p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK PADA KOMUNITAS RENTAN DI KOTA KUPANG Chatryen M Dju Bire; Juliana S Ndolu; Orpa Juliana Nubatonis; Yossie Maria Yulianty Jacob; Helsina F Pello; Petornius Damat; Rini M Kaesmetan; Husni Kusuma Dinata; Raditya Maharani; Kamalia Firdausi; Soraya Yuslani Eoh; Rizkina Mewahni; Erlin Faridha; Agus Prasetiyo; Fadli Maulana; Mardiana Hasbullah
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3570

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kota Kupang yang menunjukkan angka mengkhawatirkan dengan 138 kasus pada perempuan dan 119 kasus pada anak pada tahun 2023. Komunitas pemulung sebagai kelompok rentan menghadapi risiko lebih tinggi akibat keterbatasan ekonomi, rendahnya akses pendidikan, serta kuatnya norma sosial yang permisif terhadap kekerasan. Kondisi ini diperparah oleh fenomena underreporting yang menyebabkan banyak kasus tidak terungkap ke permukaan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman secara langsung pada komunitas.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 17 Desember 2024 dengan jumlah peserta sekitar 40 orang dari komunitas rentan di Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan edukasi interaktif yang melibatkan simulasi serta media audiovisual. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari 56,25 menjadi 82,50 atau sebesar 46,7%. Peserta mampu mengidentifikasi empat bentuk kekerasan, yaitu fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi, serta memahami dampak multidimensional yang ditimbulkan. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi aktif hingga 70%, yang mencerminkan tumbuhnya keberanian, empati, dan solidaritas dalam komunitas. Akses informasi terkait mekanisme pelaporan dan layanan perlindungan juga meningkat secara signifikan. Meskipun demikian, perubahan pada aspek struktural seperti norma sosial dan tekanan ekonomi belum menunjukkan pergeseran yang berarti dalam jangka pendek. Dengan demikian, kegiatan ini efektif sebagai langkah awal transformasi kesadaran, namun memerlukan intervensi berkelanjutan untuk menghasilkan perubahan sosial yang lebih luas.
PENYULUHAN HUKUM MEREK KOLEKTIF BAGI UMKM ROTE NDAO: PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KESIAPAN PENDAFTARAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS Yossie Maria Yulianty Jacob; Chatryen M Dju Bire; Orpa Juliana Nubatonis; Juliana S Ndolu; Melinda Ratu Radja; Rini M Kaesmetan; Daud Yaferson Dollu
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3267

Abstract

Intellectual property, particularly trademarks, is legally protected under national law. Collective trademarks serve as an important instrument for empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). They offer benefits such as cost efficiency and enhanced regional reputation, making them an effective tool for local development. Rote Ndao Regency has various high-potential local products, including seaweed-based processed goods. Protecting these products through a Collective Trademark is essential to preserve their authenticity and increase their competitiveness in the market. This activity was conducted with the Seaweed Business Group “Setia Usaha” in Oelolot Village, West Rote District, Rote Ndao Regency, on 28 August 2025, with 25 participants in attendance. The program aimed to provide legal counseling on the protection and registration procedures of Collective Trademarks for the community of Rote Ndao, in order to safeguard and enhance the competitiveness of local products. The method used in this program was legal dissemination delivered through lectures and interactive discussions. This approach was chosen to ensure effective knowledge transfer and to allow participants to raise specific questions related to the potential of their local products. The activity successfully increased participants’ understanding of the urgency and benefits of Collective Trademarks, including cost efficiency and their role in preserving the identity and quality of local products. Participants also gained a clearer understanding of the requirements and procedures for registering a Collective Trademark. This improved awareness is expected to encourage MSME actors and community groups to proceed with Collective Trademark registration, thereby obtaining legal protection and strengthening the competitive value of Rote Ndao’s leading products. Overall, the legal counseling effectively enhanced the community’s understanding of Collective Trademarks, marking an important first step toward protecting and advancing their local products.