Achmad Taufiq
Universitas Al-Falah As-Sunniyah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perubahan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Dari Masa Ke Masa Mukhlasin; Achmad Taufiq; Abdus Salam; Nanang Budianto
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dari masa ke masa serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan dan dampaknya terhadap proses pendidikan. Kurikulum PAI memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Perubahan kurikulum terjadi sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, kebijakan pemerintah, serta tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, peraturan pemerintah, dan dokumen yang berkaitan dengan perkembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan mulai dari Kurikulum 1947 hingga Kurikulum Merdeka. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berorientasi pada hafalan menuju pembelajaran yang menekankan pemahaman, penghayatan, pengamalan ajaran Islam, serta pengembangan kompetensi peserta didik. Dampak perubahan kurikulum dapat bersifat positif berupa peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman, namun juga menimbulkan tantangan berupa kesiapan guru, sarana prasarana, dan adaptasi peserta didik terhadap sistem pembelajaran yang baru. Oleh karena itu, diperlukan implementasi kurikulum yang terencana dan berkelanjutan agar tujuan pendidikan Islam dapat tercapai secara optimal.
Nilai Tawassuth Dalam Pendidikan Islam Perspektif KH. Abdul Wahab Hasbullah Dan Relevansinya Terhadap Penguatan Moderasi Beragama Di Era Digital Mukhlasin; Achmad Taufiq; Abdus Salam; Akhmad Zaeni; Muhammad Tis Asuh Shobirin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tawassuth dalam pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah serta relevansinya terhadap penguatan moderasi beragama di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang membahas pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah serta konsep moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawassuth merupakan prinsip dasar dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah yang menekankan sikap moderat, seimbang, toleran, dan adil. Dalam perspektif KH. Abdul Wahab Hasbullah, nilai tawassuth menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam untuk membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman agama yang proporsional dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural. Di era digital, nilai tawassuth memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi tantangan intoleransi, radikalisme, dan penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi. Oleh karena itu, integrasi nilai tawassuth dalam pendidikan Islam menjadi strategi penting dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga persatuan bangsa.
Inovasi Pendidikan Terhadap Perkembangan Santri Di Pondok Pesantren Nurul Faroh Mangunsari Tekung Lumajang Achmad Taufiq; Mohamad Sahlan
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi pendidikan serta perannya dalam meningkatkan kualitas dan perkembangan santri di Pondok Pesantren Nurul Faroh Mangunsari Tekung Lumajang. Fokus penelitian meliputi inovasi kurikulum, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, inovasi pendidik dalam proses pembelajaran, serta asesmen pendidikan sebagai instrumen evaluasi perkembangan santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kiai, ustadz/ustadzah, santri, wali santri, dan pengurus pesantren. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pendidikan yang diterapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi keagamaan dan akademik santri, serta mendukung pembentukan karakter yang lebih baik. Asesmen pendidikan dilakukan melalui evaluasi pembelajaran, pengamatan perilaku, serta penilaian capaian akademik dan keagamaan santri untuk mengukur efektivitas inovasi yang diterapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi inovasi pendidikan dan asesmen yang berkelanjutan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan santri secara menyeluruh. Oleh karena itu, inovasi pendidikan yang didukung oleh sistem asesmen yang tepat dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren