Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Nilai - Nilai Moderasi Beragama ( Tawasuth, Tasamuh dan Muwathanah ) dalam Pembelajaaran Pendidikan Agama Islam: Studi Literatur Mukhlasin; Muhamad Hori; Ahmad Salim Ulul Albab; Ahmad Taufiq; Tisasuh Shobirin; Abdus Salam
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.70

Abstract

Moderasi beragama menjadi pendekatan penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai tawassuth, tasamuh, dan muwathanah dalam materi PAI. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai sumber ilmiah, buku, dan dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tawassuth tercermin dalam sikap beragama yang seimbang dan tidak ekstrem, tasamuh diwujudkan melalui penghormatan terhadap perbedaan, sedangkan muwathanah tercermin dalam sikap cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai warga negara. Integrasi ketiga nilai tersebut dalam materi PAI berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang inklusif, moderat, serta mampu menjaga kerukunan dalam masyarakat multikultural.
Perubahan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Dari Masa Ke Masa Mukhlasin; Achmad Taufiq; Abdus Salam; Nanang Budianto
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dari masa ke masa serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan dan dampaknya terhadap proses pendidikan. Kurikulum PAI memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Perubahan kurikulum terjadi sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, kebijakan pemerintah, serta tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, peraturan pemerintah, dan dokumen yang berkaitan dengan perkembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan mulai dari Kurikulum 1947 hingga Kurikulum Merdeka. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berorientasi pada hafalan menuju pembelajaran yang menekankan pemahaman, penghayatan, pengamalan ajaran Islam, serta pengembangan kompetensi peserta didik. Dampak perubahan kurikulum dapat bersifat positif berupa peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman, namun juga menimbulkan tantangan berupa kesiapan guru, sarana prasarana, dan adaptasi peserta didik terhadap sistem pembelajaran yang baru. Oleh karena itu, diperlukan implementasi kurikulum yang terencana dan berkelanjutan agar tujuan pendidikan Islam dapat tercapai secara optimal.
Nilai Tawassuth Dalam Pendidikan Islam Perspektif KH. Abdul Wahab Hasbullah Dan Relevansinya Terhadap Penguatan Moderasi Beragama Di Era Digital Mukhlasin; Achmad Taufiq; Abdus Salam; Akhmad Zaeni; Muhammad Tis Asuh Shobirin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tawassuth dalam pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah serta relevansinya terhadap penguatan moderasi beragama di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang membahas pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah serta konsep moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawassuth merupakan prinsip dasar dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah yang menekankan sikap moderat, seimbang, toleran, dan adil. Dalam perspektif KH. Abdul Wahab Hasbullah, nilai tawassuth menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam untuk membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman agama yang proporsional dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural. Di era digital, nilai tawassuth memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi tantangan intoleransi, radikalisme, dan penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi. Oleh karena itu, integrasi nilai tawassuth dalam pendidikan Islam menjadi strategi penting dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga persatuan bangsa.