Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Pemuda-Pemudi Lampung Sai Batin Terhadap Pergeseran Tradisi Sebambangan di Era Modern (Pekon Turgak Kabupaten Lampung Barat) Jesi Devialita; Hermi Yanzi; Edi Siswanto; Berchah Pitoewas; Abdul Halim
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 4 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze in-depth the perceptions of young men and women in Saibatin Lampung regarding the shift in the Sebambangan tradition in the modern era, particularly in the Turgak Village area of ​​West Lampung Regency. This study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation involving informants from among the youth and local traditional leaders. The results indicate that most young men and women disagree with the practice of the Sebambangan tradition in the modern era. This is based on the perception that its current implementation often deviates from original customary rules, is prone to triggering social conflict between families, and is considered out of step with current developments, educational levels, and the economic rationality of today's youth. Nevertheless, a small number of informants still accept the tradition with the following conditions: its implementation must return to strict customary guidelines and prioritize communication to avoid harming any party. The Sebambangan tradition is undergoing a significant paradigm shift among young people. This phenomenon indicates the need for adaptation efforts and cultural dialogue to prevent the noble values ​​of custom and local identity from being completely eroded by the dynamics of modernization.
Pergeseran Tradisi Sebambangan di Menggala Tulang Bawang Studi Kasus Kesalahan dalam Penerapannya Herbiyansa Hermansyah; Dhefa Ardhelia Kusnadi; Jesi Devialita; Susilo Susilo; Teki prasetyo sulaksono
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/vnpxfq04

Abstract

Sebambangan adalah tradisi pernikahan adat Lampung yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Namun, dalam perkembangannya, praktik ini mengalami pergeseran makna, terutama di Menggala, Tulang Bawang, yang menyebabkan berbagai permasalahan sosial dan hukum. Kesalahpahaman antarbudaya, modernisasi, serta kurangnya pemahaman generasi muda terhadap nilai adat menyebabkan tradisi ini sering disalahartikan dan berujung pada konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab pergeseran makna Sebambangan, dampak sosial yang ditimbulkan, serta merumuskan solusi agar tradisi ini tetap lestari tanpa bertentangan dengan norma hukum yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi ini berfokus pada kasus di Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, di mana praktik Sebambangan berujung pada pelaporan ke pihak berwajib karena keluarga wanita, yang berasal dari latar belakang budaya Jawa, tidak memahami tradisi ini dan menganggapnya sebagai penculikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi, minimnya edukasi adat, dan faktor ekonomi menjadi penyebab utama penyimpangan dalam praktik Sebambangan. Pergeseran ini menimbulkan berbagai dampak, seperti konflik keluarga, pernikahan di bawah umur, serta pelanggaran hukum. Dengan demikian agar Sebambangan tetap lestari tanpa menimbulkan dampak negatif, diperlukan upaya kolektif dari masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam memberikan edukasi adat serta merancang regulasi yang dapat menjaga keseimbangan antara tradisi dan hukum negara.