Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Kelainan Refraksi pada Siswa Sekolah Dasar di Jakarta Pusat Sahel; Erni Harsono; Agoes Soedrajat
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung 2020: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SENAM) 2020
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.514 KB)

Abstract

Pada masa pertumbuhan yang begitu pesat dan diimbangi dengan teknologi digital yang semakin canggih, membuat anak-anak pada tingkat Sekolah Dasar mempunyai gaya hidup yang berbeda. Anak-anak sudah mulai disibukkan dengan handphone dan permainan game yang tidak lagi mengutamakan alam terbuka yang bagus untuk kesehatan mata. Akibatnya tidak sedikit anak-anak yang menderita kelainan refraksi. Seperti penelitian ini, . Ternyata setelah diperiksa 2776 dengan sampel 350 dengan metode solvin. Ada 168 siswa yang menderita kelainan refraksi 182 dan 168 siswa tidak menderita kelainan refraksi dengan ketepatan prediksi 52% dapat dilihat pada classification table dengan mengunakan SPSS 26 melalui regresi logistik. Dalam penelitian ini sudah dibuktikan bahwa gaya hidup berpengaruh terhadap kelainan refraksi siswa Sekolah Dasar di Jakarta Pusat dengan nilai contains signifikan sebesar 0,000<0,05. Sebelumnya dengan nilai sig. Hosmer and Lemeshow Test > 0,05 yaitu ( 0,406 > 0,05) maka Ho diterima. Hal ini diartikan bahwa model yang pakai sesuai dengan pengamatan. Dari hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya hidup dan kelainan Refraksi siswa Sekolah Dasar di Jakarta Pusat.
Skrining Kesehatan Mata Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus SDN Cempaka Baru 11 Jakarta Suci Haryanti; Sahel; Atti Kartikawati; Shinta Amelia Astuti; Fitri Yati
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan penglihatan pada anak usia sekolah merupakan permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil skrining kesehatan mata pada siswa SDN Cempaka Baru 11 Jakarta sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema "Mata Sehat Anak Cerdas". Kegiatan dilaksanakan pada 4 Februari 2026 dengan metode pemeriksaan tajam penglihatan, refraksi, dan edukasi kesehatan mata. Sebanyak 195 responden yang terdiri dari siswa kelas 3–6 serta guru dan staf berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan bahwa 88 orang (45,1%) memerlukan koreksi penglihatan dan diberikan kacamata secara gratis. Persentase tertinggi penerima kacamata adalah kelompok guru dan staf (85%), diikuti kelas 3 (54%), kelas 6 (48%), kelas 4 (46%), dan kelas 5 (40%). Temuan ini mengindikasikan prevalensi gangguan refraksi yang signifikan pada populasi usia sekolah dasar di kawasan perkotaan Jakarta, yang jika tidak ditangani dapat menghambat proses belajar dan menurunkan prestasi akademik. Faktor risiko yang teridentifikasi meliputi penggunaan perangkat digital berlebihan, kurangnya aktivitas luar ruang, dan dampak residual pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi COVID-19. Program skrining berkala, pemberian kacamata gratis, dan edukasi kesehatan mata berbasis sekolah direkomendasikan sebagai intervensi preventif yang efektif dan berkelanjutan.
Efektivitas Program Pengabdian Masyarakat dalam Deteksi Dini Gangguan Refraksi: Studi di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta Sahel; Suci Haryanti; Atti Kartikawati; Fitri Yati; Shinta Amelia Astuti
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di bidang kesehatan mata memiliki potensi besar sebagai strategi deteksi dini gangguan refraksi pada anak usia sekolah. Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi merupakan penyebab utama disabilitas penglihatan pada anak yang dapat dicegah, dan prevalensinya terus meningkat secara global, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Studi ini mengevaluasi efektivitas program PKM bertema "Mata Sehat Anak Cerdas" yang dilaksanakan di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta pada tanggal 4 Februari 2026, menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif. Sebanyak 407 responden mengikuti pemeriksaan, menjadikan ini salah satu program skrining komunitas terbesar yang pernah dilaksanakan oleh ARO Kartika Indera Persada. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 153 orang (37,6%) memerlukan koreksi penglihatan. Persentase penerima kacamata per kelompok adalah: guru dan staf 62,5%, kelas 3 sebesar 41,8%, kelas 4 sebesar 37,6%, kelas 6 sebesar 28,2%, dan kelas 5 sebesar 27,4%. Intervensi berupa pemberian kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata diberikan kepada seluruh peserta yang memenuhi kriteria klinis. Tingginya prevalensi pada kelompok kelas 3 dan 4 (usia 9–11 tahun) konsisten dengan pola insidensi miopia pada rentang usia kritis tersebut. Program ini dinilai efektif berdasarkan empat dimensi: cakupan, deteksi, intervensi, dan respons komunitas; dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dengan dukungan lintas sektor serta sistem pemantauan tindak lanjut yang terstruktur.