Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Masyarakat Sipil dan Politik Bersih: Studi Peran Malang Corruption Watch (MCW) dalam Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas di Kota Malang Micheel Dime Evelyna Salsa Bila; Satya Robbi Pratama; Tsania Mufarichah; Vika Nur Adilla; Sri Untari
Jurnal Ilmu Politik dan Studi Sosial Terapan Vol 4 No 3 (2025): September 2025
Publisher : PT Polstac Repositori Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem demokrasi, keberadaan masyarakat sipil memegang peran penting sebagai pengawas jalannya pemerintahan dan penyeimbang kekuasaan negara. Peran mereka menjadi sangat penting dalam menjaga transparasi, akuntabilitas, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi. Malang Corruption Watch (MCW) adalah organisasi masyarakat sipil yang didirikan pada tahun 1999 sebagai respon terhadap maraknya korupsi pasca-reformasi 1998, dengan motivasi utama mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Lembaga ini aktif dalam mengawal isu-isu transparasi, partisipasi publik, dan pemberantasan korupsi di Kota Malang. Metode Penelitian yang digunakan dalam membuat artikel ini, yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis secara mendalam peran Malang Corruption Watch (MCW) sebagai organisasi masyarakat sipil dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan di Kota Malang. metode ini peneliti memperoleh perspektif yang otentik dari pengurus langsung yang terlibat dalam gerakan anti korupsi, sehingga data yang dihasilkan tidak hanya deskriptif tetapi juga kaya akan konteks operasional dan dinamika lokal.
Pedagogi Kultural dalam Valuasi Ecosystem Service: Ko-produksi Pengetahuan dan Pembelajaran Komunitas di Hutan Selorejo Andhika Yudha Pratama; Dini Putri Ratna Meritasari; Wiji Astuti; Ade Rio Pratama; Tsania Mufarichah
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 3 (2026): October 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22957915

Abstract

Land-use changes in the Selorejo Forest area, Malang Regency driven by settlement expansion and intensive agriculture have altered how local communities perceive and manage ecosystem services. This research is crucial due to the scarcity of studies integrating cultural pedagogy with knowledge co-production processes in community-based ecosystem service valuation, particularly as mounting pressures on the Selorejo Forest threaten to erode intergenerational local ecological knowledge. The study aims to: (1) analyze the knowledge co-production process among local communities, the government, and academics regarding ecosystem service valuation in Selorejo Forest; (2) identify forms of cultural pedagogy that facilitate community learning about ecosystem service values; and (3) formulate a cultural pedagogy-based community learning model that supports participatory and sustainable ecosystem service valuation. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and subsequently analyzed using source triangulation. The findings reveal that the knowledge co-production process in Selorejo Forest valuation unfolds in four stages: identification of actors and knowledge systems; interaction and knowledge exchange; negotiation and knowledge synthesis; and implementation accompanied by adaptive learning. This process generates community learning mechanisms, including participatory conservation practices, multi-stakeholder dialogue forums, experiential learning, and the intergenerational transmission of ecological and cultural knowledge. The study formulates a cultural pedagogy model comprising components such as cultural-ecological values, learning actors, the knowledge co-production process, community learning mechanisms, reflective-adaptive practices, and the internalization of ecosystem service values within Selorejo Forest management.