Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Kepuasan Dengan Metode EUCS Pada Pengguna RME Medify di RS TK. III Brawijaya Selvy Putri Rahayu; Alfina Aisatus Saadah; Eka Wilda Faidah; Devik Prabowo
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/58h5d687

Abstract

Teknologi komputer saat ini sudah berkembang sangat cepat, terutama di rumah sakit, sehingga membuat pekerjaan orang-orang menjadi lebih mudah dan membuat alur kerja petugas jauh lebih efisien. Dalam rangka meningkatkan perawatan pasien, RME memiliki peran yang sangat penting dalam menangani masalah kesehatan. Evaluasi SIMRS sangat penting, karena melibatkan penilaian kepuasan pengguna sistem. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan tenaga kesehatan di bagian rekam medis terhadap penggunaan RME Medify dengan menggunakan metode EUCS. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Sampel diambil dengan cara total sampling, sehingga total responden yaitu 16 orang. Pengumpulan data yang bersifat primer dilakukan dengan cara mengamati, wawancara, serta kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan interpretasi skala likert yang terdiri dari sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Temuan penelitian mengarah pada kesimpulan yang dihasilkan bahwa variabel konten mencapai 75%, variabel akurasi berada di angka 79%, variabel format tercatat 77%, variabel kemudahan penggunaan di angka 78%, dan variabel waktu juga berada di 78%. Secara hasil keseluruhan petugas menyatakan puas terhadap penggunaan RME Medify yang membuat penggunaan dalam pelayanan mudah, cepat serta data yang dihasilkan sesuai yang dibutuhkan. Disarankan agar kualitas sistem RME disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan kemampuan teknologi informasi. Perlu dikembangkan rencana yang lebih komprehensif dan melatih manajemen dan staf untuk menciptakan lingkungan kolaboratif yang dapat membangun pendekatan untuk memastikan bahwa implementasi dan penggunaan RME berjalan lebih lancar.
OPTIMALISASI LITERASI KESEHATAN DIGITAL REMAJA MELALUI PELATIHAN VERIFIKASI INFORMASI KESEHATAN Diah Wijayanti Sutha; Alfina Aisatus Saadah; Lilis Masyfufah; Eka Wilda Faida; Titin Wahyuni; Serlly Frida Drastyana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/8khq1p35

Abstract

Perkembangan media digital meningkatkan akses remaja terhadap informasi kesehatan, namun juga memperbesar risiko paparan hoaks kesehatan melalui media sosial. Rendahnya literasi kesehatan digital menyebabkan remaja rentan mempercayai dan menyebarkan informasi kesehatan yang tidak valid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan remaja dalam memverifikasi informasi kesehatan digital melalui pelatihan berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas XI dan XII di salah satu SMA Kota Malang dengan melibatkan 29 peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui edukasi interaktif, simulasi kasus hoaks kesehatan, praktik verifikasi informasi menggunakan sumber resmi, diskusi kelompok, dan mini-proyek pembuatan media edukasi digital. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 56,3 menjadi 90,1 setelah intervensi, dengan seluruh peserta (100%) mencapai nilai di atas standar ketuntasan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi sumber informasi terpercaya dan melakukan verifikasi informasi kesehatan digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik verifikasi informasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital remaja serta berpotensi menjadi model edukasi preventif terhadap penyebaran hoaks kesehatan di lingkungan sekolah.   Abstract  The development of digital media has increased access to health information among adolescents, but on the other hand, it has also increased the risk of spreading health hoaxes through social media. Low digital health literacy skills make adolescents vulnerable to receiving and spreading invalid health information. This community service activity aims to improve adolescents' ability to filter and verify health information through digital health literacy training. The activity was held at School in Malang involving 29 students in grades 11 and 12. The implementation method used a participatory educational approach through interactive counseling, case simulations, health information verification practices, group discussions, and mini-projects on creating digital educational media. The activity was evaluated using pre- and post-tests, as well as a participant satisfaction questionnaire. The results showed an increase in the average participant score from 56.3 in the pre-test to 90.1 in the post-test. All participants (100%) achieved scores above the completion standard after the activity. The satisfaction evaluation also indicated that participants found the activity beneficial and helped improve their critical thinking skills regarding health information on social media. Health information verification training has proven effective in improving adolescents' digital health literacy and can be an educational strategy to prevent the spread of health hoaxes in schools.