Burhan Burhan
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Implementasi Rapor Pendidikan Sekolah Terhadap Mutu Pembelajaran Dan Manajemen Sekolah Di UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar Nur Qalbi; Mas'ud Muhammadiah; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi rapor pendidikan dalam meningkatkan mutu dan manajemen sekolah, dengan fokus pada pengembangan program di UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis studi kasus yang mengambil data rapor pendidikan sekolah di paltform rapor pendidikan UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Rapor Pendidikan di SD Negeri Parinring memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran dan manajemen sekolah, meskipun masih terdapat tantangan dalam proses pelaksanaannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pihak sekolah terus melakukan perbaikan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman tentang Rapor Pendidikan, serta mendukung kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam proses evaluasi pendidikan. This study aims to analyze the implementation of education report cards in improving school quality and management, with a focus on program development at UPT SPF SD Negeri Parinring, Makassar City. This study uses a qualitative approach and uses a case study type that takes school education report card data on the UPT SPF SD Negeri Parinring education report card platform in Makassar City. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation, The results of the study indicate that the implementation of the Education Report Card at SD Negeri Parinring has a positive impact on the quality of learning and school management, although there are still challenges in the implementation process. Based on the results of this study, it is recommended that the school continue to make improvements and training to improve understanding of the Education Report Card, as well as support collaboration between teachers, students, and parents in the education evaluation process.
Analisis Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran IPAS Di Kelas V UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar Nurdianah Nurdianah; Muhammad Bakri; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6143

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterlaksanaan model pembelajaran Discovery Learning dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas V UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus instrumental, penelitian melibatkan satu guru dan tujuh peserta didik sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil menunjukkan penerapan enam fase Discovery Learning (stimulus, klarifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi) mengalami peningkatan konsistensi pada tiga pertemuan berurutan. Pada pertemuan III, seluruh indikator aktivitas guru (16 aspek) terpenuhi dengan kategori "Sangat Baik", diikuti peningkatan partisipasi aktif siswa menjadi 86,66% dan ketuntasan klasikal 80,94%. Faktor kunci keberhasilan meliputi pendampingan diferensiasi berbasis LKPD bertingkat, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pelatihan scaffolding guru. Implikasi teoretis memperkuat konstruktivisme Bruner (1961) dalam konteks sekolah marjinal, sementara implikasi praktis menghasilkan protokol implementasi model adaptif untuk daerah terbatas sumber daya. Simpulan membuktikan model ini efektif mentransformasi pembelajaran teacher-centered menjadi student-centered serta meningkatkan literasi sains melalui penguatan keterampilan bertanya ilmiah (45%), penalaran kausal (52%), dan analisis fenomena IPAS (65%). This study analyzes the implementation of the Discovery Learning model in Natural and Social Sciences (IPAS) for Grade V students at UPT SPF SD Negeri Parinring, Makassar City. Employing a descriptive qualitative approach with an instrumental case study design, the research involved one teacher and seven students as informants. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, then processed via data reduction, data display, and conclusion verification. Results indicate consistent improvement across three sequential meetings in executing the six phases of Discovery Learning (stimulus, problem clarification, data collection, data processing, verification, and generalization). By Meeting III, all teacher activity indicators (16 aspects) were fully implemented with an "Excellent" rating, alongside increased active student participation (86.66%) and classical mastery (80.94%). Critical success factors included differentiated guidance using tiered worksheets, optimization of local resources, and teacher scaffolding training. Theoretically, the findings reinforce Bruner’s constructivism (1961) in marginal school contexts, while practical implications yield an adaptive implementation protocol for resource-limited settings. The model effectively transformed teacher-centered into student-centered learning, enhancing scientific literacy through improved scientific questioning (45%), causal reasoning (52%), and analysis of science phenomena (65%). The study confirms the efficacy of Discovery Learning in overcoming conceptual gaps and recommends its integration into curriculum assistance programs for high-cost index regions.
Pengaruh Model Talking Stick Berbasis Media Interaktif Wordwall Terhadap Hasil Belajar siswa Gugus VI Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang Rusni Rusni; Sundari Hamid; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6151

Abstract

Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa terus menjadi fokus dalam pengembangan pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Dalam konteks ini, penerapan model pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi menjadi salah satu alternatif strategis untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Talking Stick berbasis media interaktif Wordwall terhadap hasil belajar siswa di Gugus VI Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Gugus VI yang berjumlah 644 orang, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Sampel dibagi dalam dua kelompok: kelompok eksperimen sebanyak 20 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan dokumentasi, sementara teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Talking Stick berbasis media Wordwall secara signifikan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Model ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga melatih keterampilan berbicara, kerja sama, dan keberanian menyampaikan pendapat. Selain itu, media Wordwall menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa penggunaan model Talking Stick berbasis media interaktif Wordwall efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan layak diterapkan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Improving student learning outcomes remains a central focus in the development of elementary education. In this context, the implementation of innovative and technology-based learning models is considered a strategic alternative to foster active, enjoyable, and meaningful learning. This study aims to examine the effect of the Talking Stick model integrated with interactive Wordwall media on the learning outcomes of students in Cluster VI, Patampanua District, Pinrang Regency. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method. The population consisted of 644 students, and samples were selected using a stratified random sampling technique. The sample was divided into two groups: 20 students in the experimental group and 20 students in the control group. Data were collected through tests and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics. The findings revealed that the Talking Stick model using Wordwall media had a significant positive impact on student learning outcomes. This model enhanced student engagement, encouraged speaking skills, supported collaboration, and built confidence in expressing opinions. Additionally, Wordwall media created an interactive and enjoyable classroom environment, promoting greater student independence in task completion. Based on these findings, it is concluded that the Talking Stick model combined with Wordwall interactive media is effective in improving learning outcomes and is recommended as an innovative instructional strategy in elementary education.
Implementasi Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kompetensi Profesional Guru SMPN Di Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah Markus Palungan; Mas’ud Muhammadiah; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6200

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Konteks geografis yang terpencil sering kali menimbulkan tantangan tersendiri dalam implementasi manajemen sekolah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMP Negeri Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Fokus penelitian diarahkan pada konteks daerah yang relatif belum banyak dijangkau dalam kajian manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, yang memungkinkan peneliti mengungkap makna pengalaman para informan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dilakukan di dua sekolah, yaitu UPTD SMPN 1 Tobadak dan UPTD SMPN 3 Tobadak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan manajemen kepemimpinan secara fungsional dan adaptif. Gaya kepemimpinan yang diterapkan bersifat demokratis, yang tercermin dalam komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan hubungan yang harmonis dengan para guru. Kepala sekolah menjalankan perannya secara menyeluruh sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator, dan motivator. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan hambatan seperti keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana yang belum optimal, serta beban administratif yang cukup tinggi. Hambatan tersebut berdampak pada keterbatasan dalam pemberian umpan balik dan pelaksanaan program pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Principal leadership is a strategic factor in improving the quality of learning and teacher professionalism, especially in areas with limited access to education. Remote geographic contexts often pose challenges in implementing effective school management. This study aims to describe the implementation of principal leadership management in improving teacher professional competence at SMP Negeri Tobadak District, Central Mamuju Regency. The focus of the study was directed at the context of a region that has not been widely covered in educational management studies. This study used a qualitative approach with a phenomenological design, which allowed researchers to reveal the meaning of the informants' experiences in depth. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation, conducted in two schools, namely UPTD SMPN 1 Tobadak and UPTD SMPN 3 Tobadak. The results of the study indicate that the principal has implemented leadership management functionally and adaptively. The leadership style applied is democratic, which is reflected in open, collaborative communication and harmonious relationships with teachers. The principal carries out his role comprehensively as an educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, and motivator. However, in practice, there are still obstacles such as budget limitations, suboptimal facilities and infrastructure, and quite high administrative burdens. These obstacles have an impact on limitations in providing feedback and implementing ongoing teacher professional development programs.
Pengaruh Media Game Edukasi Wordwall Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas 4 Di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar Sitti Fatimah Fatimah; Syahriah Madjid; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media game edukasi Wordwall terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan belum memanfaatkan teknologi interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design), melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang belajar menggunakan media Wordwall dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 52 siswa kelas IV di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan membaca pemahaman yang mencakup aspek pemahaman literal, reorganisasi, inferensial, dan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana siswa yang belajar dengan media Wordwall memperoleh hasil lebih tinggi. Media Wordwall membantu siswa memahami isi bacaan melalui kegiatan bermain interaktif, umpan balik langsung, serta visualisasi teks yang menarik. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan Wordwall juga menumbuhkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa media game edukasi Wordwall dapat menjadi solusi efektif dan inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman sekaligus memperkuat literasi digital di sekolah dasar. This study aims to analyze the effect of using the educational game media Wordwall on elementary school students’ reading comprehension skills. The research was motivated by the low level of students’ ability to understand written texts, which is largely due to the use of conventional teaching methods that are less engaging and have not yet integrated interactive technology. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, involving two groups: an experimental group taught using the Wordwall media and a control group taught through conventional methods. The participants consisted of 52 fourth-grade students from UPT SPF SD Inpres Maccini, Makassar, selected through purposive sampling. The research instruments included a reading comprehension test covering literal, reorganization, inferential, and evaluative aspects. The findings revealed a significant difference between the experimental and control groups, with students in the experimental group achieving higher reading comprehension scores. The Wordwall media facilitated students’ understanding of the text through interactive game activities, immediate feedback, and visually engaging presentations. Beyond improving academic achievement, the use of Wordwall also enhanced students’ learning motivation and active participation during the lesson. These results indicate that the Wordwall educational game is an effective and innovative tool for improving reading comprehension skills and simultaneously strengthening digital literacy among elementary school students.
Pengaruh Model Think-Talk-Write (TTW) Berbantuan Animasi “Kak Asiah Dan Ammar” Terhadap Motivasi Belajar Dan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Neni Safitri; Muh Yunus; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) berbantuan animasi “Kak Asiah dan Ammar” terhadap motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian terdiri dari angket motivasi belajar dan tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi. Sampel penelitian melibatkan dua kelas pada tingkat sekolah dasar dengan pengelompokan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model TTW berbantuan animasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kedua variabel dependen. Nilai signifikansi pada uji hipotesis pertama dan kedua menunjukkan p < 0,05 dengan nilai R-squared tinggi, yaitu 79,1% untuk motivasi belajar dan 71,9% untuk kemampuan berpikir kritis. Uji multivariat juga mengonfirmasi bahwa model pembelajaran ini memberikan pengaruh simultan yang signifikan terhadap kedua variabel. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi animasi dalam pendekatan TTW mampu menciptakan lingkungan belajar yang menarik, interaktif, dan mendorong keterlibatan siswa dalam berpikir kritis serta membangun motivasi intrinsik. Model ini relevan untuk dikembangkan lebih lanjut dalam konteks pembelajaran abad ke-21. This study aims to analyze the influence of the Think-Talk-Write (TTW) learning model assisted by the animation “Kak Asiah dan Ammar” on elementary school students’ learning motivation and critical thinking skills. The research employed a quasi-experimental design with a quantitative approach. The instruments included a validated learning motivation questionnaire and a critical thinking skill test. The sample involved two elementary school classes, divided into experimental and control groups. Data analysis results showed that the TTW model assisted by animation had a significant positive effect on both dependent variables. The hypothesis testing revealed p-values < 0.05 with high R-squared values: 79.1% for learning motivation and 71.9% for critical thinking skills. Multivariate testing also confirmed a significant simultaneous effect of the model on both variables. These findings indicate that integrating animation within the TTW approach creates an engaging and interactive learning environment that fosters students’ critical thinking and builds intrinsic motivation. This model is highly relevant for further development within 21st-century learning contexts.