Tri Ratna Sari
IAIN Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIGITALISASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL: PENGEMBANGAN FLIPBOOK ETNOMATEMATIKA BANGUN DATAR DENGAN KEARIFAN LOKAL PONTIANAK Hidayu Sulisti; Tri Ratna Sari; Desty Septianawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.14667

Abstract

Pemanfaatan aspek etnomatematika yang terdapat di Kota Pontianak sejauh ini masih belum tereksplorasi secara maksimal dalam konteks instruksional di sekolah, padahal memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan budaya lokal dan teknologi guna meningkatkan hasil belajar, khususnya pada materi bangun datar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media flipbook berbasis etnomatematika budaya lokal bagi peserta didik kelas V SDSP Assalam Pontianak yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model 4D. Media memadukan unsur budaya seperti Istana Kadriah, Rumah Adat Melayu, Kain Corak Insang, dan Tugu Khatulistiwa. Teknik pengumpulan data meliputi teknik angket dengan instrumen angket validasi dan angket kepraktisan, serta teknik tes dengan instrumen soal tes. Hasil validasi ahli menunjukkan nilai CVI 1,00 dengan kategori sangat tinggi. Kepraktisan media juga tergolong sangat praktis berdasarkan respon peserta didik (82,8%) dan guru (93,3%). Uji coba pada 24 peserta didik menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan, dengan rata-rata pretest 4,17 menjadi posttest 60. Hasil uji Wilcoxon (0,000 < 0,05) menegaskan adanya perbedaan signifikan, dengan effect size 0,7 (kategori sedang). Media dikemas dalam bentuk aplikasi dan HTML. Dengan demikian, flipbook berbasis etnomatematika ini dinyatakan layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika serta mengintegrasikan teknologi dan budaya lokal dalam pembelajaran.
KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF KAIN CORAK INSANG PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOMETRI Tri Ratna Sari; Yumi Sarassanti
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): VOL 6 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i1.5279

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangun datar pada kain corak insang batik khas Pontianak. Subjek penelitian ini adalah kain corak insang yang diproduksi di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, serta melibatkan informan utama yaitu Ibu Kurniati selaku pendiri tempat tenun tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif corak insang terutama terdiri dari bangun datar persegi panjang dan persegi. Selain mengandung konsep geometri, corak insang juga memiliki nilai budaya dan keagamaan yang tinggi, melambangkan kehidupan laut, budaya Melayu, serta nilai-nilai keislaman seperti kesabaran dan ketekunan dalam proses pembuatannya. Implikasi pendidikan dari penelitian ini adalah bahwa corak insang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan menarik bagi siswa, khususnya dalam materi geometri, serta dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan karakter dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Budaya Lokal, Pontianak, Kain Corak Insang, Keagamaan, Pembelajaran Matematika. Abstract: This study aims to identify geometric patterns on Pontianak-style “insang” batik fabric. The subject of this study is “insang” batik fabric produced at the Khatulistiwa Weaving Tourism Village in Batulayang Village, North Pontianak District, and involves a key informant, Mrs. Kurniati, the founder of the weaving center. This study employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. Data collection was conducted through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions (Miles & Huberman). The results of the study indicate that the “corak insang” motifs primarily consist of rectangular and square geometric shapes. In addition to incorporating geometric concepts, the “corak insang” patterns also hold significant cultural and religious value, symbolizing marine life, Malay culture, and Islamic values such as patience and perseverance in the weaving process. The educational implications of this study are that gill patterns can be utilized as a contextual and engaging medium for teaching mathematics to students, particularly in geometry, and can integrate local cultural values and character development into the learning process.  Keywords: Local Culture, Pontianak, Kain Corak Insang, Religion, Mathematics Learning.