p-Index From 2021 - 2026
1.244
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ALUCIO DEI Therapeuo
Martinus Loghe Bondi
Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN TEOLOGIS DI TENGAH DISRUPSI TEKNOLOGI: RESPON GEREJA TERHADAP KECERDASAN BUATAN Martinus Loghe Bondi
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.341

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di era disrupsi teknologi membawa transformasi signifikan dalam kehidupan manusia, termasuk pola berpikir, relasi sosial, dan praktik keagamaan. Kajian ini bertujuan menelaah respons gereja terhadap AI dari perspektif teologis, etis, dan eklesiologis, serta merumuskan prinsip penggunaan teknologi yang selaras dengan iman Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode kajian kepustakaan, mengintegrasikan teologi normatif, etika Kristen, dan konteks digital Society 5.0. Data diperoleh dari Alkitab, literatur teologi, etika, teologi digital, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI merupakan manifestasi kreativitas manusia sebagai imago Dei, namun tetap berada dalam konteks keberdosaan manusia (hamartiologi). AI memiliki potensi ganda: dapat menjadi sarana untuk memuliakan Allah, mendukung pelayanan, pendidikan iman, dan penginjilan, tetapi juga berisiko disalahgunakan, menurunkan kedalaman spiritual, dan mengurangi keaslian persekutuan jemaat. Perspektif kristologis menegaskan martabat manusia tidak tergantikan oleh mesin karena relasi dengan Allah, sedangkan perspektif eklesiologis menuntut gereja beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan esensi teologisnya. Perspektif eskatologis mengingatkan bahwa harapan tidak terletak pada teknologi, melainkan pada karya keselamatan Allah.
Kristologi dan Inkarnasi Sebagai Model Penginjilan Martinus Loghe Bondi
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/daacpj15

Abstract

Penginjilan merupakan mandat utama gereja sebagaimana dinyatakan dalam Amanat Agung (Mat. 28:19–20). Namun, dalam praktiknya penginjilan sering terjebak pada pendekatan verbalistik yang kurang memperhatikan dimensi relasional, kontekstual, dan pastoral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Kristologi dan inkarnasi sebagai fondasi teologis sekaligus model penginjilan yang holistik dan relevan, khususnya dalam konteks gereja di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif teologis dengan metode studi kepustakaan terhadap Alkitab, literatur teologi, dan jurnal teologi. Melalui analisis hermeneutis-teologis, tematis, dan reflektif-kontekstual, penelitian ini menunjukkan bahwa Kristologi menegaskan Yesus Kristus sebagai Allah sejati dan manusia sejati, pusat pewahyuan Allah dan kepenuhan keselamatan. Inkarnasi sebagai inti Kristologi mengungkapkan pola missio Dei yang relasional, kontekstual, dan partisipatif, di mana Allah hadir secara nyata dalam realitas manusia. Dengan demikian, inkarnasi menjadi paradigma normatif bagi penginjilan, yang menekankan kehadiran, empati, solidaritas, dan tindakan kasih sebagai satu kesatuan dengan pewartaan Injil. Dalam konteks Indonesia yang plural dan multikultural, penginjilan inkarnasional menjadi pendekatan yang relevan, dialogis, dan transformatif, tanpa kehilangan kesetiaan pada Injil. Studi ini menegaskan bahwa Kristologi dan inkarnasi bukan sekadar doktrin iman, melainkan dasar praksis penginjilan gereja masa kini. 
Rekayasa Genetika dalam Perspektif Alkitab Berdasarkan Kejadian 1:26-31 Tentang Manusia Sebagai Gambar Allah Suprianti Bili; Yufri Yermi Ndun; Martinus Loghe Bondi
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/qqzvkq79

Abstract

kaji rekayasa genetika dalam perspektif Alkitab berdasarkan Kejadian 1:26–31 tentang manusia sebagai gambar dan rupa Allah (Imago Dei). Perkembangan teknologi rekayasa genetika, khususnya melalui CRISPR-Cas9, memberikan peluang besar dalam dunia kesehatan dan ilmu pengetahuan, seperti penyembuhan penyakit genetik dan peningkatan kualitas hidup manusia. Namun, kemajuan tersebut juga menimbulkan berbagai persoalan etis dan teologis terkait martabat manusia, batas moral, serta kemungkinan manusia melampaui perannya sebagai ciptaan Allah.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekayasa genetika berdasarkan konsep Imago Dei serta merumuskan prinsip-prinsip etika Kristen dalam menilai penggunaan teknologi genetika secara bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis teologis-biblika. Data diperoleh dari Alkitab, buku teologi, jurnal akademik, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan rekayasa genetika, bioetika, dan teologi penciptaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa genetika dapat dipahami sebagai bagian dari mandat budaya manusia untuk mengelola ciptaan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.  Namun, penggunaannya harus tetap menghormati kedaulatan Allah, martabat manusia sebagai Imago Dei, dan nilai kesucian kehidupan. Etika Kristen menegaskan bahwa rekayasa genetika dapat diterima apabila digunakan untuk tujuan kasih, penyembuhan, dan kesejahteraan manusia, tetapi harus dibatasi dari praktik yang merendahkan martabat manusia, seperti manipulasi embrio secara sembarangan dan penciptaan designer babies. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara iman Kristen, etika, dan perkembangan bioteknologi agar rekayasa genetika dimanfaatkan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kehendak Allah.
Gereja dan Negara dalam Sejarah Indonesia Martinus Loghe Bondi; Paulina Wini Tada
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/42195e03

Abstract

Jurnal ini membahas dinamika relasi gereja dan negara dalam sejarah Indonesia, meliputi masa kolonial, awal kemerdekaan, Orde Baru, dan era Reformasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan analisis deskriptif-kualitatif untuk menelusuri perubahan pola hubungan antara institusi gereja dan kekuasaan negara dalam konteks sosialpolitik yang berbeda. Pada masa kolonial, gereja cenderung berada dalam posisi subordinatif dan terintegrasi dengan struktur kekuasaan pemerintah kolonial. Memasuki masa kemerdekaan, relasi tersebut mengalami transformasi dalam kerangka negara Pancasila yang mengakui peran agama dalam kehidupan publik tanpa menjadikannya sebagai agama negara. Pada era Orde Baru, hubungan gereja dan negara berlangsung dalam sistem politik yang terkontrol, sedangkan era Reformasi menghadirkan ruang demokratisasi dan kebebasan beragama yang lebih luas, meskipun diwarnai tantangan intoleransi. Kajian ini menyimpulkan bahwa relasi gereja dan negara di Indonesia bersifat dinamis dan kontekstual, dengan model ideal berupa kemitraan kritis-konstruktif dalam kerangka nilai-nilai Pancasila.
Teologi Perjanjian Baru dan Relevansinya Bagi Pelayanan Pastoral Gereja Aryanto Tanesib; Shintia Wiranti Nd. Burah; Martinus Loghe Bondi; Yulius Tamo Ama
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/9za38v60

Abstract

Teologi Perjanjian Baru merupakan fondasi esensial bagi kehidupan dan pelayanan gereja, khususnya dalam bidang pelayanan pastoral. Pelayanan pastoral tidak hanya berhubungan dengan aktivitas praktis seperti konseling, penggembalaan, dan pendampingan jemaat, tetapi juga sangat bergantung pada pemahaman teologis yang mendalam mengenai karya Allah di dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam Perjanjian Baru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep-konsep utama teologi Perjanjian Baru serta relevansinya bagi pelayanan pastoral gereja di tengah konteks sosial, budaya, dan spiritual yang terus berubah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap teks Alkitab Perjanjian Baru, jurnal-jurnal teologi Indonesia, serta bukubuku teologi dan pastoral sebagai sumber pendukung. Penelitian ini menganalisis model pastoral Yesus dalam Injil Sinoptik, etika pastoral dan kasih dalam surat-surat Paulus, serta peran pengharapan eskatologis dalam penguatan pelayanan pastoral. Hasil kajian menunjukkan bahwa tema-tema sentral seperti inkarnasi, kasih, penggembalaan, salib dan penderitaan, peran Roh Kudus, komunitas gerejawi, serta pengharapan eskatologis memiliki implikasi langsung dan signifikan terhadap praktik pelayanan pastoral. Pelayanan pastoral yang berakar pada teologi Perjanjian Baru menuntut kehadiran yang empatik, relasional, kontekstual, dan transformatif, serta berorientasi pada pemulihan holistik jemaat. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teologi Perjanjian Baru dalam pelayanan pastoral bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar agar gereja mampu menjalankan panggilannya secara setia dan relevan di tengah tantangan zaman. 
Peran Gereja dalam Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Sutarti; Supranti Bili; Martinus Loghe Bondi; Yufri Yermi Ndun
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/zbv3pz17

Abstract

Peran gereja dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia merupakan aspek penting yang sering kali kurang mendapat perhatian dalam kajian sejarah dan teologi. Pada masa kolonial, gereja tidak hanya berperan dalam bidang rohani, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan yang secara tidak langsung mendukung tumbuhnya kesadaran nasional. Namun, adanya hubungan gereja dengan kekuasaan kolonial menimbulkan pertanyaan mengenai posisi dan kontribusi gereja dalam perjuangan kemerdekaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gereja dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam membangun nasionalisme, pendidikan, pelayanan sosial, serta keterlibatan tokoh-tokoh gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan menganalisis berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan dokumen sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kesadaran nasional, meningkatkan pendidikan, memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan, serta berkontribusi melalui tokoh-tokohnya, meskipun menghadapi tantangan akibat keterkaitannya dengan sistem kolonial. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pendekatan yang mengintegrasikan perspektif historis, sosial, dan teologis dalam memahami peran gereja secara lebih menyeluruh. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kontribusi gereja dalam pembentukan identitas bangsa serta mendorong gereja masa kini untuk tetap aktif dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. 
Sejarah Gereja Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda Martinus Loghe Bondi; Arnista Lende
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/6wncsm46

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah perkembangan gereja di Indonesia dalam konteks kolonialisme Belanda, interaksi budaya, serta dinamika sosial-politik sejak masa VOC hingga Hindia Belanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses masuknya Kekristenan, peran misionaris (zending), serta hubungan gereja dengan kekuasaan kolonial 1 dan masyarakat lokal, termasuk dampaknya terhadap pembentukan gereja lokal di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis berbagai sumber buku, jurnal, dan literatur sejarah gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya Kekristenan di Indonesia tidak terlepas dari kepentingan kolonial yang kemudian berkembang melalui aktivitas misi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Gereja, zending, dan kolonial memiliki hubungan yang saling berkaitan dalam membentuk sistem penyebaran Kekristenan, meskipun juga menimbulkan dinamika konflik, resistensi, dan polarisasi sosial di berbagai wilayah. Interaksi antara Injil dan budaya lokal menghasilkan proses adaptasi yang kompleks, sehingga gereja tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga institusi sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat. 
Gereja, Pendidikan dan Pelayanan Sosial dalam Sejarah Indonesia Mohammad Romadhon; Yohana Rangga Bela; Martinus Loghe Bondi
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/ty68ds38

Abstract

Penelitian ini membahas peran gereja dalam perkembangan pendidikan dan pelayanan sosial di Indonesia sejak masa kolonial hingga era modern. Gereja tidak hanya hadir sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial yang memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, gereja berperan penting melalui pendirian sekolah-sekolah yang memberikan akses pendidikan kepada masyarakat luas, termasuk kelompok yang kurang mampu. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, moral, dan nilainilai spiritual. Selain itu, gereja turut memperkenalkan sistem pendidikan modern serta mendukung peningkatan literasi masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen yang relevan dengan sejarah gereja, pendidikan Kristen, dan pelayanan sosial di Indonesia. Data kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami kontribusi gereja dalam kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja memiliki peran yang signifikan dalam pelayanan sosial melalui pendirian rumah sakit, panti asuhan, bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelayanan sosial berbasis komunitas. Gereja juga berkontribusi dalam membangun solidaritas sosial, toleransi antarumat beragama, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Di era modern, gereja menghadapi berbagai tantangan seperti globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial yang cepat. Namun demikian, gereja terus beradaptasi melalui inovasi pelayanan berbasis digital, pengembangan pendidikan berbasis teknologi, serta peningkatan kualitas pelayanan sosial yang lebih inklusif dan kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa Indonesia, baik dalam bidang pendidikan, sosial, budaya, maupun spiritual. Oleh karena itu, gereja perlu terus mengembangkan pelayanan yang relevan, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan agar tetap menjadi kekuatan transformasi sosial dalam masyarakat Indonesia.