Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN PRODUK PENJUALAN TOKO BERAS KARTIKA Asri Sanusi; Asmaul Husna; Neni Triastuti; Muhammad Fauzi; Fhadilah Rizki Agustin
SI-MEN Vol 12 No 1 (2021): Jurnal SI-MEN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) STIES Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.796 KB) | DOI: 10.1234/10.1234/sties-aceh.si-men.12.3.205

Abstract

Langkah-langkah Strategi Pemasaran Melalui : Segmentasi Pasar (Market Segmentation), Penetapan Target Pasar (Market Targeting), Diferensasi dan Posisi Pasar (Differentiation & Positioning). Adapun penelitian ini dilakukan pada Toko Besar Kartika, di jalan Pendidikan, Tanjung Gusta Kec. Sei Mencirim Kab. Deli Serdang. Penelitian in menggunakan pendekatan Kualitatif. Jenis data penelitian ini melalui data primer dan data sekunder. Sumber data di ambil dari Internal dan Eksternal. Metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Metode Analisis dilakukan melalui analisis data sebelum dilapangan dan analisis data dilapangan. Hasil penelitian diperoleh data bahwa segmentasi UMKM Toko Beras Kartika memiliki konsumen disekitar wilayah UMKM yang sering menggunakan produk kebutuhan pokok tersebut. Toko Beras Kartikan juga mulai mengembangkan target pasar melalui media online agar produk dan jasa yang ditawarkan bisa dikenal oleh banyak kalangan konsumen.
Need-Based English Competency Development Strategies to Support MSME Product Internationalization Within the RPJMN Framework Andrysyah Andrysyah; Siska Hasibuan; Ramadani Ramadani; Yeni Rachmawati; Prima Yanti Siregar; Heridayani Heridayani; Asri Sanusi
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.11.2.2025.461-472

Abstract

This study investigated the English language needs and challenges faced by Indonesian Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in preparing for international market expansion. Utilizing a mixed-method approach with quantitative surveys and qualitative thematic analysis guided by Miles, Huberman, and Saldaña (2014). The research design used multi-case or comparative study in 13 MSMEs in Sumatera Utara, Indonesia. This study employed a purposive sampling technique to select respondents who met specific criteria relevant to the research objectives. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews. The observation focused on participants’ behavioral patterns and contextual interactions, while the questionnaire gathered quantitative data on respondents’ perceptions and attitudes. In addition, semi-structured interviews were conducted to obtain deeper qualitative insights into participants’ experiences. The quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistical methods to identify trends and relationships, whereas the qualitative data were analyzed through thematic analysis, involving data reduction, coding, categorization, and interpretation to draw meaningful conclusions. The findings revealed that MSMEs experience significant barriers in communicating with foreign buyers, particularly in conversational English, understanding export-import terminology, and preparing product descriptions, which hinders their export readiness. The study highlighted a strong demand for practical, context-specific English training materials aligned with MSME business types and operational needs. MSMEs express a clear preference for hands-on, simulation-based training methods over theoretical approaches, emphasizing the effectiveness of role-play and practice-based modules in enhancing communication competence. Digital platforms such as WhatsApp, Zoom, and YouTube are recognized as flexible and accessible media for delivering English training. Furthermore, there was a high expectation for government facilitation of affordable, structured, and sustainable English training programs tailored to export-oriented MSMEs
An Attitude in Appraisal Analysis of Interrogator–Suspect Interaction in Indonesia Ramadani Ramadani; Amin Basri; Prima Yanti Siregar; Heridayani Heridayani; Nurima Rizki Dongoran; Asri Sanusi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8538

Abstract

This study aimed to analyse the interpersonal strategies in appraisal system particularly in attitude used by interrogator and suspects during police interrogations in Indonesia. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data consisted of interrogation exchanges between interrogator and five theft suspects, collected through recording, observation, and note-taking techniques. Data analysis was conducted using appraisal theory within a Systemic Functional Linguistics (SFL) framework, focusing on the attitude categories (affect, assessment, and appreciation). The results indicate that the affect (feeling) category was the most dominant, primarily used by suspects to express their emotional states. Meanwhile, interrogator predominantly used appraisal (assessment) to shape the suspects' behaviour. These findings suggest a strong power relationship in the interrogation interaction, with interrogator acting as the controlling and enabling party, while the suspects were emotionally distressed. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi interpersonal dalam sistem penilaian, khususnya sikap yang digunakan oleh penyidik dan tersangka selama interogasi polisi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data terdiri dari pertukaran interogasi antara penyidik dan lima tersangka pencurian, yang dikumpulkan melalui teknik perekaman, observasi, dan pencatatan. Analisis data dilakukan menggunakan teori penilaian dalam kerangka Linguistik Fungsional Sistemik (SFL), dengan fokus pada kategori sikap (afek, penilaian, dan apresiasi). Hasil menunjukkan bahwa kategori afek (perasaan) adalah yang paling dominan, terutama digunakan oleh tersangka untuk mengekspresikan keadaan emosional mereka. Sementara itu, penyidik sebagian besar menggunakan penilaian (assessment) untuk membentuk perilaku tersangka. Temuan ini menunjukkan hubungan kekuasaan yang kuat dalam interaksi interogasi, dengan penyidik bertindak sebagai pihak pengendali dan pendukung, sementara tersangka mengalami tekanan emosional.
IMPLEMENTASI GOOD MOSQUE GOVERNANCE MELALUI PROGRAM BERSIH-BERSIH MASJID DAN PELATIHAN MANAJEMEN BKM Fahmi Sulaiman; Henny Pratiwi; Asri Sanusi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5374

Abstract

Abstract: This Community Service Program was conducted at Al-Ikhlas Mosque, IDI Complex Medan, focusing on two major activities: a mosque cleaning program and a management capacity-building session for the Mosque Prosperity Board (BKM). The primary objective of this program was to improve the physical cleanliness and comfort of the mosque environment while simultaneously strengthening the managerial capacity of the BKM to ensure that mosque governance is implemented professionally, transparently, and sustainably. The methods employed included field observation, collective cleaning activities, lectures, group discussions, and technical assistance for BKM members. The results indicate that the cleaning activities successfully created a more hygienic, comfortable, and conducive worship environment, while also increasing community participation and awareness. The management training contributed to enhancing the BKM’s knowledge and understanding of organizational structure, role distribution, financial administration, program planning, and facility maintenance based on standard operational procedures. The program also fostered stronger collaboration between the implementing team and the local community, thus supporting the realization of good mosque governance principles. Overall, the program had a positive impact on strengthening the institutional capacity of the mosque and can serve as a replicable model for similar community service initiatives in other mosques with comparable needs. Sustainability of the program is recommended through the development of Standard Operating Procedures (SOPs) for cleanliness and administration, as well as follow-up training sessions for BKM members. Keywords: community service, mosque management, BKM, mosque cleanliness, community empowerment. Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Komplek IDI Medan dengan fokus pada dua program utama, yaitu kegiatan bersih-bersih masjid dan pemaparan manajemen Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik masjid sekaligus memperkuat kapasitas manajerial pengurus BKM agar tata kelola masjid dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, gotong royong kebersihan, ceramah, diskusi interaktif, dan pendampingan teknis kepada pengurus BKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan bersih-bersih masjid berhasil menciptakan lingkungan ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan higienis, serta meningkatkan partisipasi jamaah. Sementara itu, program pemaparan manajemen memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman pengurus BKM terkait struktur organisasi, pembagian tugas, administrasi keuangan, penyusunan program kerja, dan manajemen kebersihan berbasis standar operasional. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pihak pelaksana dan masyarakat sehingga mendorong terciptanya tata kelola masjid yang lebih baik sesuai prinsip good mosque governance. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan masjid dan dapat dijadikan model pengabdian yang dapat direplikasi di masjid lain yang memiliki kebutuhan serupa. Keberlanjutan kegiatan direkomendasikan melalui penyusunan SOP kebersihan dan administrasi serta pelatihan lanjutan bagi pengurus BKM. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat, manajemen masjid, BKM, kebersihan masjid, pemberdayaan masyarakat.