Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis (SIG) Penyebaran Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jember Dengan Metode K-Means Clustering Savira Puteri Wulandari; Ervina Rachmawati; Sustin Farlinda; M. Choirur Roziqin
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i4.6109

Abstract

Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berdasarkan pencapaian hasil kinerja program DBD di Kabupaten Jember Tahun 2022 ditinjau dari tiga indikator yaitu angka kesakitan atau Incident Rate (IR), angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR), dan Angka Bebas Jentik (ABJ) bahwa ketiga indikator tersebut masih belum memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember maka dari itu perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan kepada masyarakat sebagai langkah awal pencegahan lonjakan kasus DBD di tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta digital berserta penyebarannya yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu tinggi (C1), sedang (C2), dan rendah (C3) dengan menggunakan metode K-Means Clustering. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development dengan perancangan sistem Prototype. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem dalam bentuk website yang dapat menampilkan peta sebaran penyakit DBD berdasarkan kelompoknya, grafik, dan tabel laporan yang dengan mudah terus diupdate oleh administrator website. Sistem informasi geografis ini diharapkan dapat membantu petugas dalam mempromosikan program kesehatan yang terpadu sesuai dengan tangka keparahan wilayahnya serta menberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah dan waspada terhadap penyebaran penyakit DBD di Kabupaten Jember.
Analisis Prediksi Kebutuhan Kapasitas Media Penyimpanan RME dengan Metode Least Square RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Savira Puteri Wulandari; Angga Rahagiyanto; Novita Nuraini
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 5 No 2 (2024): September
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v5i2.133

Abstract

The implementation of electronic medical record services is supported by PMK RI Number 24 of 2022, Article 3, Paragraph 1, which mandates that every health service facility must organize Electronic Medical Records (EMR). Therefore, hospitals need to transition from manual to electronic records. One necessary step is determining the storage capacity needed for the server. Additionally, according to Article 39, EMRs must be stored for 25 years, requiring a prediction of storage needs over that period. This study discusses predicting the storage capacity needs for EMRs using the Least Square method, which analyzes time series data trends. Hospital data shows 130,712 medical records with a size of 261,424 MB from September 2022 to March 2023. The predicted storage needs from April to December 2023 are 781,490 MB, and for the next 25 years (until 2048) is 8,974,669 MB or 9 TB. The accuracy of the prediction, tested using MAPE, is 6.34%, which is considered very good. RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo has provided 6 TB of server storage and 71 TB of NAS as backup. With 80 GB used per month as of March 2023, the hospital is advised to provide storage according to the prediction. Additionally, the maximum upload size in the HIS needs to be increased beyond 2 MB per medical record to maximize scanning quality and efficiency