Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan, pengetahuan green economy, dan green entrepreneurial orientation terhadap green entrepreneurial intention dengan environmental awareness sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain hypothesis testing study. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 361 mahasiswa yang dipilih menggunakan proportionate quota sampling, kemudian dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap green entrepreneurial intention (β=0,157; t=2,416; p=0,016), pengetahuan green economy (β=0,180; t=2,787; p=0,005), dan green entrepreneurial orientation (β=0,155; t=2,305; p=0,021). Ketiganya juga berpengaruh terhadap environmental awareness, masing-masing β=0,339; β=0,296; dan β=0,329 dengan p=0,000. Environmental awareness berpengaruh positif terhadap green entrepreneurial intention (β=0,337; t=3,725; p=0,000). Selain itu, environmental awareness memediasi pengaruh pendidikan kewirausahaan (β=0,114; p=0,001), pengetahuan green economy (β=0,100; p=0,001), dan green entrepreneurial orientation (β=0,111; p=0,001) terhadap green entrepreneurial intention. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dalam pendidikan kewirausahaan. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan, orientasi, dan pengalaman belajar kewirausahaan yang berwawasan lingkungan perlu diperkuat melalui kurikulum aplikatif agar mahasiswa memiliki niat nyata membangun usaha hijau yang inovatif, bertanggung jawab, dan mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada masa mendatang secara konsisten.