This Author published in this journals
All Journal ALUCIO DEI
Martinus Loghe Bondi
Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN TEOLOGIS DI TENGAH DISRUPSI TEKNOLOGI: RESPON GEREJA TERHADAP KECERDASAN BUATAN Martinus Loghe Bondi
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.341

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di era disrupsi teknologi membawa transformasi signifikan dalam kehidupan manusia, termasuk pola berpikir, relasi sosial, dan praktik keagamaan. Kajian ini bertujuan menelaah respons gereja terhadap AI dari perspektif teologis, etis, dan eklesiologis, serta merumuskan prinsip penggunaan teknologi yang selaras dengan iman Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode kajian kepustakaan, mengintegrasikan teologi normatif, etika Kristen, dan konteks digital Society 5.0. Data diperoleh dari Alkitab, literatur teologi, etika, teologi digital, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI merupakan manifestasi kreativitas manusia sebagai imago Dei, namun tetap berada dalam konteks keberdosaan manusia (hamartiologi). AI memiliki potensi ganda: dapat menjadi sarana untuk memuliakan Allah, mendukung pelayanan, pendidikan iman, dan penginjilan, tetapi juga berisiko disalahgunakan, menurunkan kedalaman spiritual, dan mengurangi keaslian persekutuan jemaat. Perspektif kristologis menegaskan martabat manusia tidak tergantikan oleh mesin karena relasi dengan Allah, sedangkan perspektif eklesiologis menuntut gereja beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan esensi teologisnya. Perspektif eskatologis mengingatkan bahwa harapan tidak terletak pada teknologi, melainkan pada karya keselamatan Allah.