Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas areal perkebunan kopi dan produksi kopi terhadap volume ekspor kopi Indonesia selama periode 2004-2023. Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang berperan penting dalam perekonomian nasional karena menjadi sumber pendapatan petani, bahan baku industri, dan penyumbang devisa melalui kegiatan ekspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik, yaitu Statistik Kopi Indonesia 2023. Variabel penelitian meliputi luas areal perkebunan kopi, produksi kopi, dan volume ekspor kopi Indonesia. Analisis dilakukan dengan menyusun data tahunan, menyajikannya dalam tabel dan grafik, serta menafsirkan pola perkembangan setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas areal perkebunan kopi Indonesia mengalami fluktuasi, namun relatif stabil dalam jangka panjang. Produksi kopi juga berfluktuasi, tetapi secara umum menunjukkan kecenderungan meningkat, terutama setelah tahun 2016 dan mencapai titik tertinggi pada tahun 2021 sebesar 786.191 ton. Sementara itu, volume ekspor kopi Indonesia mengalami perubahan yang cukup besar, dengan capaian tertinggi pada tahun 2013 sebesar 534.023 ton dan penurunan pada tahun 2018 serta 2023. Temuan penelitian menunjukkan bahwa luas areal perkebunan dan produksi kopi berpengaruh terhadap volume ekspor kopi Indonesia, meskipun hubungan tersebut tidak selalu langsung karena ekspor juga dipengaruhi harga kopi dunia, kualitas produk, permintaan pasar internasional, nilai tukar, dan kebijakan perdagangan. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas, kualitas, pengelolaan perkebunan, dan strategi pemasaran internasional perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing ekspor kopi Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, perluasan pasar, peningkatan nilai tambah, dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.