Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Ari Irvan; Herman Paleni; Apandi Apandi
Jurnal Interprof Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Interprof, Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v11i2.2943

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedisiplinan dan lingkungan kerja non fisik terhadap efektivitas kerja pegawai serta menguji peran budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Fokus kajian diarahkan pada pemahaman bagaimana faktor perilaku individu dan kondisi psikososial tempat kerja berkontribusi terhadap capaian efektivitas kerja dalam konteks organisasi publik. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada pegawai dan dianalisis menggunakan regresi linier serta moderated regression analysis. Pengujian dilakukan untuk menilai pengaruh parsial, simultan, serta efek interaksi moderator dalam menjelaskan variasi efektivitas kerja. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa, kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja. Lingkungan kerja non fisik juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan dan kualitas relasi sosial di tempat kerja berperan penting dalam mendukung kinerja yang efektif. Pengujian simultan memperlihatkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja. Disiplin menyediakan fondasi perilaku kerja yang tertib, sedangkan lingkungan non fisik menyediakan konteks psikologis yang mendukung implementasi perilaku tersebut secara produktif. Selanjutnya hasil uji moderasi menunjukkan bahwa, budaya organisasi memperkuat pengaruh kedisiplinan dan lingkungan kerja non fisik terhadap efektivitas kerja. Nilai penjelasan model meningkat setelah memasukkan moderator. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai dan norma organisasi berperan sebagai penguat hubungan antarvariabel dalam mendorong efektivitas kerja pegawai
Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Daerah Pemekaran Windi Junursa Darya Lesbaban; Suyadi Suyadi; Apandi Apandi
Journal Of Administration and Educational Management (ALIGNMENT) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal Of Administration and Educational Management (ALIGNMENT)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/f5mt8r06

Abstract

This study aims to analyze the influence of the work environment on employee performance at the Rawas Ulu Sub-district Office, North Musi Rawas Regency, as one of the agencies in the newly established region. The research method used was a quantitative method with a survey approach involving 30 employees as respondents. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using the Partial Least Squares (PLS) technique. The results showed that the work environment had a positive and significant effect on employee performance, with a path coefficient of 0.968, a T-statistic of 101.881, and a P-value of 0.000. Motivation also had a positive and significant effect on employee performance, but it was unable to significantly mediate the effect of the work environment on performance. The research model had an R-Square value of 0.955, indicating that 95.5% of the variation in employee performance can be explained by the work environment and motivation. The conclusion of this study indicates that the work environment, both physical and non-physical aspects such as lighting, cleanliness, work relationships, communication, and a sense of safety, play a significant role in improving employee performance in government agencies in newly established regions.   Keywords: Newly Established Regions, Employee Performance, Work Environment, Partial Least Squares (PLS)
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Kepuasan Masyarakat Sebagai Variabel Intervening Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Bella Dwi Sapera; Suwarno Suwarno; Hardi Mulyono; Apandi Apandi
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v4i3.1860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Masyarakat sebagai variabel intervening pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih ditemukannya kendala dalam penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), pengembangan SDM, dan pelayanan kepada masyarakat yang berpotensi memengaruhi kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi dan wawancara, data dikumpulkan dari 46 responden pegawai menggunakan penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan masyarakat juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan penerapan K3 dan pengelolaan SDM yang efektif dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai serta kualitas pelayanan publik pada BPBD Kabupaten Musi Rawas.