Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MESIN INHALASI HYDROXY KAPASITAS 24-36 WATT BERBASIS SOLAR CELL Yulianti, Bekti; Dewanto, Yohanes; Haryanti, Munnik; Awaludin, Muryan
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i1.883

Abstract

Alat inhalasi hydroxyl merupakan salah satu alat yang digunakan untuk terapi yang berhubungan dengan keluhan terhadap pernapasan. Prinsip kerja dari alat inhalasi ini adalah menguraikan molekul air menjadi senyawa Oksigen dan senyawa Hidrogen. Gas yang dihasilkan dari penguaraian tersebut dinamakan gas HHO. Generator HHO adalah alat yang akan menghasilkan gas HHO dari proses penguraian senyawa air tersebut. Generator yang akan dibuat memilki kapasitas 24-36 watt dengan sumber tegangan 12 DC dari Solar Cell. Penggunaan solar cell digunakan agar alat dapat digunakan lebih fleksibel ditempat yang belum terdapat aliran listrik. Berdasarkan hasil percobaan terhadap alat dengan daya maksimal 36 watt dan kadar NaOH 10% sebagai katalis terhadap seluruh volume air yang digunakan, maka rata-rata kenaikan volume gas hidrogen setiap kenaikan arus 0,1 A selama 30 menit adalah 15,21 ml dan gas oksigen adalah 33,6 ml. Sedangkan rata-rata kenaikan volume gas hydrogen berdasarkan kenaikan suhu sebesar 1°K dan kenaikan arus 0,1 A adalah 0,77 ml dan kenaikan oksigen sebesar 1,54 ml. Kata Kunci : hydroxy , metode inhaler, terapi untuk paru-paru
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KEBISINGAN SUARA DAN PERINGATAN JAM PERKULIAHAN OTOMATIS Pamungkas, Gearis Sangkahanugraha Galih; Dewanto, Yohanes; Sukendar, Tateng
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i2.1114

Abstract

AbstrakKebisingan suara adalah salah satu aspek lingkungan yang dapat memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan manusia dan lingkungan. Sesuai dengan petaruran pemerintah yaitu Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu dan tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan(KepMen LH No.48 1999).            Pengaruh kebisingan terhadap manusia dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu bising yang mengganggu (Irritating noise), bising yang menutupi (Masking noise) dan bising yang merusak (Damaging / Injurious noise) Kebisingan pada ruangan perpustakaan masih sering terjadi, terutama berasal dari pengunjung perpustakaan itu sendiri. Petugas perpustakaan sudah berupaya untuk melakukan beberapa tindakan terhadap pengunjung yang membuat kegaduhan (kebisingan) diruang perpustakaan. Tujuan dari alat pendeteksi dan peringatan kebisingan suara pada ruangan perpustakaan berbasis arduino yaitu untuk untuk memberikan rasa nyaman para pengujung ketika berkunjung keperpustakaan. Berdasarkan hasil setiap pengujian yang dilakukan mulai dari percobaan pertama diruangan 205 lantai 2 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma hingga percobaan ke 2 diruangan 305 lantai 3 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Perancangan alat pendeteksi kebisingan suara dan jam perkuliahan otomatis dalam ruangan memiliki sistem kerja yang cukup baik. Dengan percobaan pertama belum menggunakan pemograman ADC tingkat eror pada percobaan pertama yaitu 0,187 % sedangkan untuk percobaan kedua sudah menggunakan pemograman ADC, tingkat eror pada percobaan ke dua yaitu 0,062 % . Dengan menggunakan metode yang sama pada saat uji coba pengambilan data pertama dan kedua.       Kata Kunci : Kebisingan suara, Pengaruh kebisingan terhadap manusia.
OPTIMIZATION OF SUSPENSION SYSTEM RE-DESIGN ON MINI STRUCTURES BUSES USING SIMULINK FACILITIES Cep Yudi Hamdani; Yohanes Dewanto
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 16 No. 2 (2026): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/th05wh85

Abstract

The construction of the Bogor–Cianjur–Sukabumi (BOCIMI) Toll Road represents a strategic government initiative to enhance regional connectivity in West Java, reduce congestion in the Greater Jakarta (Jabodetabek) area, and promote the growth of industrial zones, tourism, and satellite cities. Along with the development of toll road infrastructure, the demand for public transportation modes that are both efficient and comfortable has become increasingly important. However, existing road-based public transportation still faces limitations, particularly in terms of ride comfort and vehicle dynamic performance. Therefore, the development and re-design of medium buses with improved comfort through suspension system optimization is required. This study focuses on the modeling and optimization of the suspension system of a PO. Marita medium bus operating on the Jakarta–Cianjur route via Puncak Bogor, using Simulink-based simulation as a representation of the vehicle’s dynamic system. The objectives of this research include suspension system modeling, analysis of suspension parameters that most significantly affect vehicle dynamic response, optimization of the main suspension parameters, and evaluation of vibration response before and after optimization based on body acceleration RMS, maximum suspension deflection, settling time, and damping ratio (ζ). In addition, vehicle response under cornering and acceleration conditions with various speed levels and mass distributions is also analyzed. The research methodology was carried out in several stages, including literature review, collection of vehicle and road data, determination of initial suspension parameters, mathematical modeling, Simulink modeling, initial condition simulation, vibration response evaluation, optimization of spring stiffness (k) and damping coefficient (c), and comparison of results before and after re-design. The results show that the suspension system was successfully modeled and was able to quantitatively represent the vehicle’s dynamic response. The parameters k and c were found to be the most influential on suspension performance. Optimization increased the damping ratio from approximately ζ ≈ 0.03 to ζ ≈ 0.07, accompanied by a reduction in body acceleration RMS from about 0.38 m/s² to 0.21 m/s², maximum suspension deflection from ±85 mm to ±50 mm, and settling time from 6.0 seconds to 2.5 seconds. Under cornering and acceleration simulations, the optimized suspension system maintained stable and well-controlled responses, making it more suitable for the mountainous road characteristics of the Jakarta–Cianjur route via Puncak Bogor.