Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN PROGRAM INISIATIF WISATA EDUKATIF WARUNG KEBON Hyldan Natawiguna; Candra Sari Triyana; Armandha Redo Pratama
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.01

Abstract

Warung Kebon merupakan ruang terbuka hijau (RTH) milik pribadi di Bandung yang dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat, berfokus pada pengelolaan sampah organik menjadi produk alternatif melalui riset berbasis kearifan lokal dan pengetahuan modern.  Artikel ini menguraikan perencanaan program inisiatif untuk mengembangkan Warung Kebon sebagai destinasi wisata edukatif yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat.  Tahapan perencanaan meliputi penilaian kebutuhan dan keterlibatan pemangku kepentingan, penyusunan program edukasi, desain lingkungan fisik dan sosial yang mendukung, serta pembentukan rencana strategis implementasi.  Proses ini bertujuan menciptakan sarana kegiatan edukasi lingkungan yang menjangkau beragam kebutuhan pengunjung.
Keberterimaan Teknologi Virtual Tour sebagai Media Edukasi Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia: Studi Empiris pada Diaspora Indonesia di Malaysia Hyldan Natawiguna; Rosita Rosita; Erry Sukriah; Armandha Redo Pratama
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember Integrating Multidisciplinary Knowledge for Sustainable Comm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e0mrqc77

Abstract

Penguatan identitas budaya bagi diaspora Indonesia di luar negeri memerlukan media edukasi berbasis teknologi yang adaptif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberterimaan teknologi virtual tour edukasi kebudayaan dan pariwisata 38 provinsi di Indonesia pada komunitas diaspora di Malaysia dengan menggunakan kerangka Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) sebagai lensa analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-observasional dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 35 orang perempuan Indonesia usia produktif beragama Islam yang berdomisili di Malaysia. Pengumpulan data dilakukan melalui sesi simulasi terpandu, pencatatan observatif, dan umpan balik evaluatif. Seluruh masukan kritis responden selama simulasi penggunaan aplikasi dikategorikan sebagai kelemahan sistem, sedangkan fitur tanpa keluhan diasumsikan diterima secara implisit. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kendala utama: (1) lamanya waktu pemuatan data (loading), (2) ketiadaan konten tempat ibadah bersejarah, (3) kurangnya informasi aksesibilitas pariwisata, (4) antarmuka yang kurang interaktif, dan (5) tampilan visual yang kurang menarik. Kelemahan visual dan interaktivitas ini berdampak langsung pada penurunan efektivitas edukasi budaya bagi anak-anak. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dirumuskan empat strategi perbaikan iteratif: (1) penyesuaian visual antarmuka, (2) kompresi resolusi gambar untuk mempercepat pemuatan data, (3) penambahan hotspot interaktif pada media virtual tour, serta (4) penyediaan moda offline untuk aksesibilitas luring. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara performa teknis dan motivasi hedonis dalam pengembangan media edukasi kebudayaan bagi masyarakat diaspora.