Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Dyah Rahayuning Perwitasari; Hairunnisa Hairunnisa
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 15 No 01 (2021): Volume 15 No 01 Januari-Juni 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v15i01.1959

Abstract

Electronic Government menjadi bagian penting di era modern seperti ini. Kemajuan teknologi ini dimanfaatkan di lingkup pemerintahan agar terwujudnya keterbukaan informasi publik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini diketahui bahwa dari ke lima indikator penerapan electronic government sudah terpenuhi. Sehingga penerapan electronic government ini dapat dikatakan sudah diterapkan belum sepenuhnya berjalan maksimal. Penerapan electronic government dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik belum sepenuhnya berjalan maksimal karena sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi prasarana jaringan internet yang belum memadai secara maksimal di tiap daerah, sehingga lebih banyak koordinasi dan komunikasi dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang dilakukan secara manual dan tidak menerapkan electronic government.
Penerapan Electronic Government di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Dyah Rahayuning Perwitasari; Erwin Resmawan Erwin Resmawan; Hairunnisa Hairunnisa
Journal Social Politica Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Sosial-Politika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.154 KB) | DOI: 10.54144/jsp.v1i2.21

Abstract

Electronic Government is an important part of this modern era. This technological advancement is utilized in the scope of government in order to realize effective and efficient public services. This research includes a type of qualitative descriptive research with purposive sampling techniques. The result of this study are known that from all five indicators of the implementation of electronic government has been fulfilled. So the implementation of this electronic government can be said to have been implemented has not fully run its maximum. The implementation of electronic government in the Communication and Informatics Office of East Kalimantan Province has not fully run its maximum because it is largely influenced by the inadequate infrastructure of internet network in each region, so that more coordination and communication is done manually and does not apply electronic government.
Living As Citizen In Smart City Lestari, Lara Ayu; Angreni, Dyah Kuntorini Dwi; Zana, Iqbal Saputra; Andreastuti, Desie; Bato, Bulan Erika; Perwitasari, Dyah Rahayuning
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 9 No 1 (2025): Phenomenal Issues in Today's Government
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v8i02.563

Abstract

The idea of smart cities has gained traction recently. It has attracted much attention from administrators, legislators, urban planners, and others in response to the complicated problems caused by unparalleled urbanization. However, public participation or citizen engagement is essential in the smart city concept to achieve the goals optimally. This research will primarily focus on several methodologically crafted problem sets to produce thorough analytical results. They ask how the notion of "smart cities" fits into the bigger picture of how citizen engagement in green cities affects Indonesia's green economy and ultimately, how well Indonesia's smart cities align with the 1945 Constitution. This study looks at smart city-based policies from the perspectives of participation, economy, and constitution, which is different from previous studies. The findings indicate that several smart city programs and regulations still rely on local government policies, which means that residents' rights are not allocated fairly. The construct is significant in developing ecologically sound entrepreneurship through initiatives to promote interest in community participation through green entrepreneurship orientation. The smart city concept is a means of achieving the success of community engagement in promoting a green economy and constitution.
EVALUATION OF LAND ACQUISITION POLICY FOR THE REVITALIZATION OF DEAD RIVERS IN SAMARINDA CITY Dyah Rahayuning Perwitasari; Rahman, Ramadhan Aunur
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 11 No. 4 (2025): 2025 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v11i4.406

Abstract

This research aims to see the extent of the evaluation of land acquisition policies for revitalizing dead rivers in Samarinda City (a case study of JL. D.I Panjaitan – JL. P.M. Noor in Temindung Permai Village in Samarinda City). This type of research is qualitative, and the method used in this research is descriptive. This research will focus on policy evaluation by looking at effectiveness, efficiency, adequacy, leveling, responsiveness, and accuracy, as well as supporting and inhibiting factors in evaluating land acquisition policies for revitalizing the Dead River in Samarinda City. The results of this research illustrate that the evaluation of land acquisition policies for revitalizing the Dead River on Jl. D.I Panjaitan – P.M. Noor Samarinda City has run well based on six indicators from the policy evaluation. The supporting factors in this research are good cooperation between the stakeholders involved and the inhibiting factors in this research. The lack of adequate funding and labor can slow down the progress of river revitalization and conflicts related to land acquisition, causing the dead river revitalization process to be hampered.
Bagaimana Perempuan Mempersepsi Satu Sama Lain dalam Posisi Berkuasa: Studi Kasus Pemilu Legislatif Bulan Erika Bato; Iqbal Saputra Zana; Dyah Kuntorini Dwi Angreni; Desi Andreastuti; Dyah Rahayuning Perwitasari; Lara Ayu Lestari
Jurnal Administrasi Publik Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pengembangan dan Pelatihan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52316/jap.v21i1.506

Abstract

Keterwakilan perempuan di parlemen didorong dalam pemilihan umum legislatif di Indonesia, yang mencakup pemilihan umum untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. UU No. 7/2017 tentang Pemilu pada Pasal 245 menyatakan bahwa daftar calon anggota legislatif harus memuat sekurang-kurangnya 30% perwakilan perempuan dan untuk setiap 3 orang calon terdapat sekurang-kurangnya satu orang perempuan. Berdasarkan hasil pemilu dari tahun 1999 hingga 2019, keterwakilan perempuan secara keseluruhan dalam pemilu legislatif mengalami peningkatan. Namun tidak pernah mencapai angka 30% dari keseluruhan anggota legislatif, bahkan setelah undang-undang 30% diberlakukan. Hal ini menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan yang terpilih dalam kontestasi pemilu legislatif dari hasil pemilu masih perlu didorong secara maksimal. Norma sosial dan budaya yang masih cenderung patriarkis membatasi peran perempuan di ranah publik dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat keterwakilan perempuan di parlemen, melalui komitmen dukungan partai politik dan partisipasi politik perempuan dalam memilih calon anggota legislatif dari keterwakilan perempuan dalam pemilu legislatif untuk memastikan hadirnya kebijakan yang mendukung, memberdayakan, dan memfasilitasi kebutuhan perempuan di berbagai bidang pembangunan.Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur, di mana kami mengumpulkan dan menganalisis berbagai studi dan laporan yang relevan dari jurnal ilmiah, buku, dan sumber-sumber terpercaya lainnya yang diterbitkan dalam dua dekade terakhir. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pemilih perempuan tidak memprioritaskan untuk memilih anggota legislatif perempuan. Sistem kepartaian masih meremehkan pendidikan dan kaderisasi politik perempuan
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN ADVOKASI WALHI DIY TERHADAP KEPUASAN PEMBUATAN RTH KRICAK Lestari, Lara Ayu; Perwitasari, Dyah Rahayuning; Bato, Bulan Erika; Zana, Iqbal Saputra; Perdana, Gusti Naufal Rizky
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i1.498

Abstract

This Study Aims To Analyze The Influence Of Community Participation and advocacy by WALHI DIY on community satisfaction in the process of creating Green Open Spaces (RTH) in Kricak Village, Yogyakarta City. The research method used is a quantitative approach with an Ex-Post Facto design, which aims to examine the relationship between community participation, WALHI DIY advocacy, and community satisfaction. Data were collected through questionnaires distributed to 160 residents in Kricak Village and analyzed using multiple linear regression. The results show that both community participation in the RTH development process and the advocacy carried out by WALHI DIY have a significant impact on the level of community satisfaction. Community participation in the planning and implementation of RTH development increases a sense of ownership of the project, while advocacy by WALHI DIY enhances community understanding of the importance of RTH and how the process can improve their quality of life. This finding provides an important contribution to the development of more participatory RTH development policies, where the community is actively involved, and policies that support environmental sustainability. This research is expected to serve as a reference in the implementation of more inclusive green space development policies that have a positive impact on the community.
SECURING THE DIGITAL NATION: A RESEARCH EXPLORATION OF CYBERSECURITY IN E-GOVERNMENT Dyah Rahayuning Perwitasari; Perdana, Gusti Naufal Rizky; Lestari, Lara Ayu; Zana, Iqbal Saputra; Bato, Bulan Erika
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i1.501

Abstract

This study examines the development and trends in cybersecurity research within the context of e-government from 2012 to 2024 using a bibliometric analysis method. Through bibliometric analysis, this research analyzes publications indexed in the Scopus database to identify trends, author contributions, institutions, and countries involved in cybersecurity research in the digital government sector. The analysis results indicate that cybersecurity topics in e-government have gained increasing attention in line with the growing adoption of digital technologies in government. Dominant themes such as cybersecurity, security, system, technologies, digital, and e-government reflect efforts to enhance government efficiency and transparency while addressing cybersecurity challenges. Furthermore, the study identifies the growing importance of implementing technical solutions such as blockchain and artificial intelligence (AI) to strengthen the security of digital government systems. The research also highlights significant contributions from specific authors, institutions, and countries in enriching this body of literature. Nonetheless, this study is limited by the scope of data used and proposes future research directions that incorporate socio-political factors and emerging technologies to reinforce the secure implementation of e-government.
IMPLIKASI TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT PESISIR TERHADAP KEBIJAKAN PENGELOLAAN MINYAK DAN GAS DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Zana, Iqbal Saputra; Perdana, Gusti Naufal Rizky; Bato, Bulan Erika; Lestari, Lara Ayu; Perwitasari, Dyah Rahayuning
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i1.504

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu penghasil utama minyak dan gas di Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap PDRB Kalimantan Timur, terutama dari sektor pertambangan. Meskipun sektor migas memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, distribusi manfaatnya terhadap masyarakat pesisir masih terhambat oleh ketimpangan ekonomi. Hal ini tercermin dalam data kemiskinan yang menunjukkan bahwa meskipun kontribusi sektor migas terhadap PDRB besar, angka kemiskinan di daerah pesisir tetap signifikan. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, dan kurangnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini juga mengulas berbagai peluang untuk diversifikasi ekonomi melalui sektor pariwisata berbasis ekologi dan energi terbarukan, yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat. Diperlunkan kebijakan yang lebih inklusif dan adil untuk memastikan bahwa manfaat sektor migas dapat dinikmati secara merata, dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur terkait kebijakan pengelolaan minyak dan gas, dampaknya terhadap ekonomi masyarakat pesisir, serta tantangan dalam redistribusi manfaat ekonomi. Kata Kunci : Minyak dan Gas, Masyarakat Pesisir, Ketimpangan Ekonomi, Pembangunan Berkelanjutan
Inovasi Digital untuk Peningkatan Pelayanan Publik : Studi Kasus Penerapan Sp4n-Lapor di Disdukcapil Kota Samarinda Dyah Rahayuning Perwitasari; Enos Paselle; Hariati; Suci Fitrah Syari
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11103

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi digital melalui implementasi SP4N-Lapor di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda, dengan menitikberatkan pada novelty berupa integrasi complaint management system SP4N-Lapor dengan sistem layanan administrasi kependudukan digital. Tujuannya adalah membuat layanan dokumen kependudukan lebih responsif, transparan dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan analisis dokumentasi layanan. Hasilnya menunjukkan peningkatan akuntabilitas layanan, kecepatan respons terhadap laporan masyarakat, dan penguatan komunikasi antara Disdukcapil dan masyarakat. Tantangan utama termasuk literasi digital warga, keterbatasan infrastruktur dan regulasi data kependudukan yang perlu disinergikan.
Public Private Partnership dalam Tata Kelola Pembangunan IKN Berbasis Konsep Forest City Perwitasari, Dyah Rahayuning; Andreastuti, Desie; Lestari, Lara Ayu; Dwi Angreni, Dyah Kuntorini; Bato, Bulan Erika; Zana, Iqbal Saputra
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmae.v4i3.1930

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran PPP sebagai mekanisme tata kelola lingkungan dalam pembangunan IKN berbasis konsep kota hutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka melalui analisis dokumen kebijakan, peraturan perundang-undangan, dokumen perencanaan, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPP berperan penting tidak hanya sebagai skema pembiayaan, tetapi juga sebagai arena tata kelola yang mengatur pembagian peran, kewenangan, dan tanggung jawab antara pemerintah dan sektor swasta. Otorita IKN memiliki posisi sentral dalam mengendalikan pemanfaatan lahan dan investasi, namun efektivitas implementasi konsep Forest City masih menghadapi tantangan, terutama terkait konsistensi regulasi, indikator kinerja lingkungan, dan mekanisme akuntabilitas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola PPP menjadi prasyarat utama agar konsep Forest City tidak berhenti sebagai visi normatif, melainkan terimplementasi secara operasional dalam mendukung pembangunan IKN yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan publik