Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Generation Z’s perceptions of celebrity divorce on social media Rianda Abdi; Suci Fitrah Syari; Alfiesyahrianta Habibie
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 6 (2026): June 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i6.1857

Abstract

The phenomenon of celebrity divorce has become a highly discussed topic on social media, transforming from a private matter into a public phenomenon observed and internalized by young audiences. This study aims to understand how Generation Z interprets celebrity divorce news on social media and how such continuous exposure shapes their perceptions of marriage. Grounded in Albert Bandura’s Social Learning Theory, this research utilizes a qualitative phenomenological approach to explore these cognitive processes. Data were collected through in-depth interviews with ten unmarried Generation Z informants (aged 19–28) who actively consume celebrity news. Data analysis followed Creswell’s thematic stages. The findings reveal that Generation Z engages in observational learning by treating celebrities as symbolic models. Instead of imitating negative behaviors, informants practice selective modeling by adopting relational values they consider positive and ethical. Furthermore, social media comment sections function as vicarious reinforcement, offering moral validation that influences their assessment of relational ethics. The study also highlights the emergence of self-regulation in managing toxic media exposure, which contributes to a significant shift in their marriage values from romantic idealism to critical realism. These insights emphasize the need for strengthening critical digital literacy, safe-relationship education, and collaborative policies to promote healthier social norms.  
Inovasi Digital untuk Peningkatan Pelayanan Publik : Studi Kasus Penerapan Sp4n-Lapor di Disdukcapil Kota Samarinda Dyah Rahayuning Perwitasari; Enos Paselle; Hariati; Suci Fitrah Syari
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11103

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi digital melalui implementasi SP4N-Lapor di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda, dengan menitikberatkan pada novelty berupa integrasi complaint management system SP4N-Lapor dengan sistem layanan administrasi kependudukan digital. Tujuannya adalah membuat layanan dokumen kependudukan lebih responsif, transparan dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan analisis dokumentasi layanan. Hasilnya menunjukkan peningkatan akuntabilitas layanan, kecepatan respons terhadap laporan masyarakat, dan penguatan komunikasi antara Disdukcapil dan masyarakat. Tantangan utama termasuk literasi digital warga, keterbatasan infrastruktur dan regulasi data kependudukan yang perlu disinergikan.
Etika Kecerdasan Buatan dalam Pelayanan Publik: Menyeimbangkan Efisiensi dan Akuntabilitas Pipit Afrianti; Santi Rande; Suci Fitrah Syari; Ayu Dewi Mayasari
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.811

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) telah mendorong transformasi signifikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, terutama dalam meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi layanan. Namun, penggunaan AI juga menimbulkan berbagai persoalan etis yang berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi, dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dilema etika dalam implementasi AI pada pelayanan publik, khususnya dalam menyeimbangkan efisiensi dan akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang diperkaya melalui observasi fenomenologis. Data diperoleh dari artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen resmi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik secara signifikan, penggunaannya berpotensi menimbulkan kesenjangan akuntabilitas, keterbatasan transparansi akibat sistem black box, serta bias algoritmik yang berdampak pada ketidakadilan layanan. Selain itu, otomatisasi layanan juga berimplikasi pada berkurangnya dimensi empati dalam interaksi pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan kerangka etika yang komprehensif guna memastikan bahwa implementasi AI tetap selaras dengan prinsip keadilan, transparansi, dan tanggung jawab publik. Kata Kunci : Kecerdasan Buatan; Pelayanan Publik; Etika; Akuntabilitas; Bias Algoritma