Suharni
Universitas Lancang Kuning, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Strategis Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar: Studi Literatur Tentang Pembelajaran Berpusat Pada Anak Ririn Karista; Suharni; Nadia Hasibuan; Tamara widya anggun Sasmita; Restu asih Dwi payungi Sasmita
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v2i2.2018

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Pendidikan Anak Usia Dini menuntut penguatan peran guru dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada anak, fleksibel, kreatif, dan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Studi ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar serta mengidentifikasi tantangan yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data sekunder diperoleh dari jurnal nasional, buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan informasi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang pembelajaran, fasilitator, motivator, penguat karakter, dan pelaksana asesmen perkembangan anak. Guru perlu memahami kebutuhan, minat, gaya belajar, dan karakteristik individu anak untuk menciptakan pengalaman bermain yang bermakna. Tantangan utama meliputi keterbatasan pemahaman kurikulum, sarana pembelajaran, akses teknologi, dan kebutuhan pengembangan profesional berkelanjutan. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka Belajar sangat bergantung pada kompetensi guru, dukungan sekolah, keterlibatan orang tua, dan kebijakan pemerintah yang mendorong pembelajaran anak usia dini secara holistik, kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.
Peningkatan Literasi Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Penerapan Aplikasi Chatterkid Sebagai Media Interaktif Pada Kelompok A TK Cendana Rumbai Dea Nita Cahyani Putri; Suharni; Sean Marta Efastri; Yesi Novitasari
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 3 (2026): November
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v2i3.2361

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan literasi anak usia 4-5 tahun di Kelompok A TK Cendana Rumbai serta perlunya media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi anak usia 4-5 tahun melalui penerapan aplikasi Chatterkid sebagai media interaktif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan aplikasi Chatterkid secara langsung dalam pembelajaran literasi melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengembangkan media interaktif menggunakan model ADDIE. Indikator literasi yang diamati meliputi kemampuan berbicara, menyimak, mengikuti instruksi, menggunakan kosakata dan menyusun kalimat sederhana, serta mengenal simbol dan bunyi huruf. Penelitian ini menggunakan metode PTK dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 19 anak usia 4-5 tahun, terdiri atas 8 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi setelah penerapan aplikasi Chatterkid. Rata-rata kemampuan literasi pada pra-siklus sebesar 35% dengan kriteria Mulai Berkembang (MB), meningkat menjadi 45% pada siklus  I pertemuan 1, 60% pada siklus I pertemuan 2, 70% pada siklus II pertemuan 1, dan mencapai 82% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) pada siklus II pertemuan 2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Chatterkid dapat mendukung peningkatan kemampuan literasi anak dan telah mencapai indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Chatterkid dapat menjadi alternatif media digital interaktif dalam mendukung kegiatan literasi anak usia dini.
Penerapan Metode Project Based Learning (PJBL) Untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini di TK Pertiwi Kota Pekanbaru Lira Efendi; Suharni; Yesi Novitasari; Sean Marta Efastri
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 3 (2026): November
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v2i3.2366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak melalui penerapan metode Project Based Learning (PjBL) dengan kegiatan kolase di TK Pertiwi Kota Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 orang anak kelompok B yang terdiri dari 3 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Project Based Learning (PjBL) dengan kegiatan kolase dapat meningkatkan kemandirian anak. Pada pra siklus, persentase rata-rata kemandirian anak sebesar 31% dengan kategori Mulai Berkembang (MB). Pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 44% dengan kategori Mulai Berkembang (MB), dan pada siklus I pertemuan 2 meningkat menjadi 61% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 84% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), dan pada siklus II pertemuan 2 mencapai 88% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian, penerapan metode Project Based Learning (PjBL) dengan kegiatan kolase menunjukkan bahwa penerapan PjBL berkaitan dengan peningkatan kemandirian anak dan dapat meningkatkan kemandirian anak di TK Pertiwi Kota Pekanbaru serta telah melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan sebesar 75%.
Kegiatan Cooking Class Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Makanan Bergizi Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Pertiwi Kota Pekanbaru Sepri Zela; Heleni Filtri; Yesi Novitasari; Suharni
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 3 (2026): November
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v2i3.2425

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan makanan bergizi pada anak usia 5–6 tahun di TK Pertiwi Kota Pekanbaru. Pembelajaran yang dilakukan sebelumnya masih menggunakan lembar kerja sehingga anak kurang memahami jenis makanan bergizi, manfaat makanan sehat, serta cara memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan makanan bergizi melalui kegiatan cooking class pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 14 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Pengetahuan makanan bergizi diukur melalui beberapa indikator utama, yaitu kemampuan anak menyebutkan contoh makanan bergizi, mengenal bahan yang digunakan dalam kegiatan cooking class, membedakan makanan sehat dan tidak sehat, serta menyebutkan manfaat makanan sehat bagi tubuh. Penilaian juga didukung oleh indikator keterlibatan anak dalam kegiatan, meliputi kemampuan bekerja sama,mengikuti kegiatan dengan baik, aktif bertanya dan menjawab, melakukan kegiatan sederhana, mengikuti arahan guru, serta merapikan bahan dan alat setelah kegiatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan cooking class dapat meningkatkan kemampuan anak berdasarkan persentase rata-rata hasil observasi. Persentase meningkat dari 39% pada pra-siklus menjadi 57% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 84% pada siklus II. Jumlah anak yang mencapai ketuntasan juga mengalami peningkatan, yaitu dari 6 anak pada pra-siklus menjadi 9 anak pada siklus I dan 13 anak pada siklus II. Peningkatan tersebut dilakukan melalui kegiatan cooking class yang melibatkan anak secara langsung dalam membuat sate buah, sandwich sehat, bubur kacang hijau, dan sup telur puyuh. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada anak untuk mengenal jenis makanan, bahan makanan, membedakan makanan sehat dan tidak sehat, serta memahami manfaat makanan bergizi bagi tubuh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan cooking class dapat meningkatkan pengetahuan makanan bergizi pada anak usia 5–6 tahun di TK Pertiwi Kota Pekanbaru