Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU PPKn DALAM MENANAMKAN TOLERANSI SISWA DI DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN Tamin Ritonga; Fajar Fadly; Khairul Amri; Joy Sitinjak
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 6 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1604-1612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menanamkan sikap toleransi siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Sikap toleransi merupakan salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat yang perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik agar tercipta hubungan sosial yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PPKn dan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn memiliki peran penting dalam menanamkan sikap toleransi siswa melalui pemberian teladan, pembiasaan sikap saling menghargai, penerapan metode diskusi kelompok, serta pemberian nasihat dan motivasi kepada siswa. Guru juga mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam proses pembelajaran PPKn sehingga siswa dapat memahami pentingnya menghargai perbedaan suku, agama, pendapat, dan budaya. Kendala yang dihadapi guru antara lain kurangnya kesadaran sebagian siswa serta pengaruh lingkungan pergaulan di luar sekolah.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru PPKn sangat penting dalam membentuk dan menanamkan sikap toleransi siswa agar tercipta lingkungan sekolah yang damai, harmonis, dan penuh rasa saling menghormati
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila bagi Generasi Muda di Desa Aek Sabaon melalui Pendidikan Karakter: Pengabdian Tamin Ritonga; Malim Soleh Rambe; Fajar Fadly; Joy Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6320

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila pada generasi muda di Desa Aek Sabaon melalui pendidikan karakter. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada menurunnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan remaja akibat pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, dan kurangnya pembinaan karakter di lingkungan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan, diskusi interaktif, dan pelatihan pendidikan karakter yang melibatkan pemuda desa, tokoh masyarakat, serta aparat desa. Materi yang diberikan mencakup nilai religius, gotong royong, toleransi, nasionalisme, disiplin, dan tanggung jawab sebagai implementasi sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya nilai-nilai Pancasila serta meningkatnya kesadaran untuk menerapkan sikap saling menghargai, peduli sosial, dan cinta tanah air dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif pemuda dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Desa Aek Sabaon. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu upaya strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara
STRATEGI GURU PPKn DALAM MEMBENTUK BUDI PEKERTI SISWA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN Tamin Ritonga; Nora Alisa Pulungan; Fajar Padly
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.%p

Abstract

Pendidikan budi pekerti merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang baik. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran strategis sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru PPKn dalam membentuk budi pekerti siswa, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dengan guru PPKn, observasi partisipan terhadap proses pembelajaran di kelas VIII, dan studi dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru PPKn dan sejumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Angkola Timur. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn menerapkan beberapa strategi utama dalam membentuk budi pekerti siswa, yaitu: (1) Integrasi Nilai dalam Pembelajaran, dengan menyisipkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan hormat dalam setiap materi pelajaran; (2) Metode Pembelajaran Aktif, seperti diskusi kelompok, bermain peran (role-play), dan studi kasus yang merangsang siswa untuk berpikir kritis tentang perilaku baik; (3) Keteladanan (Modeling), di mana guru menjadi contoh langsung dalam bersikap dan berbicara; serta (4) Pembiasaan, melalui kegiatan rutin seperti menyapa, antre, dan menjaga kebersihan kelas. Faktor pendukung strategi ini meliputi komitmen guru, dukungan lingkungan sekolah, dan sarana prasarana yang memadai. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah pengaruh negatif media sosial, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurangnya kesadaran dari sebagian kecil orang tua. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa strategi guru PPKn di SMP Negeri 1 Angkola Timur telah berjalan secara komprehensif dengan memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk mengoptimalkan pembentukan budi pekerti, diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.