to various learning demands, such as piling up assignments, pressure to achieve, and difficulty managing study time. This study aims to describe the concept of handling academic stress in students at SMA Negeri 1 Panyabungan through Islamic guidance and counseling. The research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of interviews with teachers involved in guidance and counseling services at the school. The results of the study show that academic stress in students is marked by decreased concentration in studying, frequent lateness, not completing assignments, and a lack of motivation to study. The dominant contributing factors are lack of rest, academic pressure, and suboptimal self-management skills. Handling this is done through giving Islamic advice, study motivation, religious coaching, as well as guidance from both guidance counselors and teachers. The handling is done through giving Islamic advice, study motivation, religious guidance, and support from school counselors and religious teachers. The Islamic guidance and counseling approach is considered able to help students gain peace, increase study motivation, and form more positive behaviors in facing academic demands.
Implementasi Fungsi Perencanaan dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 131 Tanjung Fitria Zalzabila Zalzabila; Diana Diana; Nur Saadah Lubis; Uci Purnama Siregar; Kasman Kasman
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi fungsi perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 131 Tanjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap dua guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan pembelajaran telah diterapkan dengan baik melalui penyusunan tujuan pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP), pemilihan materi, metode, media, dan evaluasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Guru juga menyiapkan perangkat pembelajaran secara sistematis sebelum proses pembelajaran berlangsung. Faktor pendukung implementasi perencanaan pembelajaran meliputi kejelasan kurikulum, sarana prasarana, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu serta perbedaan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, implementasi fungsi perencanaan pembelajaran PAI di SD Negeri 131 Tanjung telah berjalan dengan baik dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. This study aims to examine the implementation of the instructional planning function in Islamic Religious Education (IRE) at SD Negeri 131 Tanjung. The study employed a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as interviews with two PAI teachers. The results indicate that instructional planning functions have been effectively implemented through the formulation of learning objectives based on Learning Outcomes (LO), the selection of content, methods, media, and assessments tailored to students’ needs. Teachers also prepared instructional materials systematically before the learning process began. Factors supporting the implementation of instructional planning included a clear curriculum, facilities and infrastructure, and the use of technology, while the inhibiting factors were time constraints and differences in student characteristics. Thus, the implementation of the instructional planning function for PAI at SD Negeri 131 Tanjung has been effective and supports the achievement of learning objectives.
Dari Warung Kopi untuk Masa Depan: Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini bagi Remaja di Desa Padang Garugur Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas Rini Safitri; Akhyar Akhyar; Nur Saadah Lubis; Hayqal Fadly Jumantan Siregar; Fitri Arfah; Nur Azizah; Muhammad Fathur Rohman Lubis; Citra Tiurnida Panggabean; Muhammad Pardamean Lubis; Fitria Zalzabila; Gina Aisyah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tz68b772

Abstract

Perkawinan dini atau perkawinan anak masih menjadi persoalan sosial yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak, keberlanjutan pendidikan, kesehatan reproduksi, kesiapan psikologis, serta masa depan ekonomi keluarga. Pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penyampaian informasi secara formal, tetapi membutuhkan ruang komunikasi yang dekat dengan kehidupan remaja dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai hak anak, konsekuensi perkawinan dini, pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, serta hukum dan kebijakan yang mengatur perkawinan. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, di Desa Padang Garugur, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, dengan pendekatan sosialisasi dan diskusi informal di warung-warung kopi yang menjadi ruang interaksi masyarakat setempat. Metode kegiatan meliputi identifikasi isu, penyusunan materi, pendekatan langsung kepada remaja, penyampaian informasi, diskusi, tanya jawab, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis ruang sosial sehari-hari dapat membuat pembahasan mengenai perkawinan dini lebih cair dan mudah diterima. Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan larangan menikah pada usia anak, tetapi juga menghubungkannya dengan hak memperoleh pendidikan, perlindungan dari kekerasan, kesehatan reproduksi, kesiapan mental dan ekonomi, serta ketentuan hukum. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi remaja untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan yang sebelumnya sulit dibicarakan dalam forum formal. Dengan demikian, sosialisasi berbasis komunitas melalui warung kopi dapat menjadi salah satu alternatif edukasi preventif yang sederhana, komunikatif, dan kontekstual dalam mendukung pencegahan perkawinan anak di tingkat desa.