Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi Bersih Sampah di Pantai Wisata Tanjung Bemban dalam Rangka World Clean Up Day Kota Batam 2024 GITA PRAJATI; Handi Wilujeng Nugroho; Yosef Adicita; Kurniawan Hamidi; Roselyn Indah Kurniati; Lina Hanarisanty; Zefri Azharman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Juni 2025
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v5i01.6709

Abstract

World Cleanup Day gives positive impact to environmental care activities in Indonesia. Environmental Services of Batam participated into World Cleanup Day action by sorting waste from public residence in 2021. In the year of 2024, Batam still involved in World Cleanup Day action. One of the location was Tanjung Bemban, Nongsa. The purpose of this social service is to partipate in world clean up day by cleaning up the waste in Tanjung Bemban beach. The method is application of participatory approach. There are two steps in this action. The first step is introduction and preparation that conducted by committee of World Cleanup Day. Whereas, the second step is clean up the waste in the specified locations. The waste classified into four categories. Participants collected and weighted the waste to the committee. Beach Cleanup Day 2024 in Tanjung Bemban can collected waste around 235.3 kilograms, consist of 97.3 kilograms organic waste, 88.4 kilograms plastic waste and 49.6 kilograms other type of waste. This action also involved many participants from various parties, such as government, military, NGOs, universities and schools. Beach clean up action expected to increase practice in waste management.
Sosialisasi Perencanaan Rumah Maggot Sebagai Upaya Pengolahan Sampah Organik di Kelurahan Ciumbuleuit Kota Bandung Destiani Puspitasari; Fanny Novia; Gita Prajati; Erika Herliana; Tri Mulyani; Gede Herang Cahyana; Churchil Febrion; Arief Nur Muchamad
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 08 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i08.3762

Abstract

Sampah organik tetap menjadi komponen dominan dalam sampah padat perkotaan di Indonesia dan berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya beban pada tempat pembuangan akhir. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti yang terbatas telah menyoroti perlunya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sejak sumbernya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan sampah organik menggunakan larva lalat tentara hitam (BSF) serta memperkenalkan desain teknis rumah maggot sebagai fasilitas alternatif pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, dengan menggunakan pendekatan Penilaian Pedesaan Partisipatif (PRA). Hasil penelitian menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap program ini. Sekitar 57% peserta sangat setuju bahwa kegiatan ini memberikan manfaat dan solusi bagi masalah sampah organik, sementara 71% menyatakan bahwa program ini meningkatkan pengetahuan mereka. Selain itu, 86% peserta menilai kegiatan ini sangat baik, dan 72% menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam program serupa di masa mendatang. Program ini merupakan langkah awal yang penting menuju pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan melalui partisipasi masyarakat sekaligus mendukung penerapan prinsip-prinsip ekonomi sirkular.