Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DAN UMKM MELALUI SEMINAR PENGABDIAN DI DESA KOPER Diksi Metris; Diana Putri Anggraini; Carmelia Carmelia; Muhamad Arif Setiawan; Sanda Amelia Teska; Sahrul Firmansh; Shenly Zahra; Muhammad Hanan; Maman Sulaeman
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.5952

Abstract

This community service activity was carried out in Koper Village, Kresek District, with a focus on increasing community knowledge and skills in waste management and strengthening the capacity of MSME actors. The main problems faced by the village include low awareness of waste sorting, a lack of organic waste processing facilities, and limited knowledge of MSME actors in business management and digital marketing. Thru a qualitative approach, this activity is designed to deeply explore the conditions, needs, and potential of the community. The program was conducted as a participatory seminar involving 55 residents and 10 MSME actors, accompanied by the distribution of 74 compost bins and training sessions on waste sorting techniques, compost making, simple financial management, and digital-based marketing strategies. The results of the activity show an increase in community understanding and behavioral changes in waste management, marked by the beginning of household waste sorting and the emergence of independent environmental mutual aid initiatives. Additionally, MSME actors showed an increase in knowledge regarding business management and the use of social media as a promotional tool. The emergence of collaboration between waste banks and MSMEs in processing waste into economically valuable products also strengthens the program's sustainability. This finding shows that an educational-participatory approach can simultaneously drive social and economic change. This activity also identified several constraints such as limited infrastructure, variations in digital technology adoption capabilities, and fluctuations in the economic value of waste. However, the potential for program development thru partnerships with village governments, the private sector, and educational institutions opens up stronger sustainability opportunities. Thus, this service activity makes a significant contribution to building environmental awareness while strengthening the local economy based on community empowerment.
Strategi Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Menggunakan Metode Abjad Dan Suku Kata Pada Siswa Kelas I SD IT Daar El-Khaer Kabupaten Tangerang Carmelia Carmelia; Umi Sumiati; Fidiatul Adiyan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11447

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya peserta didik kelas I SD IT Daar El-Khaer Kabupaten Tangerang yang mengalami kesulitan membaca permulaan, seperti belum mengenal huruf dengan baik, kesulitan membedakan huruf tertentu, serta masih terbata-bata dalam membaca suku kata dan kata sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan menggunakan metode abjad dan metode suku kata pada siswa kelas I SD IT Daar El-Khaer Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas I dan peserta didik kelas I SD IT Daar El-Khaer Kabupaten Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode abjad kepada peserta didik yang belum mengenal huruf dengan baik melalui kegiatan pengenalan huruf, pelafalan bunyi huruf, serta penggunaan media kartu huruf dan papan baca. Sementara itu, metode suku kata diterapkan kepada peserta didik yang sudah mengenal huruf dengan mengajarkan penggabungan suku kata menjadi kata sederhana. Guru juga memberikan motivasi, pendampingan khusus, serta latihan membaca secara berulang kepada peserta didik yang mengalami kesulitan membaca. Penerapan metode abjad dan suku kata terbukti membantu meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik, terlihat dari meningkatnya kemampuan mengenal huruf, membaca suku kata, dan membaca kata sederhana dengan lebih lancar.