Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pencatatan Keuangan sebagai Langkah Awal Menuju Kemandirian Ekonomi: Sinergi Kewirausahaan dan Perpajakan Gunardi Gunardi; Yani Ramdani; Siti Mialasmaya; Eri Febriani
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2249

Abstract

Proper financial recording is essential to achieve economic independence, especially for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This community service program (PKM) provides training on basic financial recording, creative entrepreneurship, and understanding MSME tax obligations under Government Regulation No. 55 of 2022. The methods include manual and digital recording education, tax calculation simulations, and developing local potential-based business ideas with simple digital promotion strategies. The results showed improved participant understanding in financial recording and business strategy development. This program is expected to support sustainable economic independence in the community.
ANALISIS PENGARUH PENGELOLAAN KAS TERHADAP LIKUIDITAS USAHA PADA UMKM KULINER DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS: UMKM DI KECAMATAN CICENDO KOTA BANDUNG) Eri Febriani
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA) Vol 5 No 1 (2026): JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA)
Publisher : PUBLISHER ABISATYA DINAMIKA ISWARA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58268/eb.v5i1.234

Abstract

Pengelolaan kas merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelangsungan usaha, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner yang menghadapi dinamika transaksi harian secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kas terhadap likuiditas usaha pada UMKM kuliner di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 30 pelaku UMKM kuliner. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan kas memengaruhi kondisi likuiditas usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pengelolaan kas yang baik dengan tingkat likuiditas usaha. UMKM yang menerapkan pencatatan arus kas, pengendalian pengeluaran, dan perencanaan kas yang terstruktur cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi dan praktik manajemen keuangan dalam menjaga stabilitas keuangan UMKM kuliner.
PENINGKATAN LITERASI AKUNTANSI DAN KEPATUHAN PAJAK BAGI PELAKU UMKM DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA CIMENYAN, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG Gunardi Gunardi; Priatna Kesumah; Eri Febriani; Meidina Sekar Hapsari; Siti Mialasmaya; Riffka Fauzany; Hendriady De Keizer; Dyah Bayu Framesthi; Risa Hartati; Indi Masruroh
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, meskipun sebagian pelaku usaha ini masih kesulitan mengatur administrasi keuangan serta menjalankan kewajiban perpajakannya secara tertib, sehingga tata kelola usaha belum berjalan optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini disusun untuk menumbuhkan pemahaman akuntansi dan kepatuhan perpajakan di kalangan pelaku UMKM maupun warga Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari upaya menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Pelaksanaannya melalui beberapa tahap, mulai dari penjajakan kebutuhan warga, pemberian materi edukatif, praktik langsung, pendampingan lanjutan, hingga pengukuran hasil lewat instrumen pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup cara mencatat transaksi usaha, menyusun laporan keuangan sederhana mengikuti Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), serta pemahaman atas kewajiban pajak. Data hasil evaluasi memperlihatkan skor rata-rata pre-test 20,09 dari skala maksimal 30 (66,97%) dan skor rata-rata post-test 19,60 dari skala maksimal 30 (65,33%); karena jumlah responden pada kedua tahap berbeda, hasil tersebut ditelaah secara deskriptif, bukan dengan uji statistik berpasangan. Kendati demikian, catatan diskusi dan pengamatan langsung selama pelatihan memperlihatkan adanya kemajuan pemahaman peserta terkait pentingnya pembukuan yang rapi, keharusan memisahkan uang pribadi dari uang usaha, penyusunan laporan keuangan sederhana, dan ketaatan pajak sebagai unsur utama tata kelola usaha yang sehat. Secara umum, kegiatan ini turut memperkuat kompetensi peserta di bidang akuntansi dan perpajakan serta diharapkan menopang kemandirian ekonomi UMKM secara berkesinambungan, dengan pendampingan lanjutan yang disarankan agar pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh terus dipraktikkan secara konsisten