Urgensi penelitian ini yaitu terletak pada kinerja pegawai di sektor pelayanan publik, khususnya pada Puskesmas, sangat menentukan kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai dengan Kompetensi sebagai Variabel Intervening di UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab.Musi Rawas. Dengan variabel independen yang terdiri dari Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta variabel dependen yang terdiri dari Kinerja Pegawai. Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistik SmartPLS. Teknik Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai situasi, menggunakan berbagai sumber, serta melalui beberapa metode. Berdasarkan sumber datanya, data dapat diperoleh dari sumber primer maupun sekunder. Sumber primer adalah data yang diterima langsung oleh peneliti, sedangkan sumber sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, misalnya melalui pihak lain atau dokumen. Dari sisi teknik, pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan variabel intervening berupa Kompetensi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pegawai ASN UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab. Musi Rawas. Metode penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampel sebanyak 52 Aparatur Sipil Negara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kinerja Pegawai terbukti berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien jalur original sample sebesar 0,560 dengan signifikan dibawah 5% yang ditunjukan dengan nilai t-statistic 3,930 dimana lebih besar dari t-tabel sebesar 1.984. Nilai P-Value 0,000. Nilai P-value (0.000) < a = 5. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan pengembangan SDM, maka semakin meningkat pula kinerja pegawai. Selain itu, keberadaan kompetensi sebagai variabel intervening memperkuat hubungan tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi kunci dalam memaksimalkan efektivitas pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kinerja. Dengan demikian, organisasi perlu lebih memperhatikan program pengembangan SDM yang terencana, merata, dan berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi dan kinerja pegawai secara optimal. Urgensi penelitian ini yaitu terletak pada kinerja pegawai di sektor pelayanan publik, khususnya pada Puskesmas, sangat menentukan kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai dengan Kompetensi sebagai Variabel Intervening di UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab.Musi Rawas. Dengan variabel independen yang terdiri dari Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta variabel dependen yang terdiri dari Kinerja Pegawai. Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistik SmartPLS. Teknik Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai situasi, menggunakan berbagai sumber, serta melalui beberapa metode. Berdasarkan sumber datanya, data dapat diperoleh dari sumber primer maupun sekunder. Sumber primer adalah data yang diterima langsung oleh peneliti, sedangkan sumber sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, misalnya melalui pihak lain atau dokumen. Dari sisi teknik, pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan variabel intervening berupa Kompetensi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pegawai ASN UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab. Musi Rawas. Metode penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampel sebanyak 52 Aparatur Sipil Negara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kinerja Pegawai terbukti berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien jalur original sample sebesar 0,560 dengan signifikan dibawah 5% yang ditunjukan dengan nilai t-statistic 3,930 dimana lebih besar dari t-tabel sebesar 1.984. Nilai P-Value 0,000. Nilai P-value (0.000) < a = 5. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan pengembangan SDM, maka semakin meningkat pula kinerja pegawai. Selain itu, keberadaan kompetensi sebagai variabel intervening memperkuat hubungan tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi kunci dalam memaksimalkan efektivitas pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kinerja. Dengan demikian, organisasi perlu lebih memperhatikan program pengembangan SDM yang terencana, merata, dan berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi dan kinerja pegawai secara optimal.