Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model media pembelajaran Geografi digital adaptif yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan khusus yang dihadapi sekolah-sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Lee dan Owens yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya berbagai kendala infrastruktur yang signifikan, antara lain ketidakstabilan pasokan listrik pada 58% sekolah, akses internet yang sering mengalami gangguan pada 63% sekolah, serta keterbatasan kepemilikan telepon pintar oleh peserta didik, yang hanya mencapai 55%. Selain itu, proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah (70%), sementara 68% peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep Geografi yang bersifat abstrak. Media pembelajaran yang dikembangkan mengintegrasikan Teori Pembelajaran Multimedia Mayer dan Teori Pembelajaran Adaptif Lee dan Owens melalui penyajian fitur interaktif, multimedia yang kaya, penyesuaian materi dengan kebutuhan peserta didik, serta kemampuan akses secara luring (offline). Uji coba yang dilakukan di SMA Negeri 1 Malaka Barat menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep Geografi, dengan rata-rata nilai postes sebesar 82,5 dibandingkan nilai pretes sebesar 55,2 (p < 0,001; Cohen's d = 1,85). Analisis kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo mengonfirmasi bahwa media ini memperoleh tingkat penerimaan yang tinggi, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong kemandirian peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran digital adaptif berbasis luring merupakan solusi inovatif yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran di daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, integrasi media ini ke dalam kebijakan pendidikan nasional serta pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ekosistem pembelajaran digital direkomendasikan sebagai langkah strategis dalam pemerataan kualitas pendidikan.