Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cytotoxic Activity of Chromolaena odorata Ethyl Acetate Fraction and Its Inhibitory Mechanism Through Cell Cycle Modulation Against WiDr Colon Cancer Cells Hasnawati Hasnawati; Asniar Pascayantri; Dian Munasari Solo; Nurramadhani A. Sida; Wa Ode Nurhayati Basri; Sarida Sarida; Aisyah Aisyah; Nurul Azizah Putri Herina; Muhammad Bagas Rahya Arafat
Jurnal Kartika Kimia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v9i1.1057

Abstract

Chromolaena odorata has traditionally been used to treat various diseases such as bacterial and fungal infections, external wounds, stomach ulcers, and vomiting blood. Its anticancer activity has been extensively studied. This study aims to prove the cytotoxic effect of Chromolaena odorata leaves on WiDr colon cancer cells and its inhibitory mechanism through cell cycle modulation. Dried Chromolaena odorata leaves were extracted by maceration using 96% ethanol. They were then triturated with n-hexane and ethyl acetate to obtain n-hexane and ethyl acetate fractions. The ethyl acetate fraction was then screened for phytochemicals using the tube method and tested for cytotoxicity using the MTT assay. The selectivity index (SI) was calculated by comparing the IC50 of WiDr cells to Vero cells. Cell cycle modulation was then observed using flow cytometry. The results showed that the ethyl acetate fraction of Chromolaena odorata leaves contained flavonoids, phenolics, and tannins, and was moderately cytotoxic to WiDr cells with an IC50 of 207.69 µg/mL,, with an SI of 3.5. The ethyl acetate fraction of Chromolaena odorata was able to inhibit the growth of WiDr colon cancer cell division through the G2/M and Sub G1 phases. Thus, it was concluded that the ethyl acetate fraction of Chromolaena odorata has great potential to be developed as a candidate source of colon anticancer agents.
SOSIALISASI GOLONGAN OBAT NAPZA PADA ANAK USIA REMAJA DALAM RANGKA PENCEGAHAN KURIR PEREDARAN NARKOBA DI LINGKUNGANSEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 20 KENDARI Nurramadhani A. Sida; Sabarudin; Mulyono; Andi Hikma Jaya; Evi Silvia; Risqa Mutiara Rustan; Wa Ode Nur Asriani Sirza
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2652

Abstract

Penyalahgunaan narkotika, zat psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan masalah serius yang mengancam kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda. Secara global, jumlah pengguna narkoba dilaporkan melebihi 296 juta, sementara di Sulawesi Tenggara, tercatat 374 kasus kriminal terkait narkoba yang melibatkan 459 tersangka pada tahun 2025. Kota Kendari merupakan daerah yang membutuhkan perhatian, karena prevalensi penyalahgunaan narkoba diperkirakan mencapai 1% dari populasi. Ancaman ini juga menargetkan lingkungan pendidikan, termasuk keterlibatan siswa dalam penyalahgunaan zat psikoaktif baru dan metode distribusinya melalui sistem “tempel”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendidik siswa SMP 20 Kendari tentang bahaya NAPZA dari perspektif hukum berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 dan dampak kesehatannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendidikan partisipatif melalui konseling interaktif, diskusi, analisis kasus, dan simulasi penolakan tekanan teman sebaya. Selama kegiatan tersebut, siswa menunjukkan keterlibatan aktif melalui pertanyaan, tanggapan, dan partisipasi dalam simulasi. Materi yang disajikan mencakup jenis-jenis NAPZA, dampak kesehatan, konsekuensi hukum, dan taktik manipulasi para pengedar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan partisipatif dapat digunakan sebagai strategi promotif dan preventif untuk memperkuat kewaspadaan siswa terhadap penyalahgunaan NAPZA.