Unggul Widyanarko
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Geodiversitas Kaldera Ijen Purba Berbasis Pembelajaran Lapangan bagi Generasi Muda dalam Mendukung Ijen UNESCO Global Geopark Muhammad Asyroful Mujib; Tri Rafika Diyah Indartin; Bejo Apriyanto; Unggul Widyanarko
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v5i2.8265

Abstract

Low geodiversity literacy has led the Ijen area to be widely perceived as a natural tourism destination rather than as a geoheritage system with scientific, educational, conservation, and social values. This community service program aimed to improve geodiversity literacy, understanding of the functions of the Ijen UNESCO Global Geopark, and awareness of conservation and sustainable tourism among young people. The program was implemented through a field-based participatory educational approach using experiential learning principles over three days and two nights in the Ancient Ijen Caldera. A total of 50 participants were involved, consisting of senior high school students, undergraduate students, master’s students, and young teachers. The activities included orientation sessions, mini-lectures, geosite observations, field interpretation, group discussions, reflection, and evaluation at four main geosites: Kawah Wurung, Kalipait, Plalangan Black Lava, and Kawah Ijen. The results showed that participants were able to understand the interconnections among geosites, distinguish ordinary nature-based tourism from geotourism based on geological interpretation, and recognize the importance of geoconservation. The average post-test score reached 79 out of 100, with scores of 82 for regional geosite values, 80 for geoconservation and sustainable tourism, 79 for geopark functions, and 75 for geoheritage. The lower score for geoheritage indicates that understanding of geological heritage values still requires stronger interpretation and continuous assistance. Therefore, field-based geodiversity education represents an effective strategy for enhancing geoscience literacy, fostering conservation awareness, and empowering young people to support the long-term sustainability of the Ijen UNESCO Global Geopark.
PEMETAAN PARTISIPATIF KOMODITAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN UNTUK PENYEDIAAN DATA SPASIAL SERTA PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT Rainey Windayati; Unggul Widyanarko; Alif Putra Lestari; Inaz Khusnul Khotimah; Ahmad Saikhu; Chalia Chistella
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 1 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i1.13231

Abstract

Desa Jubung, yang terletak di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, memiliki berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Namun, penyebaran spasial komoditas tersebut belum tercatat, sehingga membatasi kemampuan masyarakat dalam merencanakan penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghasilkan peta yang akurat mengenai komoditas pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola data spasial. Metode yang digunakan adalah pemetaan partisipatif, yang melibatkan aparat desa melalui wawancara, diskusi kelompok terarah, serta pengumpulan data di lapangan dengan menggunakan aplikasi Epicollect 5. Validasi data dilakukan melalui survei lapangan dan verifikasi yang melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga menghasilkan peta tematik yang menunjukkan distribusi berbagai komoditas pertanian dan perkebunan di Desa Jubung. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa potensi pertanian di Desa Jubung didominasi oleh komoditas pangan, khususnya Padi, yang didukung oleh Jagung, Pisang, Sengon, serta beberapa jenis hortikultura dan perkebunan. Desa Jubung memiliki fondasi yang solid dalam ketahanan pangan, namun masih ada peluang besar untuk mengembangkan komoditas bernilai ekonomi yang lebih tinggi. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data spasial terbaru, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan pemetaan sebagai landasan pengambilan keputusan. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa dan diperbarui secara berkala sebagai alat strategis untuk mendukung pemantauan dan keberlanjutan program.