A’vi Amelia
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KONSEPTUAL MODEL PEMBELAJARAN TGT DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Amia Kasmila; Imam Syafe’I; A’La Nirotul Fikri; A’vi Amelia; Diah Irdiyana Rizqi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11519

Abstract

This study aims to examine the Teams Games Tournament (TGT) learning model from the perspective of Islamic education and its relevance to Islamic Religious Education (IRE) learning. The research employed a qualitative method using a library research approach. Data were collected through an extensive review of scholarly sources, including books, journal articles, and other relevant literature concerning cooperative learning and Islamic educational values. The findings indicate that the TGT model is highly suitable for implementation in IRE learning because it encourages active student participation, strengthens collaborative skills, enhances learning motivation, and contributes to improved academic achievement. Furthermore, the core principles embedded in the TGT model are consistent with Islamic teachings, particularly the values of ta’awun (mutual assistance), ukhuwah (brotherhood), and fastabiqul khairat (competing in doing good deeds). Through group-based activities, educational games, academic tournaments, and reward systems, the learning process becomes more engaging, interactive, and enjoyable for students. Therefore, the TGT model can serve as an effective instructional strategy for improving the quality of Islamic Religious Education while simultaneously fostering positive character development and healthy competitiveness among learners. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan pembelajaran kooperatif serta nilai-nilai pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa model TGT memiliki potensi yang besar untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI karena mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat kerja sama antarpeserta didik, menumbuhkan motivasi belajar, serta mendukung peningkatan hasil belajar. Selain itu, prinsip-prinsip yang terkandung dalam model TGT selaras dengan ajaran Islam, khususnya nilai ta’awun (tolong-menolong), ukhuwah (persaudaraan), dan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Implementasi kegiatan kelompok, permainan edukatif, turnamen akademik, dan pemberian penghargaan menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, model TGT dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak dan kompetitif secara positif.
Problema Pendidikan Islam di Sekolah Madrasah Amia Kasmila; A’la Nirotul Fikri; A’vi Amelia; Diah Irdiyana Rizqi; Jamal Fakhri
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.7749

Abstract

Pendidikan Islam di madrasah memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang berilmu dan berakhlak mulia. Namun, berbagai tantangan yang dihadapi madrasah masih memengaruhi kualitas penyelenggaraan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problem pendidikan Islam di madrasah serta mengidentifikasi solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai jurnal, buku, dan literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem pendidikan Islam di madrasah meliputi kompetensi guru yang belum optimal, kurikulum yang kurang adaptif, lemahnya manajemen kelembagaan, keterbatasan transformasi digital, serta tantangan perubahan sosial yang memengaruhi karakter peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, penguatan manajemen madrasah, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan pendidikan karakter. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan Islam memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MODERN A’la Nirotul Fikri; Achi Rinaldi; Amia Kasmia; Diah Irdiyana Rizqi; A’vi Amelia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11983

Abstract

Moral education is one of the essential aspects of Islamic education that plays a significant role in shaping student’s character and personality in accordance with Islamic values. However, the development of the modern era, characterized by advances in information technology, globalization, and social change, has brought various moral challenges that influence the behavior of younger generations. This study aims to examine the concept of moral education in the Qur’an and analyze its relevance to Islamic Religious Education (PAI) learning in the modern era. This research employed a qualitative approach using a library research method. The data were collected through documentation studies of the Qur’an, Qur’anic commentaries (tafsir), books, and relevant scholarly journals. Data analysis was conducted using content analysis through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the concept of moral education in the Qur’an encompasses moral conduct toward Allah, oneself, parents, and fellow human beings. The moral values contained therein include honesty, responsibility, trustworthiness, patience, humility, and respect for others. The concept of moral education in the Qur’an is highly relevant to Islamic Religious Education learning in the modern era, as it can serve as a foundation for strengthening students’ character education and fostering a generation that is faithful, morally upright, and capable of facing the challenges of contemporary society. ABSTRAK Pendidikan akhlak merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam yang berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Namun, perkembangan era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan perubahan sosial telah menghadirkan berbagai tantangan moral yang memengaruhi perilaku generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur'an serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur'an mencakup akhlak kepada Allah Swt., akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada orang tua, dan akhlak kepada sesama manusia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi kejujuran, tanggung jawab, amanah, kesabaran, rendah hati, dan sikap menghormati orang lain. Konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur'an memiliki relevansi yang kuat terhadap pembelajaran PAI di era modern karena dapat menjadi landasan dalam penguatan pendidikan karakter peserta didik sehingga mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.