Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendidikan Agama Islam dalam Konteks Globalisasi: Strategi untuk Membangun Pemahaman Keberagamaan yang Moderat Nur Azizah
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.7309

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) that support the development of a moderate religious understanding among students in the era of globalization. Globalization, which introduces foreign cultural values such as individualism and materialism, influences students’ religious perceptions, presenting challenges in maintaining their religious identity. Using a qualitative method involving in-depth interviews, participant observation, and document analysis of curriculum and teaching modules, this research finds that most teachers have attempted to apply discussion methods, case studies, and social simulations to instill values of moderation in PAI. The analysis reveals that although moderate values are beginning to be implemented, the PAI curriculum still predominantly emphasizes theoretical aspects, with limited scope for practical application of tolerance, inclusivity, and diversity in students’ social contexts. Meanwhile, discussion-based learning activities have proven effective in enhancing student engagement, encouraging critical thinking, and fostering openness to differences. This study recommends curriculum adjustments and teaching materials to make PAI learning more contextual and relevant, equipping students with a moderate religious perspective responsive to multicultural challenges in a globalized world
Kajian Literatur Mengenai Reliabilitas Soal Sebagai Instrumen Evaluasi Zulpan; Siti Alya Lubis; Nur Azizah; Hilya Sahri Ramadhani; Fadia Hannum; Naila Azmi Rangkuti
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6936

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memberikan penjelasan lebih komprehensif, jelas, lebih konstruktif tentang pemahaman reliabilitas secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur, yaitu mengidentifikasi, membandingkan, serta menganalisis dan menciptakan konstruksi dan konsep tentang pemahaman reliabilitas soal. Sumber data diambil dari artikel ilmiah dan buku relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian telah terbentuk konsep terstruktur terkait pemahaman reliabilitas, faktor-faktor mempengaruhi reliabilitas, hubungan reliabilitas dan validitas dan teknik pengujian reliabilitas. Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemahaman lebih komprehensif mengenai pentingnya reliabilitas soal untuk mendukung kualitas evaluasi pembelajaran.
Implementation of Online Single Submission (OSS) in the Framework of Acceleration of Business Licensing at the One-Door Integrated Investment and Service Services Office (DPMPTSP) Mandailing Natal Jureid Jureid; Muhammad Rasyid Siregar; Nur Hanipah Nasution; Nur Azizah; Riski Pardomuan; Ridwanda Sapikri; Candra Husein
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v4i3.245

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Online Single Submission (OSS) to accelerate business licensing at the Mandailing Natal Regency Investment and One-Stop Integrated Services Agency (DPMPTSP). The study used a qualitative approach with descriptive methods to in-depth describe the OSS implementation mechanism, supporting and inhibiting factors, and its effectiveness in accelerating licensing services. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the implementation of the OSS has significantly changed the licensing service system from a manual pattern to an integrated digital-based system. Issuance of Business Identification Numbers (NIB) for low-risk businesses can be done more quickly than the previous system. However, the acceleration of services is not fully optimal for medium- and high-risk businesses because they still require fulfillment of commitments and additional technical verification. Supporting factors for OSS implementation include regulatory support, apparatus commitment, availability of infrastructure, and increased awareness of business actors. Meanwhile, inhibiting factors include limited internet networks, national system disruptions, low public digital literacy, and administrative constraints. Overall, OSS has contributed to the acceleration of business licensing in Mandailing Natal Regency, but still requires optimization in technical aspects and increasing the capacity of service users.
Fungsi Bagas Godang dan Sopo Godang sebagai Media Pendidikan Nilai dan Moral pada Generasi Muda Mandailing Nuratikah; Manna Khoiri; Rosdelima Rangkuti; Dina Astika Siregar; Nur Azizah; Rahmi Wahyuni
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/akrhsb96

Abstract

This study aims to examine and analyze the role of Bagas Godang and Sopo Godang as instruments for moral and value education among Mandailing youth in the effort to preserve local wisdom and shape the character of the next generation. The background of this research stems from the declining understanding of young generations toward the noble values of Mandailing customs, particularly those reflected in the social system and traditional architecture of these two structures. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through field observations, in-depth interviews with traditional leaders, community members, and youth, as well as analysis of various Mandailing cultural documents. The findings reveal that Bagas Godang and Sopo Godang are not merely historical buildings but also serve as social educational symbols rich in moral values such as mutual cooperation, deliberation, respect for elders, responsibility, and togetherness. Their role within the customary structure holds educational meaning that can be integrated into both formal and non-formal education systems as a medium for instilling national character. Thus, preserving the values embedded in Bagas Godang and Sopo Godang through value-based education is an essential step in maintaining the cultural identity of the Mandailing community and strengthening the moral foundation of the younger generation amid the challenges of globalization
Moderasi Beragama Melalui Pengajian Rutin Masyarakat di Desa Siantona Rahma Siregar; Rizka Ayu Nasution; Nur Azizah; Majidah; Dian Hidayat; Nanda Auliadi; Riska Sofi Yanti; Muhammad Rasyid Siregar; Ahmad Sahril; Ali Yusron
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v2wcfd59

Abstract

Salah satu masalah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah moderasi beragama, mengingat banyaknya agama, budaya, suku, dan adat istiadat di negara ini. Seseorang dapat menggambarkan moderasi beragama sebagai sikap tengah dalam menjalankan ajaran agama. Artinya tidak berlebihan (ekstrem kanan) atau mengabaikan ajaran (ekstrem kiri), tetapi mengambil jalan tengah yang mengutamakan toleransi, keseimbangan, dan keadilan. Penguatan prinsip moderasi beragama dalam masyarakat pedesaan dapat dicapai melalui penerapan pendekatan kultural dan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengajian rutin masyarakat di Desa Siantona adalah contoh nyata dari kegiatan tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengajian rutin di Desa Siantona dapat menjadi cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat. Pengajian mingguan tidak hanya membantu orang belajar lebih banyak tentang agama tetapi juga membangun masyarakat yang lebih toleran dan inklusif. Pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh agama, tokoh dan peserta masyarakat pengajian, serta dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengajian teratur di Desa Siantona membantu meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat. Para ustaz dan tokoh agama tidak hanya membahas ibadah mahdhah mereka juga membahas hubungan ajaran Islam dengan kehidupan masyarakat, pentingnya mempertahankan persatuan, menghargai perbedaan, dan menolak kekerasan atas nama agama. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya forum diskusi keagamaan yang sehat di mana masyarakat dapat mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama untuk masalah yang dihadapi sehari-hari.  Pengajian teratur di Desa Siantona juga membantu mempererat hubungan warga. Kegiatan ini mengajarkan masyarakat untuk berinteraksi secara damai, saling menghormati, dan menghindari konflik yang mungkin terjadi. Komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan pengakuan terhadap kearifan lokal adalah beberapa nilai moderasi umat yang ditanamkan melalui pengajaran secara teratur. Pada akhirnya, semua nilai ini membentuk kesadaran masyarakat bahwa agama datang untuk membawa kedamaian, bukan perpecahan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengajian teratur yang dilakukan oleh masyarakat Desa Siantona memainkan peran penting dalam menginternalisasi prinsip moderasi beragama. Pengajian tidak hanya memberi orang lebih banyak pemahaman tentang agama mereka, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk memastikan adanya keseimbangan sosial di tengah keberagaman. Pengajian ini dapat digunakan sebagai contoh atau model bagi desa lain untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan harmonis.  
Edukasi Pernikahan Dini sebagai Upaya Pencegahan dan Peningkatan Kesadaran Remaja di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan Lely Afriani; Muhammad Ramadhan Pratama; Ahmad Husein; Eka Abelia Putri; Siti Wardah; Nur Azizah; Yenni Asrifah; Muhammad Sibaweh Ridwan; Dandy Setyawan Siregar; Lia Agustina Damanik
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ajrp5772

Abstract

Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang masih marak terjadi, khususnya di wilayah pedesaan, dan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi remaja maupun masyarakat. Faktor-faktor penyebabnya bersifat multidimensional, meliputi keterbatasan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, minimnya pemahaman kesehatan reproduksi, serta kuatnya pengaruh budaya dan norma sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya pernikahan dini, meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pendidikan, serta mendorong pencegahan pernikahan usia dini di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan. Metode pelaksanaan meliputi seminar, diskusi interaktif, serta penyuluhan dengan melibatkan tokoh masyarakat, orang tua, dan pelajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dari aspek kesehatan, psikologis, dan sosial, serta tumbuhnya motivasi remaja untuk menunda pernikahan hingga siap secara mental, fisik, dan ekonomi. Dengan demikian, edukasi pernikahan dini berperan penting sebagai langkah preventif yang dapat menekan angka pernikahan dini, sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan berkualitas.