Rukayah
UIN ANTASARI BANJARMASIN

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Rekonstruksi Pedagogis Menuju Pendidikan yang Humanis dan Afektif Rukayah; Hilmi Mirzani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi paradigma baru dalam dunia Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui implementasi Desain Pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Realitas pendidikan modern sering kali terjebak dalam pragmatisme pencapaian nilai akademik dan standarisasi kompetensi teknis yang kaku, sehingga mengabaikan aspek emosional dan spiritual peserta didik. KBC hadir sebagai alternatif pedagogis yang menempatkan cinta (mahabbah), empati, humanisme, dan koneksi batin religi sebagai fondasi utama interaksi instruksional. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur, artikel ini merumuskan lima prinsip dasar KBC dalam PAI, langkah-langkah konkret perancangan pembelajaran yang humanis, serta model evaluasi hasil belajar yang menjaga martabat peserta didik.
Model-Model Kurikulum Klasik dan Kontemporer: Tinjauan Perspektif dan Integrasi dalam Pendidikan Agama Islam Rukayah; Syaifuddin Sabda; Salamah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2040

Abstract

Pendidikan berada di persimpangan jalan antara pelestarian nilai masa lalu melalui kurikulum klasik dan adaptasi masa depan digital melalui kurikulum kontemporer, dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, landasan filosofis, serta relevansi metodologis kurikulum klasik dan kontemporer, sekaligus meninjau bentuk integrasinya dalam perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum klasik berakar pada perenialisme dan esensialisme yang menekankan penguasaan disiplin ilmu secara mendalam. Sebaliknya, kurikulum kontemporer berakar pada pragmatisme dan konstruktivisme yang berpusat pada siswa (student-centered), pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta fleksibilitas pembelajaran. Dalam perspektif PAI, kedua model ini dapat diintegrasikan melalui kurikulum eklektik tanpa adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi kurikulum eklektik mampu menyelaraskan aspek ketauhidan (turats) dengan kebutuhan praktis modern (sains dan teknologi) guna mencetak profil peserta didik yang memiliki kematangan spiritual sekaligus adaptif terhadap disrupsi global.