Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH DALAM QS. AL-AN’AM [6]: 102–103 DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SMP: Abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka Diah Irdiyana Rizqi; Amia Kasmila; Ainal Gani; Muhammad Akmansyah; Amirudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan akidah yang terkandung dalam QS. Al-An’am [6]: 102–103 serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu’i) dan tafsir tarbawi. Sumber data penelitian mencakup kitab tafsir klasik dan modern seperti Tafsir al-Maraghi, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir al-Mishbah, serta literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. Al-An’am [6]: 102–103 mengandung nilai-nilai utama pendidikan akidah, yaitu: pengakuan terhadap keesaan Allah (tauhid uluhiyah), kesadaran akan kekuasaan dan pemeliharaan Allah atas seluruh makhluk (tauhid rububiyah), dan kesadaran spiritual akan keterbatasan manusia dalam memahami hakikat ketuhanan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi signifikan dalam pembelajaran PAI di SMP, khususnya dalam penguatan iman, pembentukan karakter religius, serta pengembangan kesadaran spiritual peserta didik. Integrasi nilai-nilai akidah ke dalam proses pembelajaran dapat diwujudkan melalui pendekatan kontekstual, keteladanan guru, dan kegiatan reflektif yang menumbuhkan hubungan spiritual antara peserta didik dan Allah Swt.
ANALISIS KONSEPTUAL MODEL PEMBELAJARAN TGT DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Amia Kasmila; Imam Syafe’I; A’La Nirotul Fikri; A’vi Amelia; Diah Irdiyana Rizqi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11519

Abstract

This study aims to examine the Teams Games Tournament (TGT) learning model from the perspective of Islamic education and its relevance to Islamic Religious Education (IRE) learning. The research employed a qualitative method using a library research approach. Data were collected through an extensive review of scholarly sources, including books, journal articles, and other relevant literature concerning cooperative learning and Islamic educational values. The findings indicate that the TGT model is highly suitable for implementation in IRE learning because it encourages active student participation, strengthens collaborative skills, enhances learning motivation, and contributes to improved academic achievement. Furthermore, the core principles embedded in the TGT model are consistent with Islamic teachings, particularly the values of ta’awun (mutual assistance), ukhuwah (brotherhood), and fastabiqul khairat (competing in doing good deeds). Through group-based activities, educational games, academic tournaments, and reward systems, the learning process becomes more engaging, interactive, and enjoyable for students. Therefore, the TGT model can serve as an effective instructional strategy for improving the quality of Islamic Religious Education while simultaneously fostering positive character development and healthy competitiveness among learners. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan pembelajaran kooperatif serta nilai-nilai pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa model TGT memiliki potensi yang besar untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI karena mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat kerja sama antarpeserta didik, menumbuhkan motivasi belajar, serta mendukung peningkatan hasil belajar. Selain itu, prinsip-prinsip yang terkandung dalam model TGT selaras dengan ajaran Islam, khususnya nilai ta’awun (tolong-menolong), ukhuwah (persaudaraan), dan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Implementasi kegiatan kelompok, permainan edukatif, turnamen akademik, dan pemberian penghargaan menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, model TGT dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak dan kompetitif secara positif.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Sikap Anti-Bullying Siswa: Studi Pustaka Amia Kasmila; Agus Pahrudin; Nanang Supriadi; Ali Murtadho
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): April - June | SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v3i2.525

Abstract

This study aims to analyze Islamic Religious Education (PAI) learning strategies for developing students’ anti-bullying attitudes through a review of previous studies. Bullying in schools remains a significant concern because it can negatively affect students’ psychological well-being, social relationships, and learning environment. This study employed a qualitative approach using a library research method. Data were obtained from scientific journals, books, academic articles, and previous studies addressing PAI learning strategies, character education, and bullying behavior among students. Documentation was used as the data collection technique, while the data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that exemplary behavior (uswah hasanah), habituation of moral values, group discussions, integration of character education, and humanistic and communicative learning approaches play important roles in fostering anti-bullying attitudes. These strategies support the development of empathy, tolerance, responsibility, and mutual respect among students. Therefore, PAI serves not only as a medium for transmitting religious knowledge but also as a strategic instrument for character formation and bullying prevention. The study implies that schools and PAI teachers should systematically integrate anti-bullying values into classroom instruction, daily school routines, and student interactions to promote a safe, inclusive, and harmonious learning environment.