Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN KARANG TARUNA DALAM PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI ETIKA BERBANGSA DAN BERNEGARA DI DESA SARI BAKTI KECAMATAN SEPUTIH BANYAK Abdul Rozak; Hermi Yanzi; Edi Siswanto
Journal of Social Science Education Vol 3, No 1 (2022): Vol 3, No 1 (2022) Journal of Social Education
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the influence of youth activities in the practice of Pancasila values as national and state ethics. The method used in this research is descriptive with a quantitative approach, and the number included in the population is 65 respondents, members of the taruna group. The sample used is a member of the youth organization which is then interpreted according to the data that has been presented. From the research results, it is known that the significance value (Sig.) of 0.000 is less than the probability of 0.05 and the thitung of 6.914 is greater than the ttabel of 0.2075. Then H1 and H0 accepted and is rejected. Thus, it can be concluded that there is an influence of youth activities in the practice of Pancasila values as national and state ethics in Sari Bakti village, Seputih Banyak sub-district. Keywords: Youth Organization, Pancasila, Youth Organization
Persepsi Masyarakat Terhadap Hak Memilih Dalam Demokrasi pada Pemilu Kepala Pekon Dean Yuniaswati; Berchah Pitoewas; Edi Siswanto
JALAKOTEK: Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 1, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v1i1.2057

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap hak memilih dalam demokrasi pada pemilu kepala pekon di Pekon Kusa Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah 96 responden. Alat bantu untuk menganalisis data pada penelitian ini yaitu menggunakan SPSS versi 25 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat pekon Kusa terhadap hak memilih adalah cenderung positif. Masyarakat paham mengenai konsep hak memilih sehingga merasakan keuntungan bagi masyarakat yang paham akan konsep hak memilih, dengan begitu mereka paham sekali maksud dan tujuan mereka bahwa memilih merupakan hal yang dapat dikatan wajib untuk terlaksananya demokrasi yang baik pada Pekon Kusa Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Selain itu, tanggapan masyarakat yang positif juga memberikan dampak terhadap berhasilnya atau terlaksana nya pemilihan kepala pekon tersebut. Setelah mereka kooperatif mayoritas mengikuti pelaksanaan pemilhan kepala pekon, masyarakat berharap dengan terpilihnya kepala pekon yang baru itu dapat memberi perubahan yang lebih baik lagi untuk kepentingan Bersama di Pekon Kusa Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus.
Efektivitas Kegiatan Sekolah Jumpa Berkah (Jumat Pagi Bersih, Taqwa, dan Sedekah) Terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Siswa Laili Fauziah; Yunisca Nurmalisa; Edi Siswanto
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i1.2061

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melihat bagaimana efektivitas kegiatan Jumpa Berkah (Jumat Pagi Bersih, Taqwa dan Sedekah) terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Siswa di SMP Negeri 1 Melinting. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII dan IX di SMP Negeri 1 Melinting yang berjumlah 79 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan wawancara. Serta teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan Microsoft Excell dan SPSS v25. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujuan hipotesis yang dilakukan mengenai Efektivitas Kegiatan sekolah Jumpa Berkah (Jumat Pagi Bersih, Taqwa dan Sedekah) Terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Di SMP Negeri 1 Melinting, dapat disimpulkan bahwa Kegiatan sekolah Jumpa Berkah (Jumat Pagi Bersih, Taqwa dan Sedekah) efektif diterapkan guna menginternalisasikan nilai-nilai Karakter siswa di SMP Negeri 1 Melinting. Dengan adanya pengaruh positif tersebut, maka Kegiatan sekolah Jumpa Berkah (Jumat Pagi Bersih, Taqwa dan Sedekah) berperan dalam internalisasi nilai-nilai karakter siswa. Nilai-nilai karakter tersebut antara lain, peduli kebersihan, peduli sesama, disiplin, religius dan tanggung jawab. Nilai karakter tersebut menunjukan nilai karakter yang efektif diinternalisasi kepada siswa melalui kegiatan Kegiatan sekolah Jumpa Berkah (Jumat Pagi Bersih, Taqwa dan Sedekah) dalam penelitian ini dengan presentase efektif sebesar 43,5%.
Makna Sosial dan Dinamika Budaya Upacara Adat Nguruk Diway Pada Masyarakat Adat Lampung Pepadun Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara Erni Yanti; Muhammad Mona Adha; Edi Siswanto; Yunisca Nurmalisa; Abdul Halim
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i2.73033

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami makna sosial dan dinamika budaya dalam pelaksanaan upacara adat sebagai bagian dari keberlangsungan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial dan dinamika budaya dalam upacara adat Nguruk Diway pada masyarakat adat Lampung Pepadun di Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Subjek penelitian meliputi tokoh adat, pelaku upacara, dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan Nguruk Diway. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna sosial Nguruk Diway tercermin dalam simbol-simbol adat, praktik gotong royong, musyawarah, penghormatan terhadap garis keturunan, serta penguatan identitas sosial melalui pemberian gelar adat (adok). Dinamika budaya terlihat dari adanya penyesuaian pelaksanaan upacara terhadap kondisi ekonomi, keterlibatan generasi muda, serta pengaruh modernisasi. Kesimpulannya, Nguruk Diway merupakan sarana integrasi sosial dan pewarisan nilai budaya yang tetap adaptif tanpa kehilangan esensi adat.
Penguatan Identitas Budaya Lokal Melalui Sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam Kajian Sosiologi Hukum pada Peserta Didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung Atikah Ramadhani; Edi Siswanto; Zaskia Falia Putri; Fina Tri Nur Maharani; Irma Yunita; Komang Windasari; Ratri Pramudita; Della Soraya; Adinda Salsabila Rizki Oktavia; Najua Fauzani; Nourel Islamay Diandra; Yashinta Zahra Alfitri; Raden Muhammad Setiawan; Teki Prasetyo Sulaksono
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/aq722a61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan identitas budaya lokal melalui sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam kajian sosiologi hukum pada peserta didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Program Kamis Ber-Adat merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang mendorong penggunaan Bahasa Lampung dan pemakaian atribut budaya daerah sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan penyebaran angket kepada peserta didik kelas X.6 dan X.7 SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif melalui perhitungan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi Program Kamis Ber-Adat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran budaya peserta didik. Sebagian besar siswa memahami tujuan program serta menyadari pentingnya Bahasa Lampung sebagai identitas budaya daerah yang perlu dilestarikan. Program ini juga berperan sebagai sarana rekayasa sosial yang membentuk kesadaran budaya melalui proses pembiasaan di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, penggunaan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi kendala berupa rendahnya pembiasaan di lingkungan keluarga, dominasi penggunaan Bahasa Indonesia, serta pengaruh globalisasi dan media digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Kamis Ber-Adat sehingga pelestarian budaya Lampung dapat berjalan secara berkelanjutan.  
Persepsi Pemuda-Pemudi Lampung Sai Batin Terhadap Pergeseran Tradisi Sebambangan di Era Modern (Pekon Turgak Kabupaten Lampung Barat) Jesi Devialita; Hermi Yanzi; Edi Siswanto; Berchah Pitoewas; Abdul Halim
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 4 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v4i1.4685

Abstract

This study aims to analyze in-depth the perceptions of young men and women in Saibatin Lampung regarding the shift in the Sebambangan tradition in the modern era, particularly in the Turgak Village area of ​​West Lampung Regency. This study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation involving informants from among the youth and local traditional leaders. The results indicate that most young men and women disagree with the practice of the Sebambangan tradition in the modern era. This is based on the perception that its current implementation often deviates from original customary rules, is prone to triggering social conflict between families, and is considered out of step with current developments, educational levels, and the economic rationality of today's youth. Nevertheless, a small number of informants still accept the tradition with the following conditions: its implementation must return to strict customary guidelines and prioritize communication to avoid harming any party. The Sebambangan tradition is undergoing a significant paradigm shift among young people. This phenomenon indicates the need for adaptation efforts and cultural dialogue to prevent the noble values ​​of custom and local identity from being completely eroded by the dynamics of modernization.
PERANAN GEREJA DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA JEMAAT DITENGAH MASYARAKAT PLURALISME Natanael Sitinjak; Ana Mentari; Edi Siswanto; M. Mona Adha; Abdul Halim
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i1.7835

Abstract

Indonesia is a country with a high level of diversity in terms of ethnicity, culture, religion, and language, which necessitates the strengthening of Pancasila values to maintain harmony and unity. However, in the era of globalization and digitalization, the internalization of Pancasila values still faces various challenges, including within religious institutions. This study aims to analyze the role of the Pentecostal Church in Indonesia (GPdI) El-Shaddai Purbolinggo, East Lampung, in strengthening Pancasila values within a pluralistic society. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The theoretical framework is based on structural functionalism, social construction, and role theory, which position the church as an agent of socialization and value transformation within society. The findings reveal that GPdI El-Shaddai Purbolinggo plays an active role as a social transformation agent by integrating Pancasila values into worship activities, sermons, faith education, and social services. The process of internalizing these values is carried out not only cognitively but also through social practices, interactions, and the exemplary conduct of church leaders in the daily lives of congregants. Sociologically, these findings indicate that the church makes a significant contribution to strengthening social cohesion, solidarity, and tolerance within a pluralistic society. The implications of this study emphasize that reinforcing Pancasila values is not solely the responsibility of the state but also requires the active involvement of religious institutions as strategic actors in fostering social integration and sustaining national unity.
ANALISIS PENERAPAN APLIKASI SI LAMTIM BERJAYA SEBAGAI WUJUD E-GOVERNMENT DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK Hikmah Nur Azizah; Edi Siswanto; Hermi Yanzi; Devi Sutrisno Putri; Febra Anjar Kusuma
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13583

Abstract

This study examines the implementation of the Si Lamtim Berjaya application as a form of e-government in improving public service delivery in East Lampung Regency. The problem addressed in this research is the suboptimal utilization of the application by the community despite its availability to facilitate administrative services. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the application, assess community participation in its use, and identify the supporting and inhibiting factors affecting its optimization. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation involving government officials and community members. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques, supported by source and method triangulation to ensure validity. The results indicate that the Si Lamtim Berjaya application has contributed positively to improving public services by enhancing accessibility, efficiency, and transparency. However, community participation remains uneven due to limited digital literacy, technical issues within the system, and persistent preferences for conventional service methods. Supporting factors include ease of access, time efficiency, and government socialization efforts. In conclusion, while the application demonstrates the potential of e-government in public service improvement, further optimization is required, particularly in strengthening digital literacy and system reliability to achieve more effective and inclusive service delivery.
PERANAN TOKOH ADAT DALAM MELESTARIKAN ADAT LAMPUNG SAI BATIN DI KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG Abdul Halim; Berchah Pitoewas; Edi Siswanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13649

Abstract

The challenge faced is the potential extinction of Adat Lampung Sai Batin in Pesisir Barat Regency due to social, economic, and technological changes that threaten the continuity of cultural traditions. This condition has reduced cultural understanding and practice, while widening the gap between the younger generation and traditional leaders, which may lead to the loss of traditional values. The main objective of this study is to preserve and maintain the authenticity of Adat Lampung Sai Batin through the involvement of traditional leaders in reviving customary practices, strengthening community understanding, and passing on Lampung cultural heritage to future generations. The targets include increasing community awareness and participation, empowering traditional leaders as agents of cultural preservation, and developing educational programs to improve public understanding of Adat Lampung Sai Batin. The methods used include training, workshops, awareness campaigns, and collaboration with local government to integrate Lampung cultural elements into preservation efforts.