Fazlan Ade Umri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Implementasi Gerakan Disiplin Positif dalam Membentuk Karakter Mandiri Peserta Didik di SMA Negeri 3 Rantau Utara Fazlan Ade Umri; Rahmadani Indah Nasution; Sarifa Aini; Rohana Rohana
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Positive Discipline Movement in shaping students' independent character at SMAN 3 Rantau Utara. This research employed a qualitative method with a descriptive approach to comprehensively describe the process and impact of positive discipline implementation in learning activities. Data were collected through direct observation of tenth-grade students using an assessment instrument covering five main aspects: compliance with rules, attitude toward teachers, responsibility, cooperation, and self-control. The results indicate that the implementation of positive discipline has a significant impact on the development of students' independent character. The aspect of students’ attitudes toward teachers is categorized as very good through the consistent application of the 5S culture. Meanwhile, compliance with rules, responsibility, and cooperation fall into the good category, indicating that most students demonstrate disciplined and responsible behavior. However, the self-control aspect is still categorized as sufficient, requiring further reinforcement in developing students' self-regulation. It can be concluded that positive discipline is effective in shaping students’ independent character, but it requires consistent implementation, continuous positive reinforcement, and more varied and adaptive classroom management strategies.Keywords: Positive Discipline, Independent Character, Student Behavior, Character EducationAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gerakan Disiplin Positif dalam membentuk karakter mandiri peserta didik di SMAN 3 Rantau Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif guna menggambarkan secara komprehensif proses dan dampak penerapan disiplin positif dalam kegiatan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap peserta didik kelas X dengan menggunakan instrumen penilaian yang mencakup lima aspek utama, yaitu kepatuhan terhadap aturan, sikap terhadap guru, tanggung jawab, kerja sama, dan kontrol diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi disiplin positif memberikan dampak yang signifikan terhadap pembentukan karakter mandiri peserta didik. Aspek sikap terhadap guru berada pada kategori sangat baik melalui penerapan budaya 5S secara konsisten. Sementara itu, aspek kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab, dan kerja sama berada pada kategori baik, yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik telah mampu menunjukkan perilaku disiplin dan tanggung jawab. Namun demikian, aspek kontrol diri masih berada pada kategori cukup, sehingga memerlukan penguatan lebih lanjut dalam pengembangan regulasi diri peserta didik. Disimpulkan bahwa disiplin positif efektif dalam membentuk karakter mandiri peserta didik, tetapi memerlukan konsistensi implementasi, penguatan positif yang berkelanjutan, serta strategi pengelolaan kelas yang lebih variatif dan adaptif.Kata Kunci: Disiplin Positif, Karakter Mandiri, Prilaku Peserta Didik, Pendidikan Karakter
Relevansi Landasan Filosofis Pendidikan dan Pendidikan Nilai dalam Pemikiran Ki Hajar Dewantara dagi Penguatan PPKn Fazlan Ade Umri; Ade Pranata Ginting; Muhammad Rafli Ashari; Amin Harahap
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study is motivated by the limited understanding among educators regarding the philosophical foundations of education and the suboptimal integration of value education in learning practices. This study aims to analyze the philosophical foundations of education and the concept of value education from the perspective of Ki Hajar Dewantara’s thought. The research employs a qualitative approach using a literature review method by examining various sources, including books, scientific journal articles, and relevant documents. Data were collected through literature searching, reading, and note-taking techniques, and were analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings reveal that the philosophical foundations of education encompass metaphysical, epistemological, and axiological aspects that serve as the basis for determining educational direction, goals, and practices. Value education plays a crucial role in shaping students’ character holistically, covering cognitive, affective, and moral dimensions. Ki Hajar Dewantara’s perspective emphasizes that education is a guiding process to develop learners’ natural potential by maintaining the balance of intellect (cipta), feeling (rasa), and intention (karsa). In conclusion, the integration of philosophical foundations and value education in Ki Hajar Dewantara’s perspective remains relevant in addressing contemporary educational challenges and in fostering individuals with strong character and personality.Keywords: Philosophy of Education, Value Education, Ki Hajar Dewantara, PPKnAbstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman pendidik terhadap landasan filosofis pendidikan serta kurang optimalnya integrasi pendidikan nilai dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis pendidikan dan konsep pendidikan nilai dalam perspektif pemikiran Ki Hajar Dewantara. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui pengkajian berbagai sumber pustaka, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, pembacaan, dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis pendidikan mencakup aspek metafisika, epistemologi, dan aksiologi yang menjadi dasar dalam menentukan arah, tujuan, dan praktik pendidikan. Pendidikan nilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan moral. Pemikiran Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses tuntunan untuk mengembangkan potensi kodrat peserta didik dengan menekankan keseimbangan cipta, rasa, dan karsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi landasan filosofis pendidikan dan pendidikan nilai dalam perspektif Ki Hajar Dewantara tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern serta dalam membentuk manusia yang berkarakter dan berkepribadian.Kata Kunci: Filsafat Pendidikan, Pendidikan Nilai, Ki Hajar Dewantara, PPKn
Refleksi Pembelajaran Berbasis UbD sebagai Solusi Tantangan Perancangan Asesmen dan Bahan Ajar bagi Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila Fazlan Ade Umri; Rahmadani Indah Nasution; Sarifa Aini; Panggih Nur Adi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of reflective learning in the Teacher Professional Education Program (PPG) through a literature review approach. Reflective learning is an essential aspect of teacher professional development as it enables continuous evaluation and improvement of teaching practices. The method used in this study is a literature review by examining various relevant and recent scientific journal sources, which are then analyzed using content analysis techniques to identify key findings, research patterns, and existing research gaps. The results show that reflective learning plays a strategic role in improving pedagogical and professional competencies, as well as critical thinking skills of PPG students. The implementation of strategies such as case-based discussions and the Understanding by Design (UbD) has been proven to enhance active participation, reflective abilities, and students’ conceptual understanding. In addition, reflective learning helps students connect theoretical knowledge with real classroom practices. However, challenges remain in the development of instructional materials and the design of effective and systematic assessments. In conclusion, reflective learning needs to be integrated in a structured and continuous manner at every stage of the learning process to produce professional, adaptive, and responsive teachers capable of facing the challenges of modern education.Keywords: Reflective Learning, Teacher Competence, Understanding by DesignAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi refleksi pembelajaran dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui pendekatan studi literatur. Refleksi pembelajaran menjadi aspek penting dalam pengembangan profesional guru karena memungkinkan evaluasi dan perbaikan praktik pembelajaran secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan mengkaji berbagai sumber jurnal ilmiah yang relevan dan mutakhir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi temuan utama, pola penelitian, serta kesenjangan penelitian yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi pembelajaran memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa PPG. Penerapan strategi seperti diskusi berbasis studi kasus dan pendekatan Understanding by Design (UbD) mampu meningkatkan keterlibatan aktif, kemampuan reflektif, serta pemahaman konseptual mahasiswa. Selain itu, refleksi pembelajaran juga membantu mahasiswa dalam mengaitkan teori dengan praktik nyata di lapangan. Namun, masih ditemukan kendala dalam penyusunan bahan ajar dan perancangan asesmen yang efektif dan sistematis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa refleksi pembelajaran perlu diintegrasikan secara terstruktur dan berkelanjutan dalam setiap tahapan pembelajaran guna membentuk guru yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan di era modern.Kata Kunci: Refleksi Pembelajaran, Kompetensi Guru, Understanding by Design
Peran Empati dalam Design Thinking untuk Pembelajaran Efektif pada Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fazlan Ade Umri; Rahmadani Indah Nasution; Novi Fitriandika Sari; Nurlina Ariani Hrp
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of empathy in design thinking in enhancing the effectiveness of Civic Education (PPKn) learning. The method used is a qualitative approach with a literature review based on various scientific sources from the last ten years. The findings indicate that empathy is a fundamental element in design thinking, serving as a foundation for understanding students’ needs, experiences, and social contexts. The integration of empathy in Civic Education learning shifts the instructional paradigm from a normative and teacher-centered approach to a more participatory, reflective, and experience-based learning process. In addition, empathy contributes to strengthening students’ civic identity and civic responsibility by enhancing their ability to understand social perspectives and improve collaborative skills. In the context of Society 5.0, this approach is highly relevant in shaping citizens who are inclusive, democratic, and responsible. Therefore, empathy in design thinking plays an important role in improving the quality and effectiveness of more humanistic and contextual Civic Education learning.Keywords: Empathy, Design Thinking, Civic Education (PPKn), Civic Identity, Human-Centered Learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran empati dalam design thinking terhadap efektivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review) dari berbagai sumber ilmiah 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa empati merupakan elemen fundamental dalam design thinking yang berfungsi sebagai fondasi untuk memahami kebutuhan, pengalaman, dan konteks sosial peserta didik. Integrasi empati dalam pembelajaran PPKn mampu menggeser paradigma pembelajaran dari yang bersifat normatif dan teacher-centered menjadi lebih partisipatoris, reflektif, dan berbasis pengalaman nyata. Selain itu, empati juga berkontribusi dalam penguatan civic identity dan civic responsibility peserta didik melalui peningkatan pemahaman perspektif sosial dan kemampuan kolaboratif. Dalam konteks Society 5.0, pendekatan ini menjadi relevan untuk membentuk warga negara yang inklusif, demokratis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, empati dalam design thinking terbukti berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran PPKn yang lebih humanis dan kontekstual.Kata Kunci: Empati, Design Thinking, Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Identitas Kewarganegaraan, Pembelajaran Berpusat pada Manusia.