Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pembiasaan Tahfidz Juz 30 Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa Di Kelas 5 MIS Nurul Falah Majalaya Karawang Esya Nurul Qur’ani; Vina Febiani Musyadad; Asep Supriatna
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menghafal Juz 30 dengan kecerdasan spiritual siswa kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menumbuhkan kecerdasan spiritual siswa melalui kegiatan keagamaan, khususnya kebiasaan menghafal Al-Qur’an sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasi. Subjek penelitian terdiri dari 37 siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert yang dikembangkan berdasarkan indikator kebiasaan menghafal Juz 30 dan kecerdasan spiritual siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product-Moment untuk menentukan hubungan antara variabel X dan variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menghafal Juz 30 berkontribusi positif terhadap perkembangan kecerdasan spiritual siswa. Siswa yang terbiasa menghafal Al-Qur’an secara teratur menunjukkan perilaku yang lebih disiplin, memiliki rasa pengabdian keagamaan yang lebih kuat, bersikap sopan, dan menunjukkan tingkat kepedulian sosial yang lebih tinggi. Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga membantu para siswa mencapai ketenangan batin dan meningkatkan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan menghafal Juz 30 memberikan dampak positif terhadap kecerdasan spiritual para siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang.
PENGUATAN MINAT BACA SISWA PAUD DAN SD MELALUI METODE STORYTELLING Rini Novianti Yusuf; Esya Nurul Qur’ani; Shalha Hilwatunnisa; Talin Takmilatuz Zuhriah; Lina Wulandari
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 5 No. 1 (2026): Artikel Pengabdian bulan April-Juni 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v5i1.4758

Abstract

Minat baca siswa di Indonesia masih termasuk rendah, meskipun ada sedikit peningkatan dalam survei terbaru. Hal ini ditandai dengan peringkat literasi Indonesia yang cenderung berada di bawah negara lain dalam berbagai survei internasional seperti PISA dan data UNESCO, meskipun ada kontroversi mengenai angka pastinya. Metode pelaksanaan pengabdian yakni dengan 3 (tiga) tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan story telling ini diadakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membekali mereka kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan akses pengetahuan melalui sosialisasi yang dihadiri siswa PAUD, SD, guru atau pendidik, orang tua, dan institusi pendidikan yang terhitung kurang lebih 80 orang. Melihat kemampuan interpretasi naskah serta penggunaan gerak tubuh (gesture) dan kontak mata untuk meningkatkan daya tarik cerita, itu semua sudah terlaksana dengan lancar dan sukses. Dengan demikian metode story telling efektif dalam meningkatkan minat baca siswa PAUD dan SD.