Nisa Nur Jannah
Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ecoenzyme A Smart Solution form the Kitchen for Greener Winong Village Ahmad Zulham Fahamsyah Havy; Rokhman Abdillah; Bilkis Afidatul Farhana; Rismatun Nikmah; Muchammad Roni; Fitro Faris Rizqi; Dera Fetrisiya; Nisa Nur Jannah; Rizky Ferdiansyah Frudin
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.748

Abstract

Peningkatan produksi sampah organik rumah tangga menjadi salah satu faktor utama permasalahan lingkungan di wilayah pedesaan. Limbah berupa sisa buah, sayur, dan bahan dapur yang masih berpotensi dimanfaatkan sering kali berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau dibakar, sehingga menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran udara, serta risiko gangguan kesehatan. Untuk merespons persoalan tersebut, Pemerintah Desa Winong menginisiasi program pelatihan pembuatan ecoenzym sebagai solusi praktis berbasis rumah tangga. Kegiatan ini melibatkan 40 rumah tangga peserta dan dilaksanakan selama tiga bulan, mencakup tahap sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berbentuk soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi praktik dan pencatatan volume sampah rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta sebesar 55% (selisih rata-rata skor post-test dibandingkan pre-test). Sebanyak 85% rumah tangga peserta berhasil memproduksi ecoenzym secara mandiri hingga tahap fermentasi tiga bulan. Selain itu, terjadi penurunan rata-rata volume sampah organik yang dibuang ke TPA sebesar 40% berdasarkan perbandingan catatan timbulan sampah sebelum dan sesudah program. Program ini tidak hanya menghasilkan produk ramah lingkungan yang multifungsi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap prinsip ekonomi sirkular serta memperkuat kemandirian desa dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.
KEBIJAKAN PENGGUNAAN GADGET DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAI DALAM PENGUATAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK ERA 21 Nisa Nur Jannah; Achmad Yusuf; Ahmad Marzuki; Muhammad Nur Hadi
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11567

Abstract

ABSTRACT The development of the digital ecosystem in educational environments has driven the need to integrate digital literacy into learning processes, although in some pesantren-based schools the use of personal gadgets remains restricted as part of discipline building and character education. This situation creates a distinct dynamic in the development of students’ digital competencies, which must remain aligned with the principles of value-based education. At SMA Darut Taqwa, this phenomenon was examined using a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while validity was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that school policies do not restrict access to technology entirely but instead direct its use through controlled access via computer facilities, libraries, and institution-provided digital learning media. In the context of Islamic Religious Education learning, teachers play a key role in guiding students to be more selective in searching for, understanding, and evaluating information from credible digital sources. This pattern shows that strengthening digital literacy can still occur despite restrictions on personal gadget use, as long as there are well-directed pedagogical strategies and balanced institutional policies. It also highlights the importance of synergy between school regulations and teachers’ roles in shaping an adaptive digital learning ecosystem. ABSTRAK Perkembangan ekosistem digital di lingkungan pendidikan mendorong munculnya kebutuhan integrasi literasi digital dalam proses pembelajaran, meskipun pada sebagian sekolah berbasis pesantren penggunaan perangkat gawai masih dibatasi sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan nilai karakter. Situasi ini menghadirkan dinamika tersendiri dalam pengembangan kompetensi digital peserta didik yang harus tetap selaras dengan prinsip pendidikan berbasis nilai. Di SMA Darut Taqwa, fenomena tersebut dikaji melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan makna, dengan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan sekolah tidak menutup akses terhadap teknologi, tetapi mengarah pada pengendalian pemanfaatan melalui pemanfaatan fasilitas komputer, perpustakaan, serta media pembelajaran digital yang disediakan institusi. Dalam praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru berperan mengarahkan peserta didik untuk lebih selektif dalam mencari, memahami, serta mengevaluasi informasi dari sumber digital yang kredibel. Pola ini memperlihatkan bahwa penguatan literasi digital tetap dapat berlangsung meskipun penggunaan gadget pribadi dibatasi, selama terdapat strategi pedagogis yang terarah dan dukungan kebijakan institusional yang seimbang. Kondisi ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara kebijakan sekolah dan peran guru dalam membentuk ekosistem pembelajaran digital yang adaptif.