Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tor-Tor Raja-Raja sebagai Identitas Budaya Masyarakat Jorong Silayang Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat Zahratun Nisa; Hardi Hardi; Auliana Mukhti; Oktavianus Oktavianus
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hcccn940

Abstract

This research aims to examine Tor-tor Raja-Raja as the cultural identity of the Mandailing community in Jorong Silayang, Ranah Batahan District, West Pasaman Regency. This study employed a qualitative method with a descriptive approach to describe factually the existence and implementation of Tor-tor Raja-Raja in community life. The theories used in this research are cultural identity theory by Alo Liliweri and Jonathan Rutherford, as well as performance structure theory by R. M. Soedarsono. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation involving traditional leaders, artists, and local community members. The results show that Tor-tor Raja-Raja is a cultural identity passed down from generation to generation and is still preserved today. This dance is characterized by performers from traditional leadership groups or kings, an odd number of dancers, and performances limited to certain traditional ceremonies such as weddings and welcoming honored guests. Furthermore, Tor-tor Raja-Raja functions as a means of respect, reinforcement of customary values, and social communication within Mandailing society.      
Pelestarian Tari Indang Padusi  pada Masyarakat Nagari Jawi-Jawi  Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat Pardo Bima Saputra; Ninon Syofia; Susas Rita Loravianti; Auliana Mukhti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y7c06r55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelestarian tari Indang Padusi pada masyarakat di Nagari Jawi-Jawi Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yaitu untuk memaparkan data yang diperoleh di lapangan, selanjutnya dideskripsikan yang kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan yang berrdasarkan landasan teori terkait. Dalam penelitian ini menggunakan pendapat dari Edi Sedyawati tentang pelestarian dan perkembangan, selanjutnya pendapat Y Sumandiyo Hadi tentang bentuk pertunjukan tari. Hasil penelitian ini menunjukkaan bahwa terwujudnya tari indang padusi ber awal karena menurunnya minat generasi muda terutama kaum laki-laki untuk mempelajari tari indang di nagari jawi-jawi. Sehingga munculnya inisiatif dan minat dari para ibu-ibu yang tergabung dalam sanggar Bintang barat untuk melestarikan tarian indang ini di Tengah masyarakat nagari jawi-jawi. Dengan demikian tari indang padusi pada sanggar Bintang barat nagari jawi-jawi merupakan kelompok kesenian yang memberi warna kehidupan tari tradisi yang terkenal di lingukungan masyarakat setempat, sebab kelompok tarian ini sering tampil memberi hiburan dalam berbagai acara di daerah tersebut.
Studi Kasus Tari Mulo Pado pada Masyarakat Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar: Kajian Teks dan Konteks Rani Rahayu; Yesriva Nursyam; Muhammad Fikri; Auliana Mukhti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b1976862

Abstract

Tari Mulo Pado merupakan tari tradisional Minangkabau yang berkembang di Nagari Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar, dan berfungsi sebagai media hiburan sekaligus komunikasi budaya yang memuat nilai sosial, sejarah, dan identitas masyarakat. Seiring modernisasi, fungsi dan intensitas penyajiannya dalam konteks adat mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan mengkaji Tari Mulo Pado melalui aspek teks dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang mana melalui teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teks dan konteks dari  Y. Sumandiyo Hadi dan dukung dengan pendekatan semiotika dari Ferdinand De Sausuree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Mulo Pado memiliki struktur gerak yang khas dan sarat makna simbolik yang merepresentasikan perjalanan nenek moyang Minangkabau serta nilai penghormatan, kebersamaan, usaha, dan dinamika sosial. Tari ini berfungsi sebagai bagian dari upacara adat dan simbol identitas masyarakat Nagari Padang Magek, serta memiliki potensi besar untuk terus dilestarikan sebagai warisan budaya Minangkabau.