p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENDIDIKAN IPS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Media Pembelajaran Geografi Digital Adaptif untuk Sekolah Perbatasan di Kabupaten Malaka Stefania Sonia Manek; Oce Antipas Langkameng; Yohanis Kristianus Tampani; Gud Reach Hayat Padje; Damian Puling; Agusta De Jesus Magalhaes; Yanrini Martha Anabokay; Rocky Paulus Sekoni
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model media pembelajaran Geografi digital adaptif yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan khusus yang dihadapi sekolah-sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Lee dan Owens yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya berbagai kendala infrastruktur yang signifikan, antara lain ketidakstabilan pasokan listrik pada 58% sekolah, akses internet yang sering mengalami gangguan pada 63% sekolah, serta keterbatasan kepemilikan telepon pintar oleh peserta didik, yang hanya mencapai 55%. Selain itu, proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah (70%), sementara 68% peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep Geografi yang bersifat abstrak. Media pembelajaran yang dikembangkan mengintegrasikan Teori Pembelajaran Multimedia Mayer dan Teori Pembelajaran Adaptif Lee dan Owens melalui penyajian fitur interaktif, multimedia yang kaya, penyesuaian materi dengan kebutuhan peserta didik, serta kemampuan akses secara luring (offline). Uji coba yang dilakukan di SMA Negeri 1 Malaka Barat menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep Geografi, dengan rata-rata nilai postes sebesar 82,5 dibandingkan nilai pretes sebesar 55,2 (p < 0,001; Cohen's d = 1,85). Analisis kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo mengonfirmasi bahwa media ini memperoleh tingkat penerimaan yang tinggi, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong kemandirian peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran digital adaptif berbasis luring merupakan solusi inovatif yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran di daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, integrasi media ini ke dalam kebijakan pendidikan nasional serta pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ekosistem pembelajaran digital direkomendasikan sebagai langkah strategis dalam pemerataan kualitas pendidikan.
Transformasi Praktik Inklusi dan Multikulturalisme di Sekolah Perbatasan Indonesia-Timor Leste: Studi Etnografi Digital Yohanis Kristianus Tampani; Oce Antipas Langkameng; Stefania Sonia Manek; Gud Reach Hayat Padje; Damian Puling; Agusta De Jesus Magalhaes
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pendidikan inklusif dan multikulturalisme di sekolah perbatasan Indonesia–Timor Leste serta mengidentifikasi tantangan implementasinya di wilayah perbatasan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji peran teknologi digital dan kontribusi kearifan lokal dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi etnografi dan netnografi. Lokasi penelitian meliputi enam SMP Negeri di Kabupaten Belu dan Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta komunitas digital yang terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan observasi digital, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik inklusif telah diterapkan melalui pembelajaran heterogen, pemerataan kesempatan belajar, dan penanaman nilai toleransi. Kearifan lokal dan kepemimpinan sekolah berperan penting dalam membangun budaya inklusif. Namun, implementasi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya sarana, budaya kekerasan, serta kesenjangan literasi digital. Teknologi digital berpotensi memperkuat partisipasi warga sekolah meskipun belum optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif dipengaruhi interaksi antara kearifan lokal, kepemimpinan, budaya sekolah, dan teknologi digital, dengan integrasi etnografi dan netnografi sebagai kebaruan penelitian.