Muhammad Iqbal Muhshinin
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Systematic Literature Review:  Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Muhammad Iqbal Muhshinin; Isti Hidayah
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/te65tb91

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dari hasil TIMSS 2015 dan PISA 2022. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilai mampu mengatasi permasalahan ini adalah Discovery Learning berbasis STEM, yang melibatkan siswa secara aktif dalam eksplorasi dan penemuan konsep melalui integrasi Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Discovery Learning berbasis STEM berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel dikumpulkan dari Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci "Discovery Learning", "STEM", "Creative Thinking", dan "Mathematics Education", yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, 7 dari 29 artikel yang teridentifikasi dipilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Discovery Learning berbasis STEM secara konsisten meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, khususnya pada aspek kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), orisinalitas (originality), dan elaborasi (elaboration), serta menghasilkan peningkatan yang jauh lebih signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional. Pendekatan ini juga terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Discovery Learning berbasis STEM dapat menjadi model pembelajaran strategis untuk memperkuat keterampilan berpikir kreatif siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21.  
Analisis Literasi Numerasi Ditinjau dari Motivasi Belajar pada Pembelajaran Realistic Mathematics Education Bernuansa Budaya Tempe Koro Benguk Berpendekatan Deep Learning Muhammad Iqbal Muhshinin; Detalia Noriza Munahefi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5071

Abstract

Rendahnya literasi numerasi peserta didik Indonesia, sebagaimana tercermin dari hasil PISA 2022 yang menempatkan skor matematika Indonesia jauh di bawah rata-rata OECD, menjadi permasalahan mendesak yang perlu segera diatasi melalui inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) bernuansa budaya Tempe Koro Benguk berpendekatan Deep Learning terhadap literasi numerasi peserta didik, serta mendeskripsikan literasi numerasi ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed method dengan pretest-posttest control group design. Populasi adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bulu Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2025/2026, dengan sampel kelas VII D sebagai kelas eksperimen (n = 30) dan kelas VII F sebagai kelas kontrol melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi, angket motivasi belajar, dan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif menggunakan uji-t satu pihak, uji proporsi, dan uji-t dua sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran RME bernuansa budaya Tempe Koro Benguk berpendekatan Deep Learning efektif: rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 79,83 melampaui Batas Tuntas Aktual (BTA = 66), ketuntasan klasikal mencapai 93%, rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibanding kelas kontrol, serta N-Gain sebesar 0,46 kategori sedang. Peserta didik motivasi tinggi konsisten memenuhi keempat indikator literasi numerasi, peserta didik motivasi sedang hanya memenuhi sebagian indikator secara tidak konsisten, sedangkan peserta didik motivasi rendah tidak memenuhi keempat indikator tersebut, terutama pada indikator merepresentasikan informasi dan mengevaluasi hasil penyelesaian.