Nanang Budianto
Universitas Al-Falah As-Sunniyah

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Metode Menghafal Mufrodat dalam Meningkatkan Pemahaman Al-Qur’an Hadis Siswa MA Wahid Hasyim Balung Moch. Yusuf Sholeh Afandi; Nanang Budianto
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode menghafal mufrodat dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di MA Wahid Hasyim Balung. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan siswa dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis karena keterbatasan penguasaan kosakata bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode menghafal mufrodat mampu membantu siswa mengenali dan memahami kosakata dalam ayat dan hadis, sehingga mereka lebih mudah memahami isi kandungannya. Meski dihadapkan pada hambatan seperti motivasi belajar yang rendah, waktu pembelajaran terbatas, dan perbedaan kemampuan siswa, guru berhasil mengatasinya melalui beberapa strategi, seperti metode membaca drilling (pengulangan), dan metode tutor sebaya. Metode ini tidak hanya meningkatkan hafalan siswa, tetapi juga pemahaman siswa secara signifikan, terlihat dari peningkatan hasil belajar mereka. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan linguistik seperti menghafal mufrodat dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran agama.
Educator Paradigms in Deep Learning in Relation to Islamic Educational Traditions Nanang Budianto
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v7i1.1464

Abstract

This study is grounded in a fundamental problem in contemporary educational practices, which remain dominated by surface learning, thereby failing to foster deep understanding, reflective awareness, and the integration of values in learners. In the context of Islamic education, this issue becomes more complex due to the dichotomy between cognitive and spiritual dimensions. Therefore, this study aims to analyze and reconstruct the paradigm of educators in deep learning by integrating the roles of mu‘allim, murabbi, and mu’addib, as well as to identify relevant pedagogical principles. This research employs a qualitative approach through library research, utilizing content analysis of both modern educational theories and Islamic educational literature. The findings reveal that the educator paradigm must be integrative, positioning teachers as transformative agents who connect cognitive, affective, and spiritual dimensions. Furthermore, five key pedagogical principles are identified: meaningful, reflective, contextual, value-based, and holistic learning. The implications of this study highlight the importance of developing learning models that are not only academically effective but also capable of shaping learners’ character, awareness, and moral responsibility in a sustainable manner.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Ahmad Faruq; Ahmad Taufiq Hidayatullah; Nanang Budianto
Al Arsy: Journal of Education, Management and Islamic Thought Vol. 2 No. 3 (2026): Juni
Publisher : PT. Sulthan Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country with diverse religions, cultures, ethnicities, and traditions. This condition makes Indonesian society live in a pluralistic and multicultural environment. In reality, social conflicts in the name of religion still frequently occur, including violence, destruction of places of worship, and mutual suspicion among community groups. This indicates that religious education has not fully succeeded in instilling the values of tolerance, mutual respect, and peaceful coexistence amidst differences. This study aims to explain the importance of developing a multicultural-based Islamic Religious Education curriculum in fostering tolerance and harmonious social life. The method used in this research is a literature study by examining various theories, concepts, and perspectives regarding multicultural education. The results of the study show that multicultural education can serve as a solution in reducing social conflicts and instilling the values of justice, democracy, and respect for cultural and religious diversity. Through an inclusive curriculum and humanistic learning approaches, students are expected to understand the importance of living peacefully within a diverse society. In addition, teachers play an important role in instilling attitudes of tolerance, empathy, and respect for differences. Therefore, the development of a multicultural-based Islamic Religious Education curriculum becomes one of the strategic steps in building a moderate, open-minded generation capable of maintaining national unity.
Perubahan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Dari Masa Ke Masa Mukhlasin; Achmad Taufiq; Abdus Salam; Nanang Budianto
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dari masa ke masa serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan dan dampaknya terhadap proses pendidikan. Kurikulum PAI memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Perubahan kurikulum terjadi sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, kebijakan pemerintah, serta tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, peraturan pemerintah, dan dokumen yang berkaitan dengan perkembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan mulai dari Kurikulum 1947 hingga Kurikulum Merdeka. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berorientasi pada hafalan menuju pembelajaran yang menekankan pemahaman, penghayatan, pengamalan ajaran Islam, serta pengembangan kompetensi peserta didik. Dampak perubahan kurikulum dapat bersifat positif berupa peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman, namun juga menimbulkan tantangan berupa kesiapan guru, sarana prasarana, dan adaptasi peserta didik terhadap sistem pembelajaran yang baru. Oleh karena itu, diperlukan implementasi kurikulum yang terencana dan berkelanjutan agar tujuan pendidikan Islam dapat tercapai secara optimal.