Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Mesin Kiln Berdasarkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai Dasar Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di PT XYZ Angga Bahri Pratama; Eka Putra Dairi Boangmanalu; Sahat Sahat; Jandri Fan HT Saragi
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.425

Abstract

The kiln machine demonstrates high operational effectiveness and infrequent breakdowns; however, this performance does not correlate linearly with the resulting product quality. The presence of yield losses—the discrepancy between actual specification-compliant output and total output—indicates production inefficiency, particularly regarding quality. This study aims to analyze the effectiveness of the kiln machine in activated carbon production at PT. XYZ uses the Overall Equipment Effectiveness (OEE) approach and proposes implementing Total Productive Maintenance (TPM) to minimize losses. The methodology involves measuring three primary OEE components: Availability Ratio, Performance Efficiency Ratio, and Rate of Quality Product. Analysis results reveal an average OEE value of 64.1%, which remains significantly below the Japan Institute of Plant Maintenance ideal standard of 85%. This suboptimal OEE value is primarily driven by a low Rate of Quality Product at 56.89% due to high yield losses. By implementing TPM, the company is expected to enhance kiln machine effectiveness through structured maintenance, autonomous operator maintenance, and comprehensive operational quality optimization, thereby improving overall manufacturing productivity.
Pengurangan Setup dan Penentuan Ukuran Lot Sistem Produksi Pengolahan Kopi Ekspor dengan Model Integrasi Sahat Dapottua Sitompul; Sahat Sahat; Josef Franklin Sihite
Journal of Collaborative Industrial Management (JCIM) Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Collaborative Industrial Management
Publisher : Publika Bersama Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada 10 tahun terakhir ini persaingan antar perusahaan (entitas bisnis) semakin tajam. Perusahaan berupaya secara terus menerus menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produknya. Pengembangan kerjasama dengan pemasok merupakan salah satu upaya yang banyak dilakukan perusahaan untuk mencapai maksud tersebut. Sekarang ini tidak ada satu perusahaan pun yang dapat membuat produknya tanpa keterlibatan pemasok. Kerjasama dalam penentuan kebijakan pada perusahaan pemasok dan pemanufaktur dalam hal persediaan menciptakan suatu jaringan sistem produksi (production system network (PSN)) yang memiliki pola hubungan kolaboratif (collaborative relationship). Hubungan ini menciptakan suatu inovasi dalam sistem manufaktur yang tentunya membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Koordinasi antara pemasok dan pemanufaktur dalam penentuan kebijakan persediaan diperlukan agar perusahaan dapat menghemat biaya, terutama pada biaya setup per unit, biaya pemesanan per unit, dan biaya transportasi per unit. Penentuan kebijakan persediaan sebagai hasil kerjasama antara pemasok dan pemanufaktur menciptakan perlunya penentuan ukuran lot gabungan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan model penentuan ukuran lot gabungan yang memperhitungkan aspek pengurangan setup dan perbaikan kualitas produksi. Hasil peramalan permintaan dimasa yang akan merupakan dasar perhitungan dalam perencanaan produksi, pengendalian inventory dan menghitung biaya pengadaan bahan baku yang paling ekonomis.
Uji Kekuatan Tarik Komposit Epoksi Diperkuat Serat Daun Nanas (Ananas Comosus) Berdasarkan Variasi Fraksi Volume Serat Eka Putra Dairi Boangmanalu; Jandri Fan HT Saragi; Angga Bahri Pratama; Sahat Sahat; Positron Bangun
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik komposit berbasis resin epoksi. Serat daun nanas terlebih dahulu diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% untuk meningkatkan kekasaran permukaan dan adhesi dengan matriks. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan metode hand lay-up, dan pengujian tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi volume serat hingga 30% menghasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 49,3 MPa. Nilai modulus Young juga meningkat hingga fraksi tersebut, kemudian menurun pada komposisi serat yang lebih tinggi akibat terbentuknya void dan aglomerasi serat.