Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi dan Lingkungan kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Musi Rawas Yuli Eprianti; Hardi Mulyono; Wisdalia Maya Sari
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.789 KB) | DOI: 10.37676/ekombis.v10i1.1704

Abstract

Masalah pada penelitian ini yaitu komunikasi antara atasan dan bahahan kurang terjalin dengan baik,kurang tersusunnya bagian-bagian yang ada dalam suatu ruangan,kurangnya tanggung jawab pegawai.tehnik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara Observasi, Wawancara, Kuesioner, Dokumentasi. hasil penelitian ini yaitu Komunikasi secara parsial mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Musi Rawas, hasil perhitungan Uji t, Nilai adalah 8,242, sementara dengan tingkat Sig=0,000 a=5%,T(n-k)=31-2=29, adalah sebesar 1,699. > dari , maka Ho di tolak dan Ha di terima. Lingkungan kerja, hasil perhitungan Uji t nilai adalah 6,427, sementara nilai dengan tingkat segnifikan 0,000 a=5%, T (n-k)= 31- 2= 29, adalah 1,699. Jadi > dari maka Ho di tolak dan Ha di terima. Berdasarkan hasi perhitungan Uji F, nilai sebesar 46,547 dengan tingkat segnifikan 0,000. Jika > dari maka Ho di tolak Dan Ha di terima, sebaliknya jika <dari maka Ho di terima dan Ha di tolak. Pada penelitian ini sebesar 46,547> dari 3,32 (n-k-1=28 (3,32) artinya dalam penelitian ini Ho ditolak Dan Ha di terima, hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang segnifikan antara Komunikasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja pegawai. Koefisien Determinasi (R square) 0,769 (76,9%) artinya Variabel Komunikasi dan Lingkungan Kerja secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap Kinerja dan setelah di sesuaikan nilainya 100 – 76,9% = 24,1% di pengaruhi Variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini seperti Variabel Pengawasan, Kompetensi dan sebagainya.
Analisis Penerapan Risiko Kredit Macet Pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1. Mardiharjo Hardi Mulyono; Irma Idayati; Wisdalia Maya Sari
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v11i1.3403

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor apa saja yang menyebabkan kredit macet pada Koperasi Simpan Pinjan RIAS P1. Mardiharjo, Bagaimana penerapan risiko pada Koperasi Simpan Pinjam RIAS P1. Mardiharjo dalam mengurangi kredit macet. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Dari hasil analisis ditemukan bahwa, faktor internal terjadinya kredit macet yaitu, adanya penyimpangan dalam pelaksanaan prosedur pemberian kredit, iktikad kurang baik dari pemilik pengurus atau pegawai bank, lemahnya sistem administrasi dan pengawasan kredit, serta lemahnya sistem informasi kredit. Faktor eksternal terjadinya kredit macet yaitu, gagal nya usaha debitur, musibah terhadap debitur atau terhadap kegiatan usaha debitur, serta menurunnya kegiatan ekonomi, dan tinggi nya suku bunga kredit. Risiko yang terjadi pada Koperasi Simpan Pinjam RIAS P1. Mardiharjo adalah risiko telat membayar dan juga masalah risiko kepatuhan. Penerapan Risiko Kredit Macet Pada Koperasi Simpan Pinjam RIAS P1. Mardiharjo adalah menggunakan sistem evaluasi dan juga menjalin hubungan serta komunikasi yang baik dengan semua anggota, baik itu dengan nasabah atau pengurus pada koperasi tersebut. Karena sesuai dengan asas koperasi yaitu sistem kekeluargaan. Dapat dikatakan bahwa suatu lembaga termasuk lembaga keuangan harus mengelola risikonya, memulai dan menetapkan, mengidentifikasi risiko, mengukur risiko, memitigasi risiko, dan melakukan pemantauan serta melaporkan implementasi risiko yang dilakukan. Penerapan risiko ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kredit macet yang semakin besar.
Pengaruh Kompetensi dan Disiplin kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dikantor Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau Fitri Arnita Purindra; Hardi Mulyono; Wisdaliya Maya Sari
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v12i1.4689

Abstract

This study aims to determine the effect of work discipline competence on employee performance at the Office of Transportation Office of Lubuklinggau. The type of research used was a quantitative approach. The focus of the research was to determine the effect of competence and work discipline on employee performance. The results showed that there was an effect of competence (X1) on employee performance (Y), there was an influence of work discipline (X2) on employee performance (Y), and there was an influence of competence (X1) and work discipline (X2) on employee performance (Y) at Lubuklinggau Transportation Office. Kata kunci: Kompetensi, Disiplin kerja, Kinerja Pegawai
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Kepuasan Masyarakat Sebagai Variabel Intervening Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Bella Dwi Sapera; Suwarno Suwarno; Hardi Mulyono; Apandi Apandi
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v4i3.1860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Masyarakat sebagai variabel intervening pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih ditemukannya kendala dalam penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), pengembangan SDM, dan pelayanan kepada masyarakat yang berpotensi memengaruhi kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi dan wawancara, data dikumpulkan dari 46 responden pegawai menggunakan penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan masyarakat juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan penerapan K3 dan pengelolaan SDM yang efektif dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai serta kualitas pelayanan publik pada BPBD Kabupaten Musi Rawas.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Responsivitas Aparatur Terhadap Kepuasan Masyarakat Musi Rawas dan peran Profesionalisme sebagai Variabel Mediasi Mita Arismenanda; Hardi Mulyono; Muhamad Effendi; Ronal Aprianto
Journal Social Society Vol. 6 No. 4 (2026): Oktober - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.4.2026.1644

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan kecamatan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana serta rendahnya disiplin aparatur, yang berpotensi menurunkan tingkat kepuasan masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan masyarakat sebagai dasar peningkatan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan responsivitas aparatur terhadap kepuasan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas serta mengevaluasi peran profesionalisme sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kepuasan masyarakat, sedangkan responsivitas aparatur berpengaruh positif dan signifikan. Profesionalisme terbukti berperan sebagai mediator sempurna pada hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat serta sebagai mediator parsial pada hubungan antara responsivitas aparatur dan kepuasan masyarakat. Model penelitian mampu menjelaskan variasi kepuasan masyarakat sebesar 81,6% (R² = 0,816). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan masyarakat tidak hanya bergantung pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga memerlukan aparatur yang responsif dan profesional sehingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik.