Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Body Image, Jenis Kelamin, Pola Konsumsi, dan Sikap dengan Status Gizi Remaja di SMAN 2 Martapura Lillah Khofifah; Mahpolah Mahpolah; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 15 No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v15i03.1071

Abstract

Indonesia is currently focusing on improving nutrition at every stage of life, including adolescents who are vulnerable to nutritional status issues influenced by factors such as body image, gender, dietary patterns, and attitudes. In Banjar Regency, 30.11% of adolescents experience nutritional problems such as severely underweight, underweight, overweight, and obesity. This study aims to determine the relationship between these factors and the nutritional status of adolescents at Senior High School 2 Martapura. This research employed a cross-sectional design with a sample of 103 adolescents selected from a population of 814 using proportional random sampling. Data were collected through questionnaires and measurements of body weight and height. The results showed that most adolescents had normal nutritional status (64.1%), positive body image (60.2%), inadequate dietary patterns (62.1%), and positive attitudes (50.5%). Based on Fisher’s Exact test (?<0.05), gender showed a significant relationship with nutritional status (p = 0.039), and based on the Spearman Rank correlation test (?<0.05), dietary patterns were also significantly related to nutritional status (p = 0.020). However, body image (p = 0.667) and attitudes (p = 0.137) were not significantly related to nutritional status. Health institutions and schools are expected to actively monitor and provide nutrition education, while adolescents are encouraged to adopt balanced dietary patterns. Future researchers are advised to examine other factors affecting nutritional status.
Hubungan Adekuasi Hemodialisis, Risiko Malnutrisi, dan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu Erviani Erviani; Rijanti Abdurrachim; Mahpolah Mahpolah; Rosihan Anwar
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 16 No 1 (2025): November 2025
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v16i1.1112

Abstract

Chronic Kidney Failure (CKD) continues to increase and requires long-term hemodialysis, impacting patients' physical, nutritional, and psychological status, as well as their quality of life. This study aims to determine the relationship between hemodialysis adequacy, malnutrition risk, and depression levels, and the quality of life of CKD patients at Dr. H. Andi Abdurrahman Noor Regional General Hospital in Tanah Bumbu Regency.This observational study used a cross-sectional design involving 34 hemodialysis patients at the time of the study. The variables studied included hemodialysis adequacy, malnutrition risk, depression levels, and quality of life. Data were analyzed using the Spearman Rank Correlation test at ? = 0.05.The majority of respondents were of productive age, female, retired, and had higher education. Furthermore, some respondents also had good hemodialysis adequacy, good nutritional status, mild depression, and a very good quality of life. There was a significant association between hemodialysis adequacy (p=0.019; r=0.401), malnutrition risk (p=0.001; r=0.530), and depression levels (p=0.014; r=0.416) and quality of life. This study shows that adequate hemodialysis, optimal nutritional status, and low depression improve patients' quality of life. It is recommended that nutritionists be placed in hemodialysis units as part of a multidisciplinary team to optimize nutrition, reduce the risk of PEW, and improve quality of life.
Hubungan Kebiasaan Makan, Pengetahuan Gizi, Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Overweight Pada Remaja (Studi di SMAN 2 Martapura) Aisya Amalia; Rosihan Anwar; Meilla Dwi Andrestian; Rusmini Yanti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.992

Abstract

Overweight menjadi masalah gizi yang semakin meningkat pada remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Prevalensi overweight di wilayah Kabupaten Banjar pada tahun 2024 menunjukkan angka yang signifikan, dengan beberapa sekolah seperti SMAN 2 Martapura memiliki persentase remaja dengan status gizi lebih mencapai 25,3%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja di SMAN 2 Martapura. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2025 di SMAN 2 Martapura, Kabupaten Banjar. Jumlah responden sebanyak 97 remaja yang terdiri dari remaja dengan status gizi overweight dan status gizi normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, pengetahuan gizi, maupun aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja. Meskipun demikian, remaja dengan pola makan yang kurang baik, pengetahuan gizi yang terbatas, serta tingkat aktivitas fisik yang rendah tetap memiliki risiko mengalami overweight, meskipun secara statistik hubungan tersebut tidak signifikan. Diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya aktivitas fisik secara teratur bagi remaja, untuk menjaga status gizi yang optimal dan mencegah risiko overweight di masa depan.